Nonton Podcast Ini Kalau Kamu Mau Capai 120 Tahun!

In this Indonesian‑language podcast, host Samuel Chris interviews longevity‑focused guest Gobind Vashdev. The conversation moves from futuristic claims about extending human lifespan to 120‑200 years through AI‑driven therapies, antibiotics that treat aging as a disease, and the importance of breathwork (Buteyko method) for lung capacity. Gobind then shifts to gut health, recommending fermented foods such as tempe, oncom, and kimchi, and explains how a balanced microbiome supports longevity. The bulk of the second half of the episode is devoted to sleep: Gobind critiques the modern alarm‑driven wake‑up, describes how chronic alarm‑induced stress can increase heart‑attack risk, and proposes a “professional sleeper” mindset. He outlines practical steps—consistent bedtime‑wake windows, using an alarm only at night to signal bedtime, avoiding screens and food a few hours before sleep, and employing blue‑light filters—to re‑program the brain’s circadian rhythm. Gobind also links the rise of insomnia to the advent of artificial lighting, tracing how Edison’s electric lamp altered natural melatonin cycles. Throughout, he interweaves personal anecdotes (e.g., his own sleep experiments, his shift from barefoot to shoes) and promotional calls for the audience to adopt these habits. The episode ends with Samuel promising a follow‑up episode to address remaining questions.
Chapters
Jadi umur saya bisa 200 tahun ini pak?
Saya yakin itu seperti itu.
Wow!
Mereka percaya karena AI dan sebagainya pengetahuan-pengetahuan yang bertambah ini dalam 10 tahun ke depan paling tidak untuk mendapatkan angka harapan hidup 120 atau 150 itu mudah banget.
Serius pak?
Yes, benar. Kita kan percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia dan manusia itu umurnya ditentukan oleh Tuhan berdasarkan waktu.
Betul.
Di beberapa negara, mereka percaya bahwa itu bukan berdasarkan waktu, tapi berdasarkan nafas. What? Yes.
Makanan apa yang perlu kita hindari, Pak, supaya manusia ini bisa terhindar dari kanker, Pak?
Satu-satunya, karsinogen itu yang harus dikurangin. Rokok, salah satunya, karena sesuatu yang dibakar-bakar.
Sate, Pak, ya?
Salah satunya, sih. Katanya kalau kita makan 100 gram, itu sama seperti 50 batang rokok.
Serius, Pak?
Jadi, kalau kita ingin bahagia dan pajang umur,
Ternyata 91,6% orang yang nontonin podcastku itu masih belum subscribe. Nah buat temen-temen yang udah nontonin podcast ini berkali-kali dan suka dengan podcast ini, merasakan manfaat dari podcast ini, boleh tolong bantu aku untuk subscribe channel ini. Karena satu subscribe yang walaupun tuh gratis, itu sudah lebih dari cukup untuk membantu tim dari The Samuel Chris Show untuk terus mengembangkan podcast ini. Aku janji sama kalian, dengan support kalian satu subscribe itu, aku akan meng-upgrade terus podcast ini dan mengundang bintang tamu-bintang tamu yang lebih keren-keren lagi biar kalian terus mendapatkan manfaatnya dari podcast ini. Pak Gobind, welcome back di podcast saya. Saya sangat-sangat excited setiap kali ngundang Pak Gobind di sini. Karena sejujurnya nih Pak, episode dengan Pak Gobind ini top 3 lah podcast terbaik saya sepanjang saya buat podcast. Dan tema hari ini memang keluar sih dari ekonomi, dari finansial, tapi gak apa-apa. Menurut saya ini sangat-sangat daging, apalagi kita ngomongin seputar health yang tentunya juga dibutuhkan oleh semua orang sifat disini. Dan kalau Pak Gobind sadari ya, kemarin cuplikan kita di Reels itu Pak, itu sampai 12 juta yang nonton Pak. Sampai dikirim ke grup-grup WhatsApp keluarga, sampai di repost-repost orang. Jadi memang segitunya gitu loh dan sedaging itu. Bahkan nih buat temen-temen yang masih gak tau, setelah podcast dengan Pak Gobind, saya beneran ikut seminternya Pak Gobind loh.
Bukan hanya seminar tapi ikut juga workshopnya.
Full ya, full sampe uh pokoknya saya belajar banyak banget disana dan setelah dari workshop itu pun saya udah ngomong para diri saya. Pak Gowin harusnya undang lagi yang kedua untuk di buat case saya ini. Dan tentunya ini buat teman-teman yang belum nonton episodenya yang pertama, please nonton dulu itu. Karena di episode kedua ini, kita gak akan mengulang apapun yang udah kita bahas di episode satu. Jadi pastikan nonton itu dulu sebelum nonton yang ini. Tapi sama aja sih nonton ini juga gak ada hubungannya sebenernya yang pertama ya. Tapi beda nih dagingnya nih. Pak, kita mulai aja langsung di pertanyaan paling pertama saya. Lima bulan yang lalu Pak Gobind kesini, itu masih dengan brandingan orang yang tidak memakai alas kaki. Yang sudah dilakukan selama berapa belas tahun Pak?
13 tahun.
13 tahun. Dan hari ini saya shock banget pas melihat Pak Gobind di luar sana, dia pakai sepatu guys.
Gimana tuh Pak?
Coba ditunjukin dulu Pak Gobind pakai sepatu nih. Kenapa pak? Maksudnya tiba-tiba pake sepatu ada ngos kaki lagi.
