Seminar Emotional Release Gobind Vashdev

Gobind Vashdev argues that eliminating emotions is dangerous because they protect us. He describes being stabbed and how the lingering trauma keeps him alert to danger. Emotions must be recognized and managed, not removed.
Di seminar emotional release tadi, ada seseorang yang bertanya,
ya Pak Gobind, kalau ikut seminar seperti ini, apa emosinya bisa dilepaskan, dihilangkan? Langsung begitu.
Saya bilang, no, no, no, itu berbahaya banget. Itu gak boleh. Emosi itu ada dalam diri kita. Itu karena ada keuntungan dalam diri kita yang ingin kita dapatkan. Bahkan trauma-trauma yang selama ini dianggap buruk, sebenarnya itulah cara tubuh untuk melindungi diri kita sendiri. Bahkan trauma itu adalah sesuatu yang baik. Bahkan beberapa kalau perlu dipertahankan. Contoh, saya pergi ke pasar tanah abang beberapa bulan lalu. Kemudian saya ditodong. Ini contoh ya. Dan kemudian, Apa yang terjadi? Hari ini saya diajak ke Tanah Abang sama temen saya dan kemudian tubuh saya gemetar. So, reaksi gemetar adalah respon dari trauma saya yang berapa bulan lalu saya hampir mati karena ditodok. Bagus nggak? Bagus. Karena mengingatkan bahwa itu bahaya loh. Sehingga trauma sebenarnya ingin melindungi diri kita. Nah kalau itu semua hilang, kita nggak punya ketakutan, nggak punya masalah apapun. Nah ini bahaya, kita mungkin udah mati dari dulu karena nggak ada yang ketakut. Yang menjaga diri kita tetap hidup, salah satu karena ketakutan-ketakutan kita. So semua emosi pada dasarnya bagus. Yang paling penting adalah emosi-emosi itu terperlu untuk disadari. dan kemudian baru ditindaklanjutin. Mana yang diperlukan, mana yang perlu untuk dikurangin, mana yang perlu ditambah malahan. So, inilah yang paling penting. Bukan sekedar dihilangkan saja. So, mengerti tentang emosi itu akan mengerti tentang hidup. Dan ada penelitian nih, kalau ada satu cara atau satu ilmu untuk membuat manusia itu sukses adalah belajar emosi. Sampai ketemu dengan saya di seminar Emotional Release. Salam sejati.











