2 Cara Ampuh Membantai Stres

Gobind Vashdev explains stress as nervous system tension, not a mental state. He offers two fixes: move your body (exercise is 1.5 times more effective than counseling for mental stress, per a 2003 study) and slow your breathing to calm the nervous system.
Chapters
Ini adalah dua cara untuk mengempaskan stres yang termuda, termura, dan tergampang. Namun sebelumnya Anda perlu tahu bahwa namanya stres itu bukan di kepala, tapi di sistem syaraf Anda. Sistem syaraf Anda lagi tegang. Sistem syaraf itu apa sih? Back office. Anda bayangkan sebuah restoran yang bersih, rapi, harum. Tapi Anda tahu kan, dibalik kerapian itu semua ada kekacauan yang luar biasa, kesibukan yang luar biasa di dapurnya. Sama dibalik kinclongnya kulit Anda, senyuman Anda yang indah, itu ada begitu banyak pekerjaan yang luar biasa di belakang, di dalam tubuh Anda. yang ngurusin tetak jantung, tekanan darah, ginjal, dan begitu banyak hal. Jutaan hal itu sendiri. Nah itu... dikendalikan oleh sistem syaraf dan sistem syarafnya tegang nah ketika tegang itu apa yang terjadi detak jantungnya jadi cepat, adrenalinya naik dan orang menyebutnya modenya adalah fight or flight jadi ketika kita ada ancaman ingin menyelamatkan diri yaitu kita dengan melakukan apa itu lari atau melawan kalau orang zaman dahulu ada orang purba yang lain Mereka melawan atau berantem. Tapi kalau ada dinosaurus atau ada singa gitu, mereka lari untuk menyelamatkan diri. So, yang menarik adalah orang zaman dahulu kenapa tidak stres karena mereka itu bergerak. Sementara kita tidak dilakukan. Kita ketika mau fight, fight kita udah bukan berantem lagi. Tapi melihat Shopee, Tokopedia, dan kemudian kita kepengen membeli sesuatu tapi kita nggak punya duit nih. kepingin-kepingin tapi diem. Atau kita udah gak dikejar dinosaurus atau babi hutan lagi, tapi kita dikejar cicilan, dikejar hutan, dikejar mantan, dikejar... Deadline, debt collector, dan sebagainya. Dan ketika itu terjadi, kita diam. Gapantesan kita stres. So, cara bagaimana kita untuk membereskan stres kita adalah dengan bergerak. Anda lari, Anda jalan, Anda ngapain, pokoknya Anda bergerak. University of South Australia itu membuat penelitian baru tahun 2003 dan hasilnya bahwa olahraga itu mempunyai efektivitas untuk membantai mental stress dan masalah-masalah mental kita. itu satu setengah kali lebih daripada konseling atau obat-obat anti depresan yang dijual di pasaran. Tapi anehnya ketika kita sedang depresi, kita dikasih obat bukan dikasih resep untuk olahraga. Kemudian yang kedua, kita menenangkan. Cara menenangkan bagaimana? Anda masih ingat bahwa di restoran itu, antara sesuatu yang rapi dan sesuatu yang kacau ini atau sibuk ini, itu kan pasti ada pintu ya? Nah jarang sekali kita tahu itu pintunya di mana tiba-tiba orang masuk ke dapur gitu, karena biasanya letaknya tersembunyi. Nah antara pintu yang di luar dan di dalam kita itu, ada jembatannya atau hubungannya itu, yaitu adalah nafas kita. Sehingga cara untuk meregulasi si sistem syaraf yang tegang itu adalah kita mengatur nafas. Karena ketika kita tegang, nafas kita akan cepat. Maka ketika kita melambatkan nafas kita, maka sistem syaraf kita juga akan lebih relax. So, tubuh dan pikiran itu satu kesatuan. Karena ketika stress, kita susah untuk mengendalikan pikiran kita dengan bilang, hai tenang, hai tenang. Agak susah kan ya? maka apa yang kita bisa lakukan adalah mengubah tubuh kita. Tapi kalau tubuh juga nggak mungkin bisa diubah karena kondisi dan situasi, maka yang kita bisa ubah adalah nafas kita. Dan itulah cara yang paling gampang untuk membereskan stres Anda. Saya Kobin Fasyaf, Salam Bahagia.