Iya. Oke. Sebelumnya terima kasih banyak untuk ngundang saya lagi. Podcast yang kemarin itu ternyata membawa efek luar biasa ke peserta seminar gitu. Mereka dateng dia bilang, oh melihat podcast dari Chris gitu. Kemudian dateng dan kemudian mengikuti seminar dan workshop saya. Dan saya juga menikmati begitu banyak konten yang bermutu dari Chris sendiri yang dimana cerita-ceritanya, edukasinya dan juga perjalanannya jalan-jalan ke Finland kemarin dan sebagainya. Saya menikmati sekali, terima kasih banyak. Saya langsung ke sepatu. Sebenarnya di Desember tahun 2024 itu saya membeli sepatu dan saya masukan ke konten. Sebenernya waktu itu saya udah beli sepatu, tujuannya apa sih? Tujuannya adalah untuk menghancurkan ego saya. Jadi kan Gobin itu kan identik dengan yang namanya brandingnya adalah manusia tanpa alas kaki. Dan itu sudah melekat di dalam diri saya. Dan kita tau bahwa di dunia ini kan ada satu kebenaran yang tidak terbantakan yaitu anica atau boleh dibilang semuanya berubah. Hidup ini berubah, semuanya berubah. Sementara saya melekat dan melekat itu adalah akar dari segala masalah atau kesengsaraan dalam kehidupan kita. Nah pada saat itu saya berpikir bahwa saya udah melekat sekali dengan ego saya bahwa Gobin adalah tanpa alas kaki. Nah disitulah kemudian saya ingin menghancurkan ego saya. Dulu, saya itu pernah melakukan ini berapa kali. Semua baju saya warnanya putih, celana saya warnanya coklat, rambut saya panjang. Ketika saya melihat baju yang berwarna berbeda, kemudian saya merasa, aduh saya kepengen beli itu, tapi kan saya kan putih. Branding saya putih, saya gak nyaman. Nah disitu kemudian saya hancurkan ego itu. Nah kali ini alas kaki. Dan tau gak Sam, Kan orang pake alas kaki untuk tidak menggunakan alas kaki itu kan berat rasanya. Setiap orang, ayo kamu nyeker gitu. Pasti, aduh gila apa, nanti orang ngomong apa, nanti orang ngomong apa gitu kan beratnya. Nah saya sendiri berat, perlu 1 tahun untuk memastikan saya berani untuk nyeker itu perlu 1 tahun. Sementara untuk supaya saya bisa berani untuk menggunakan alas kaki, saya perlu butuh 4 tahun. Jadi bisa bayangkan ya, bahwa ternyata saya tuh melekat sekali terhadap nyeker saya, sehingga saya pengen hancurkan. Tujuannya apa sih sebenarnya? Begini Sam, dalam kehidupan kita ini sebagian besar orang di dunia itu tau bagaimana caranya sukses untuk mencapai apapun yang kita inginkan. Tapi masalahnya adalah kita tidak berani untuk melepas identitas kita sendiri gitu. Contoh nih, saya dulu itu orang sosial. Gobind itu terkenal dengan kemana-mana ke seluruh Indonesia mengajarkan sesuatu dengan gratis. Tiba-tiba saya membuka kelas yang berbayar. Nah ketika saya membuka kelas berbayar itu ada perasaan yang tidak nyaman sekali. Lu kok Gobind kok komersial ya? Untuk melepaskan ego itu bahwa Gobind adalah seorang yang sosial, menuju seseorang yang kelasnya berbayar itu setengah mati. Nah, menurut saya setiap orang itu punya trauma-trauma, punya masalah dalam kehidupannya dia yang dimana mereka itu pengen sesuatu tapi terhalang, yang menghalangin adalah dirinya sendiri. Jadi saya mau kesana, yang menghalangin bukan saya tahu tujuan kesana tapi Pantat saya nempel disini, nempel itulah yang masalah. Nah saya pengen menghancurkan itu, karena di dunia ini kehidupan kita kita perlu belajar ikhlas dan belajar ikhlas itu salah satunya tidak melekat pada apapun yang terjadi. Nah salah satunya hal tersebut. Saya melepaskan si ego saya, menghancurkan ego saya.
Tapi setiap harinya tidak begini kan pak?
Sebagian besar enggak. Kalau bisa melihat saya pakai sepatu itu beruntung sih sebenarnya.
Berarti saya beruntung nih hari ini ya.
Sengaja emang sekarang hari ini saya mau podcast dan mau menunjukkan bahwa saya tidak melekat pada ego saya. Sebagai seseorang yang tanpa alas kaki. Tapi tujuan-tujuan saya untuk mengumpulkan dana untuk anak-anak terlantar itu tetap ada.
Tetap ada Pak ya. Saya juga di 2026 ini akan ganti branding banyak banget nih Pak. Kayak salah satunya saya mulai dari podcast-podcast saya mau pakai jazz gitu kan. Karena ini brandingan yang menurut saya belum pernah di Indonesia. Jadi ya ada sedikit pergantian lah. Tapi sebenarnya bukan untuk melepaskan ego sih Pak. Saya untuk memang ganti branding aja gitu. Pak, kita tadi ngobrol-ngobrol di belakang dan sempat Pak Gobind cerita bahwa 3 bulan ke belakang ini adalah masa-masa yang paling berat buat Pak Gobind.
Betul.
Tapi belum sempat diceritakan lebih lanjut tuh Pak. Apa yang terjadi Pak?
Iya, menurut saya setiap orang pasti punya masa-masa berat dalam hidupnya. Dan setiap orang itu punya titik lemah dalam hidupnya, seperti itu. Dan saya sendiri ketika ada masalah finansial, contohnya beberapa tahun lalu ketika hampir semua uang saya, investasi saya hilang begitu. Yang semua saya letakkan di satu tempat dan hilang.
Instrumen apa itu Pak?
Ya gak usah diceritain. Itu ilmu saya, itu gak membuat saya shock, saya tetap jalan. Tapi ada satu titik lemah di dalam hidup saya yang dimana kalau itu kena itu terurai berai lah si hati ini hancur seperti itu.
Apakah itu?
Ya, masalah relasi sih. Masalah relasi.
Relasi.
Itu saya mengalami masa-masa berat di beberapa bulan terakhir ini. Ada sesuatu kejadian yang cukup shock dan itu membuat membuat saya berat badan saya turun kalau saya lihat saya itu lebih kurus gitu. Kemudian saya juga kesulitan tidur mungkin dan sebagainya gitu. Tapi yang menarik adalah begini, Sam, bahwa Kita tau di dunia ini kan gak ada yang pasti ya. Dan di dunia ini masa-masa berat itu pasti akan terjadi dalam hidup kita. Nah 7 tahun lalu saya mengalami hal ini juga. 7 tahun lalu. Dan ketika 7 tahun lalu itu sangat-sangat berat dimana apa yang saya lakukan adalah pada saat itu saya punya berbagai ilmu. Dan ilmu itu saya lakukan, jadi saya jam 4 pagi bangun kemudian saya melakukan yoga, meditasi, atur nafas, melakukan force mindfulness, begitu banyak teknik yang saya gunakan selama 2 jam. Nah selama 2 jam itu untuk apa? Untuk saya bertahan supaya 22 jam saya tetap waras. Oke, itu yang terjadi. Nah dari pengalaman 7 tahun lalu, akhirnya saya setiap hari sejak saat itu, itu memberdayakan diri saya untuk menguatkan diri saya. Karena saya tau bahwa suatu hari saya akan mengalami masa yang kurang lebih sama seperti ini atau bahkan lebih berat. Nah, kita kan gak pernah tahu dalam hidup kita apa yang terjadi. Kalau saya tidak meninggalkan dia, dia yang meninggalkan saya. Kan selalu seperti itu. Kita meninggalkan orang-orang kita cintain atau orang-orang kita cintain meninggalkan kita. Apakah meninggal, berpisah dan sebagainya seperti itu. Itu dalam kehidupan kita. Jadi, penting banget dalam hidup kita itu kita menguatkan diri kita. Membuat sesuatu kekuatan sehingga ketika masa berat itu terjadi, kita masih bisa bertahan. Karena kalau tidak, ini kita akan lumpuh sendiri. Nah, Apa yang saya lakukan adalah saya melakukan olahraga, olah nafas, olah pikir, melakukan itu semua. Dan dalam hidup kita, kalau kita ingin bahagia kan, kita harus fokus pada apa-apa yang kita bisa kontrol dalam hidup kita. Dan kalau kita lagi sehat, yang kita bisa kontrol paling tidak ada tiga, yaitu tubuh, nafas, dan pikiran kita. So, ini yang harus dikuatkan dalam setiap hari. Nah, kalau kita kuatkan, apa yang terjadi? Ketika kita kecil, masalah besar. Ketika kita besar, masalah kecil. Betul? Jadi fokus dalam hidup kita, fokus untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan dalam diri kita. Sehingga ketika masa berat itu terjadi, maka kita tidak, ya pasti berat, tapi paling tidak kita bisa bertahan di kondisi-kondisi berat itu. So, selama tiga bulan itu sangat-sangat berat dalam hidup saya. Dan yang menarik adalah begini, Sam. Pada saat itu saya punya pilihan, tentu setiap orang punya pilihan kan. Apakah mau ambil jalan yang ringan atau mau jalan yang berat begitu. Nah pada saat itu saya cukup dalam meditasi dan bertanya pada diri saya, Gobind kamu mau apa ini? Ini jalannya seperti ini. Ini adalah jalan yang berat, ini jalan yang ringan. Mana yang kamu ambil? Kemudian saya memilih jalan yang paling-paling berat. Yang menurut saya itu yang paling berat dan itu yang saya pilih.
Kenapa Pak?
Kenapa seperti itu? Karena saya tahu di dunia ini bahwa semua itu ada harganya. Kalau kita ambil yang ringan memang sih kelihatannya enak gitu. Tapi ya kita gak akan mendapatkan sesuatu pelajaran yang besar. Saya mengambil hal yang paling berat, ini chance nya 0,1% saya mengatakan begitu. Hanya keajaiban yang bisa membuat saya lewat situ. Tapi saya percaya bahwa saya fight gitu. Jadi di sisi lain saya berjuang, tapi di sisi lain orang ngomong harus ikhlas. Mana yang harus dalam kehidupan kita. Kan dalam hidup kita, kita selalu ada pertempuran dalam apakah kita mau ambil jalan ini atau ini. Antara mengikhlaskan, ikhlas itu kelihatannya baik, tapi bisa aja ikhlas itu dianggap sebagai pelari dari tanggung jawab seperti itu. Kan bisa juga seperti itu. Memperjuang itu dikatakan, kamu itu kok nggak orangnya kok kekoh banget, keras kepala, kepala batu. Tapi di sisi lain juga kita tahu bahwa ikhlas itu penting. Jadi dalam hidup kita kita gak ada benar-benar yang 100% benar begitu. Kurang lebih seperti itu bahwa kita perlu untuk masuk ke dalam diri sendiri dan meditasi dan bener-bener mencari apa yang bener-bener hati anda inginkan dan pada saat itu lakukan dengan sepenuh hati. Dan pada saat itu berat sekali tapi yang menarik adalah ada keajaiban-keajaiban terjadi disitu. Lah keajaiban kecil hanya cuma 1% itu atau 0,1% itu terjadi. Dan kemudian keadaan berubah dan saya oke-oke aja sekarang. Saya bisa bertahan dan ya udah melewati badai yang besar itu menurut saya.
Wow, berarti kalau saya ajak Pak Gobind podcast 2 bulan yang lalu belum tentu bisa ya Pak?
Belum tentu bisa.
Sekarang baru di saat yang paling tepat ya untuk itu. Oke Pak, saya mau masuk ke topik kehidupan yang lebih dalam lagi nih. Itu tentang umur panjang. Karena kan selama ini banyak sekali orang yang ngomong umur itu di tangan Tuhan. Ya memang benar sih umur itu di tangan Tuhan, Tuhan yang ngatur semuanya. Tapi menurut Pak Gobind sendiri ada gak sih cara untuk membuat manusia itu umurnya bisa panjang?
Iya, ini kan sepanjang kehidupan manusia itu kan kepingin umur panjang, bukan umur panjang tapi bahagia juga seperti itu. Nah kalau kita mau melihat bahwa kehidupan sekarang ini umurnya sudah jauh lebih panjang dibandingkan berapa ratus tahun lalu.
Oh iya?
Iya betul. Jadi selama ini kan orang selalu percaya bahwa orang jaman dahulu itu umurnya panjang-panjang gitu, kakek nenek kita umurnya panjang pada dasarnya engga. Hah? Yes, betul. Kalo kita kembali ke mungkin 200 tahun lalu, umur manusia paling 30 atau 40 tahun.
Ya bener pak.
Betul, serius.
Lah mukanya 1000 tahun pak.
Gak ada, gak pernah ada penelitian atau fosil ditemukan bahwa umur manusia 1000 tahun. Bahkan para mumi-mumi yang di Mesir itu, itu yang raja-raja itu umurnya 30 tahun, 20 sekian. Paling kurang lebih segitu. What? Yes, betul sekali. Jadi begini, kalau kita mau melihat kehidupan kita, kalau orang mengatakan bahwa, oh kakek saya, nenek saya itu umurnya 100 tahun. Coba tanya sama kakek neneknya, kira-kira saudaranya berapa? Dia bilang, oh saudaraku 12. Tapi yang 12 itu waktu umur Balita 6 mati. Ini mati. Dan kalau kita rata-rata bahwa umurnya itu ya cuma 40 tahunan begitu. Dan kenapa kok kita bisa mempunyai angka umur yang lebih panjang gitu. Ya otomatis kedokteran sangat-sangat mempunyai peran disini. Dan salah satunya adalah satu hal yang paling ajaib. Kalo orang tanya pada saya, Gobind keajaiban terbesar di dunia ini apa gitu. Keajaiban terbesar gitu. Saya akan mengatakan dengan gampang dan pasti yaitu antibiotik.
Antibiotik.
Orang selalu mengatakan pada Gobind, Gobind itu anti kimia kan? Betul ya? Betul ya? Dan kenapa kok Gobind mendukung antibiotik? Mari kita melihat bahwa manusia selama ratusan ribu tahun itu punya tiga musuh utama. Tiga musuh utama. Tiga musuh utama itu yaitu satu kelaparan, kedua adalah perang, dan yang ketiga adalah infeksi. Selama ratusan ribu tahun itu kita itu berperang terhadap hal tersebut. Dan karena hal itulah umur manusia gak bisa panjang. Tapi perang di tahun 1945 setelah perang dunia kedua selesai, selesailah. Adalah sedikit-sedikit. Kemudian yang kedua adalah kelaparan. Waktu Ethiopia tahun 1980 ada kelaparan setelah diselesaikan maka boleh dibilang dunia ini gak ada yang kelaparan. Adalah sedikit-sedikit boleh dipinggirkan. Tapi tahun 1929 Ian Fleming menemukan si antibiotik, itulah keajaiban luar biasa. Karena kalau kita mau melihat tahun 000 waktu Nabi Isa lahir atau Yesus lahir, manusia itu cuma 130 juta orang jumlanya. Dari 0-0-0 sampai abad ke-19 berarti 1.900 tahun manusia itu berkembang dari 130 juta menjadi 1,5 miliar. Berarti kan sekitar 12 kali selama 19 abad, 1.900 tahun. Tapi yang menarik Sam dari tahun 1.900 menuju tahun 2000 yaitu dari 1,5 miliar menjadi 6,5 miliar.
Sekarang 8 kali. Ya berarti
kan Berarti 5 miliar orang nambah dalam 100 tahun. Apa yang membuat 5 miliar orang ini nambah? Salah satunya adalah peran dari antibiotik itu sendiri. Bahwa angka harapan hidup. Ketika dulu kalau kita terkena sesuatu, infeksi dan ya sudah lewat saja. Tapi karena ada si antibiotik maka kemudian angka harapan hidup kita itu meningkat dan meningkat dan meningkat. Seperti itu. Nah sekarang angka harapan hidup itu terus-terus ditingkatkan. Karena apa? Karena paradigma dari para ilmuwan itu berubah. Kalau orang dulu kan percaya bahwa namanya tua itu kan adalah sesuatu yang tidak bisa di stop. Memang orang itu lahir besar kemudian tua dan meninggal. Itu ada suatu keniscayaan yang sesuatu takdir atau sesuatu yang bukan sesuatu yang bisa ditawar. Tapi hari ini para ilmuwan melihat penuaan itu bukan menjadi sebuah takdir. Tapi itu adalah penyakit. Menuaan adalah penyakit. Jadi orang tua tuh sakit itu? Iya jadi menua itu sakit gitu. Jadi kalau kita bisa menemukan sebuah obat atau apapun terapi yang dimana kita bisa mengobatin penyakit yang menua itu. Kita jadi awet muda. Kita bisa awet muda terus. Nah, mereka percaya karena AI dan sebagainya pengetahuan-pengetahuan yang bertambah ini, dalam 10 tahun ke depan paling tidak, itu untuk mendapatkan angka harapan hidup 120 atau 150 itu mudah banget gitu. Serius pak? Iya benar. Makanya itu saya pikir, duh kenapa ya kalau saya lahir di tahun 70-an harusnya saya lahir di tahun-tahun ini gitu sehingga bisa panjang umur lebih.
Jadi saya umurnya bisa 200 tahun ini
pak? Saya yakin itu seperti itu. Wow, oke. Gimana-gimana pak? Dan orang selalu, ketika saya mengatakan seperti itu banyak orang bilang, Pak Gobind, mana enak sih? Umur 80 itu lho udah gak enak. Orang 80 itu udah gak bisa ngapain-ngapain, udah sakit ini. Itu kan pemikiran kita, kalau orang tua itu pasti sakit-sakitan. Kalau kita sudah bisa membereskan si penyakit-penyakit tersebut, maka untuk angka harapan 100, 120, atau 200, itu kan sangat-sangat mungkin dan kita tetap sehat aja. Iya,
sehat banget. Mau sih pak kalau bisa
200 tahun sehat gitu ya. Sekarang para ilmuwan melakukan hal tersebut, bagaimana supaya pembelan sel itu menjadi lebih lama. Itu sedang diteliti, macam-macam. Ada salah satu orang namanya Brian Johnson yang mereka melakukan berbagai terapi makan Makanannya diatur, olahraganya diatur, tidurnya diatur, dan semuanya diatur. Dan dia mengetes DNAnya itu semakin hari semakin muda. Bahkan kalo kita mau liat dia umur 46-48, tapi jantungnya umur 25. Kan kita bisa ngecek tuh sekarang nih organ-organ kita itu umurnya berapa begitu. Bahkan tingkat ereksinya dia itu umur 18 tahun. Wuh. Brian Johnson itu. Umur berapa dia Pak? Umur 46-48, seperti itu. Wow! Tapi masih muda seperti itu, maksudnya secara genetik itu masih muda. Sehingga angka harapan hidupnya ini. Dan kalau menurut dia, kalau menurut dia hal yang paling penting adalah tidur. Ya menurut dia. Kalau menurut saya hal yang paling penting adalah nafas. Kenapa seperti itu? Karena kalau kita mau melihat penelitian-penelitian yang ada, kajian Framingham, 5.200 orang selama 7 dekade diteliti seperti itu, faktor tertinggi untuk menentukan longevity itu bukan genetik, bukan makan, tapi kapasitas paru-paru. Jadi kapasitas paru-paru kita ini yang perlu untuk dijaga, kalau perlu untuk ditingkatkan, maka kemudian kita mempunyai angka harapan hidup yang lebih tinggi. Nah, orang-orang yang tinggal di dataran tinggi, itu angka harapan hidupnya lebih tinggi daripada yang rendah. Kenapa seperti itu? Karena udara tipis. Ketika udara tipis, otomatis tubuh kita akan berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi yang susah itu kan, kondisi yang udara tipis itu. Sehingga dia memperkuat kapasitas paru-parunya seperti itu. Dan kalau kita mau, ini bukan sains ya, ini kepercayaan. Jadi menariknya begini, Kalo disini kan manusia, kita kan percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia dan manusia itu umurnya ditentukan oleh Tuhan berdasarkan waktu. Betul. Ya kan, Gobi nanti umur 87, 87 tahun, 3 bulan, 6 hari, 3 detik meninggal. Kayak seolah-olah kita itu... ada titiknya dimana mau kita nyebrang jalan, mau tidur pokoknya dari situ kita meninggal. Itu kan asumsi kita, kita kan gak tau pikiran Tuhan bagaimana tapi asumsi. Nah di beberapa negara mereka percaya bahwa manusia itu diciptakan Tuhan dan Tuhan memberikan umur manusia itu bukan berdasarkan waktu, tapi berdasarkan nafas. Apa? Iya. Karena waktu kan relatif, mereka percaya kan. Kalau kita berjalan di luar angkasa dengan kecepatan cahaya 5 menit gitu, kita kembali ke bumi, bumi bisa 5 juta tahun contohnya gitu, bisa seperti itu. Karena waktu di luar angkasa dan di dalam itu berbeda. Kecepatan kita berkeliling dengan kecepatan cahaya balik lagi itu udah, waktunya udah
berbeda. Tapi itu kan di film pak.
Enggak, itu realitas. Itu realitas? Jadi kalau
saya ke planet lain nih, 5 menit saya kembali, orang udah pada mati semua, saya masih muda?
Bisa, betul, seperti itu. Masa itu realitas, Pak? Itu realitas. Itu penting. Tapi sampai sekarang belum ada sesuatu yang bisa seperti kecepatan cahaya, kecuali cahaya itu sendiri atau foton itu sendiri. Tapi ya, kalau kita bisa menciptakan itu, itu yang terjadi. Wow,
oke-oke. Terus-terus, Pak.
Nah, mereka percaya bahwa manusia diciptakan Tuhan, Tuhan memberikan jatah umur kita bukan berdasarkan waktu tapi berdasarkan nafas. Nah kalau kita mau melihat rata-rata kehidupan dunia sekarang, kita itu nafasnya manusia itu rata-ratanya 660 juta nafas per kehidupan. Rata-rata ini kita ngomong ya. Jadi contoh nih, Sai Gobind dikasih 660 juta, nah sekarang saya mau ngirit atau tidak? Iya kan? Kalau saya ngirit, otomatis kan Lebih panjang umurnya. Tapi yang menarik sih, kalau kita mau cocok logi nih, cocok logi dengan binatang-binatang yang ada, contohnya tikus gitu, itu tetak jantungnya bisa berapa? 500 kali per menit, nafasnya bisa 200 kali per menit, tapi umurnya 1 tahun. Kalau kita lihat anjing, kucing juga gitu, nafasnya cepat, tapi umurnya juga pendek gitu. Lah mamalia apa yang paling panjang umurnya? Ada yang tau? Ada tau gak? Paus ya? Iya ikan paus, ikan paus itu bisa 200 tahun. Tapi coba liat masuk ke dalam dia diem dulu disana berbentuk kemudian naik ke atas dia ambil udara turun lagi seperti itu. Jadi dia nafas 2 menit sekali, 3 menit sekali, bahkan 5 menit sekali. Tapi angka harapan hidupnya super super panjang.
Lah kalau saya olahraga Pak,
saya lari
terus saya ngos-ngosan saya, wah itu udah berapa
kali nafas itu Pak. Nah ini menarik, salah satu profesi yang angka harapan hidupnya rendah itu adalah atlet. Yang bener Pak.
Tunggu-tunggu. Oh ini mind blown banget sih
ini. Maksud saya begini, saya gak minta Anda gak olahraga loh. Ya, bedakan antara sport dan exercise. Kalau sport kan dia paksa gitu, yang pokoknya harus juara. Melakukan sesuatu yang maksa, pokoknya harus bagaimana dapat sesuatu. Sementara exercise untuk kebugaran. Nah yang menariknya, kalau kita olahraga satu jam sehari, emang ngos-ngosan disitu. Tapi sepanjang 23 jamnya, otot jantung kita kuat dan detak jantung kita lebih lambat. Kalau kita gak olahraga, detak jantung kita cepat terus, nafas kita cepat. Nah kalau kita olahraga, toleransi karbondioksida kita meningkat. Nah dengan toleransi karbondioksida meningkat, sepanjang hari nafas kita menjadi lebih lambat. Jadi seperti itu. Tapi atlet sekarang udah oke kok. Itu mungkin pelitian lama ya. Tapi pelitian baru mungkin. Ya saya gak tau penelitian baru. Tapi sekarang atlet kan diatur nafasnya, mandi pakai air es, inklamasinya berkurang, macem-macem lah. Treatment-treatmentnya bagus lah. Jadi saya pikir mulai sekarang udah cukup tinggi.
Kita dengerin ya, mau panjang umur atur nafasmu guys, ikut Buteko. Jangan kayak aku nih ya, udah ikut workshop Buteko gak pernah dipraktekin. Saya harus kembali, saya harus kembali pak. Saya harus kembali lagi ke situ lah ya harus. Ya maksud saya waktunya kadang agak tight sih pak, tapi untuk umur panjang saya harus
melakukan itu kayaknya. Karena menurut saya dari semua teknik nafas yang ada, Buteko adalah top priority sih menurut saya sih. Karena dia memprogram otak kita agar nafas kita lambat sepanjang hari, Sam. Kalau manusia lambat nafasnya, maka bisa dipastikan dia nggak mungkin marah-marah. Emosi bisa terkendali. Karena nggak ada orang marah-marah dengan nafas yang lambat. Nggak mungkin
kan? Pak, tadi kan belum disebutkan tuh obat spesifik untuk panjang umur tuh. Apa memang belum ada
ya? Masih diteliti ya? Masih diteliti. Mereka membuat bagaimana caranya untuk si sel-sel ini tidak cepat membelah begitu. Oke, nah kita udah
ngomong panjang umur. Tapi kalau panjang umur doang nggak bahagia, sia-sia kan? Nah sekarang kita bahas gimana caranya untuk tetap bisa bahagia dan stabil seperti itu, Pak. Karena kan selama ini yang saya tahu bahagia itu ditentukan dari luar. Saya dapat views banyak, saya happy. Ketika misalnya ekonomi lagi turun sedikit,
rugi di kripto sedikit,
langsung jadi stres, di saham anjlok, stres gitu kan. Itu gimana sih Pak, supaya bisa
bahagianya itu stabil? Betul. Jadi gini, saya gak bisa nyebut nama tapi saya punya seseorang sahabat yang ini artis ngetop lah. Ngetop lah di Indonesia semua orang tau lah. Kira-kira saya tau gak pak? Harusnya tau. Tapi kemudian dia itu ngobrol dengan saya pinter, jenius, pemikirannya hebat dan sebagainya. Enak banget ya. Nah, tapi artis ini dari kecil memang pengguna obat. Dia ada yang minum obat. Karena dia punya masalah mungkin dari genetik atau apa sehingga dia punya masalah dan kemudian untuk membuat obat untuk supaya tidak depresi, supaya emosinya tidak loncat-loncat dan sebagainya seperti itu. Nah, suatu hari dia ada, dia bilang bahwa dia mau melepas obat. Nah, ketika sudah melepas obat, tiba-tiba saya ketemu lagi nih yang tadinya wah keren, pinter, ngobrolnya enak. tiba-tiba berubah total. Saya mikir, kok bisa seperti ini ya? Dia bisa impulsif, dia tiba-tiba ngambil handphone seorang dan sebagainya. Dan saya berpikir bahwa berbeda gitu. Nah kemudian setelah beberapa lama kemudian dia menggunakan obat lagi. Nah terus saya berpikir, ini orang jenius kemudian jadi seperti ini, kemudian balik lagi seperti itu. Yang membedakan semuanya sama, tapi dia menggunakan obat-obat kimia tertentu. Artinya bahwa kalau kita kehilangan kimia tertentu di dalam tubuh kita, kita punya potensi seperti dia dong. Lah, dia bisa kaco banget, bisa depresi, bisa tidak, ini tergantung dari kimia dalam dubu kita. Oke. Nah, atau lebih tepatnya hormon-hormon di dalam diri kita. Nah padahal peneliti itu sekarang itu, apa ya... Mendefinisikan kebahagiaan itu gak lebih dari cairan-cairan kimia di dalam diri kita, terutama hormon-hormon. Terutama empat hormon utama itu pamin, oksitosin, serotonin, dan endorfit. Jadi ketika kita bisa membuat si hormon-hormon dalam tubuh kita atau neurotransmitter dalam tubuh kita ini dalam kondisi seimbang, maka kita akan mendapatkan ketenangan batin tersebut. Nah menariknya adalah semakin hari semakin kita tahu bahwa cara bagaimana untuk supaya si hormon-hormon ini semakin seimbang gitu ya. Nah salah satunya adalah bahwa bakteri-bakteri di dalam usus kita. itu membawa peranan besar terhadap hormon dalam tubuh kita. Jadi ketika kita stres pencernaan terganggu, betul ya. Tapi yang lebih-lebih dalam sebenarnya ketika pencernaan kita terganggu kita menjadi stres. Karena 95% serotonin itu diproduksi di usus kita. Nah kalau kita mau melihat bahwa kalau dibandingkan sel manusia dan bakteri itu satu sel manusia itu berbanding 20 bakteri dalam tubuh kita. Sehingga boleh bilang 90% tubuh kita ini bakteri. Bukan masanya tapi jumlannya. Jadi kita ini manusia atau bakteri sih.
Kayaknya bakteri jadi manusia
deh. Artinya bahwa 5.000 tahun lalu kalau di China sana itu mereka percaya kalau kita mau panjang umur dan bahagia salah satunya adalah kita perlu untuk mempertahankan atau merawat pencernaan kita. So, pencernaan kita itu perlu dirawat. Nah, ternyata sekarang baru ketahuan. 15 tahun lalu gak ada yang menghubungkan antara depresi dengan bakteri. Gak ada. Nah, tapi sekarang kita tahu bahwa ini adalah salah satu sumber utama kenapa kita menjadi depresi. Seperti itu. Nah, yang menarik adalah orang-orang di suku Afrika sana pernah diambil bakterinya, di dalam ususnya, didelitai. Ada sekitar 740 diversity. Jadi jenisnya itu ada sekitar 740. Terus orang-orang di Amerika di kota-kota besar seperti itu diambil sekitar 200 sekian. Sehingga kita mengalami degradasi atau penurunan dari bakteri-bakteri tersebut. Jadi, semakin kompleks diversity-nya bagus dan jumlahnya seimbang dan sebagainya maka kita akan mendapatkan kebahagiaan tersebut. Ada juga orang-orang yang terkena skizofrenia, diambil bakterinya itu dimasukkan ke tikus dan tikusnya mempunyai perubahan perilaku. Gimana tuh? Ya dia jadi aneh gitu, kita gak tau apa yang dalam pikus, skizofrenia juga kita gak tau. Tapi perubahan perilaku, artinya bahwa ini penting banget untuk merawat ini untuk mendapatkan kebahagiaan
itu sendiri. Berarti bahagia itu dari perut,
dari bakteri ya pak ya? Ini bakteri, ini memproduksi serotonin. Ada bakteri tertentu kalau ketemuin, bakteri tertentu menciptakan melatonin dan itu membuat kita ngantuk dan tertidur. So, bisa bayangkan bahwa kita sangat-sangat tergantung terhadap hal ini. Jadi boleh bilang kita dengan bakteri itu mutualis, simbiosis mutualisme. Jadi kalau kita ingin bahagia dan panjang umur, ya kita perlu memperhatikan sesuatu yang hidup di dalam diri kita, yaitu bakteri-bakteri di dalam
tubuh kita. Eh terus maksudnya gimana pak? Maksudnya kita makan makanan kotor gitu
pak? Satu adalah kita perlu untuk mengkonsumsi sesuatu yang bersifat probiotik. Probiotik. Usah sebut nama, itu banyak gulanya. Probiotik sebenernya banyak, salah satunya di Indonesia itu oncom, tape, tempe juga. Tapi kalo tempe udah dipanggang, digoreng, otomatis hilang probiotik. Sebenernya ga ada tempe mentah, emang pernah ada tempe mentah? Yang putih. Itu kan udah matang, udah dimasak sebenarnya. Oh itu bisa dimakan langsung? Iya, tapi cari yang higienis. Ada beberapa merek yang mengklaim higienis sehingga kita bisa makan. Ada probiotiknya, ada prebiotiknya, ada postbiotiknya. Itu bagus. Tempe adalah makanan super. Sayang banget kalau disini mental tempe gitu. Padahal kedua negeri Super food, kalau kita ke Eropa itu super food disebutnya. Jadi sayang banget kita gak memanfaatkan si tempe tersebut. itu... Tempe, oncom, tape kalau di luar negeri ada kimchi, ada sauerkraut, ada natto kalau di Jepang itu enak banget. Saya suka banget sama natto. Natto
gak usah telun mak. Natto gak usah telun.
Nah, itu yang kita perlu lakukan. Tapi, tapi, sekarang kenapa kok begitu banyak orang kena mental health? Karena salah satu bakteri dari manusia yang kurang. Kenapa salah satunya? Karena satu, kita tidak melahirkan secara natural lagi. Di dalam vagina itu, waktu anak itu keluar, dia terpapar oleh bakteri dari si ibu itu sendiri. Karena kalau melahirkan secara cesar nggak dapat. Kemudian banyak orang tua yang sekarang tidak menyusuin. Kalau menyusuin juga dipompa. Padahal di puting susu, ketika seorang itu menyusuin, seanak itu menyusuin, dia akan mendapatkan bakteri-bakteri tersebut. Nah untuk mengetahuin itu paling oke sebenarnya stool test. Jadi tes dari tinja kita dan kemudian dicek bakteri mana yang kurang, nah disitu yang ditambahkan. Itu yang pertama. Yang kedua tentu prebiotik. Prebiotik adalah makanan dari si probiotik itu sendiri, yaitu serat. Nah, kalau kita mau melihat TikTok, kita melihat Instagram, hampir semuanya influencer itu ngomongin soal protein. Kita overrated sebenarnya terhadap protein itu sendiri. Kalau mau dilihat dari data-data yang ada, protein sendiri gak cukup, gak kurang-kurang banget kok orang Indonesia atau orang luar negeri itu di Amerika. Tapi yang hampir pasti adalah kita kekurangan serat. Nah bagaimana supaya kita bisa lebih oke bakteri kita, kita panduan dari para ahli adalah 30-40 jenis sayur-sayuran atau buah-buahan dalam setiap minggu kita harus konsumsi. Gimana tuh Pak, 40 sayuran? Gampang, di Indonesia kan ada rujak, ada pecel, gado-gado, itu kan macam-macam sudah. Rujak aja udah 10 jenis
buah-buahan. Masalahnya saya asam murad Pak, jadi kalau
saus kacang, teng. Ternyata kebanyakan orang berpikir asam urat itu ya karena purin, tapi asam urat itu kan ya apa itu namanya. Yang pertama jerohan harus dihilangkan, kemudian seafood, yang ketiga adalah daging, baru yang keempat adalah kacang-kacangan. Itu pun kacang kulit keras yang tinggi purinnya. Oke, so itu yang kedua. Yang ketiga caranya bagaimana supaya kita bahagia adalah bergerak. bergerak. Ketika kita aktif bergerak, ini tubuh kita akan memproduksi berbagai hormon-hormon tertentu, tapi juga bakteri kita suka dengan bergerak. Masalahnya Indonesia adalah manusia yang paling males bergerak di dunia, ya itu cuma 3.400 langkah. Kalau gak salah kita udah bahas di podcast sebelumnya ya, seperti itu. Terus kemudian matahari, itu penting banget. Kita tahu Sam, kalau kan baru pergi ke luar negeri ya, ke musim dingin. Depresi, bunuh diri itu tertinggi ketika masa-masa winter itu sendiri. Jadi ketika matahari tidak ada. Nah matahari mengandung vitamin D. Ultraviolet, yes ultraviolet. Matahari adalah mengubah provitamin D menjadi vitamin D. Provitamin D adalah apa itu namanya di dalam bawah kulit kita ada provitamin D. Nah ketika kena matahari dia akan berubah menjadi vitamin D. Jadi dia bisa mengubah vitamin atau berbagai hormon dalam tubuh kita sehingga pastikan anda kena vitamin D. Sementara di Indonesia di dalam rumah harus pake sunscreen. Gantanya seperti itu. Oke. Kemudian olahraga grounding. grounding itu juga akan membuat kita lebih bahagia karena dapet elektronegatif dan kalau kita susah tidur, coba berkebun. Berkebun, mengaduk-ngaduk tanah itu punya bakteri dan kita hirup dan kemudian itu akan membuat si bakteri kita menjadi berkembang lebih baik disitu. Kemudian satu lagi adalah tidur dan nafas. nafas yang lambat dengan hidup menciptakan nitrit oksat, dan nitrit oksat inilah yang membuat bakteri ini berkembang lebih baik. Pak kalau gitu,
kalau misalnya semuanya itu udah tergantung dari bakteri, terus kenapa manusia itu bisa tetap membenci, bisa tetap ya mencintai atau membenci
lah? Ya ya, begini. Kita itu, saya mau tanya. Sam, kita ini kan di Indonesia ya, dan kemudian kita mencintai Indonesia. Pertanyaan besarnya, kenapa kita mencintai Indonesia? Karena ini negaraku. Ya, negaraku. Jadi kalau seandainya Sam tinggal di China, tetap mencintai Indonesia atau mencintai China?
Mencintai China sih. Ya oke maksud
saya begini. Kenapa kita mencintai? Karena ada begitu banyak cerita yang kita dengarkan tentang kebaikan-kebaikan Indonesia itu sendiri. Dan kita di identifikasikan dengan si Indonesia, dengan orang Indonesia. Kemudian Indonesia itu cinta damai. Indonesia itu negara kaya, Indonesia itu ramah tamah, Indonesia itu baik. Semua cerita-cerita itu kita masukkan ke dalam tubuh kita dan kita percaya bahwa Indonesia itu bagus dan kemudian kita mencintai. So artinya bahwa ketika kita mencintai itu karena cerita-cerita yang ada di dalam diberikan pada waktu kita kecil, itu yang terjadi. Begitu pula, ketika kita membenci kelompok lain, orang lain, kaum lain, atau negara lain, seringkali itu bukan karena emang kita punya masalah dengan kelompok tersebut, tapi karena cerita-cerita yang kita masukkan ke dalam tubuh kita, termak maksudnya, bukan dimasukkan. Tapi yang kita dengar, yang kita dapatkan dari orang lain atau berita dan cerita
itu sendiri. Contohnya pak, cerita apa yang kita dengar tentang Indonesia? Indonesia,
contohnya kita mengatakan bahwa negara Jepang dan Belanda itu menjajah. Betul? Lah memang pak, orang di
buku sejarah saya belajar kayak gitu pak. Dikatakan begitu ya. 360 tahun kan,
Belanda tuh. Indonesia dijajah? Belanda, 350 tahun. 350 tahun. Indonesia merdeka berapa
tahun? Indonesia merdeka berapa tahun? Belum nyampe 100 tahun? 80 tahun.
Bagaimana negara yang baru 80 tahun dijajainya
350 tahun? Lah kan sebelum merdeka pak. Sebelum
merdeka bukan Indonesia. Sebelumnya, karena bukan Indonesia. Itu kan kerajaan ini, kerajaan ini, kerajaan ini, kerajaan itu. Betul? Dan bahkan karena sebenernya kalau sana tidak ada Belanda mungkin Indonesia ini tidak terjadi. Karena yang menyatukan si kerajaan-kerajaan ini menjadi koloni dari itu, itulah si Belanda itu
sendiri. Nah terus namanya apa pak waktu
itu? India-Belanda kan? Atau negara ini. Oke sekarang saya balik lah gini. Kita kan bangga banget dengan namanya Majapai. Iya. Oke. Majapahit itu punya kekuasaan sampe ke Vietnam ke Mer gitu dan sebagainya betul? Iya. Nah pertanyaannya Majapahit itu mempunyai kekuasaan sebesar itu pake apa? Bagaimana caranya? Menjajah sih. Bukan melebarkan kekuasaan. Kita melembarkan kekuasaan, tapi kalau orang lain menjajah begitu. Akhirnya kita membenci, contoh kita dengan Timur-Timur. Bagi Timur-Timur Indonesia menjajah, tapi bagi Indonesia bukan, dia bergabung dengan Indonesia, integrasi ke Indonesia. Artinya begini, saya bukan mau masuk ke sana, tapi kita mesti tau bahwa kalau menurut Juwal Noah Harari yang menulis Sapiens, Manusia itu adalah binatang yang berkembang saling mencinta dan membenci, bukan karena makanan dan teritori. Karena kalau kita lihat primata-primata yang lain, itu mereka berantem karena dua hal. Satu karena makanan, yang kedua ada teritori. Tapi kita bisa membenci bukan karena keduanya itu, tapi karena cerita. Nah saya kembali ke masa kecil saya. Waktu saya kecil, saya kan pulang-pergi diantar oleh seorang pengemudi. Pengemudi dari orang tua saya. Nah pengemudi itu membenci si polisi. Saya gak tau masalahnya apa, tapi Gobind kecil kemudian si pengemudi ini setiap kali ketemu polisi, polisi kurang ajar, polisi itu maunya duit saja. Nah Gobind mendapatkan siraman si kebencian tersebut tanpa disadarin. Nah ketika Gobind besar, Saya udah lupa sama cerita-cerita itu, tapi itu tertanam di dalam diri saya, polisi itu emang kurang ajar. Ketika saya berhadapan dengan polisi karena ditilang atau apa, tiba-tiba saya marah, saya bentak si polisi itu. Nah pada saat itu, saya berpikir memang polisinya yang salah. Tapi ternyata setelah saya cukup dalam meditasi, saya mengetahuin bahwa akar dari kebencian itu bukan saya punya masalah dengan polisi, tapi karena saya ditanamkan kebencian-kebencian pada polisi itu. Sehingga Sam, kalau kita ingin bahagia dalam hidup kita, kita perlu untuk mengubah narasi-narasi dalam kepala kita agar kita bahagia. Selalu ingat, ketika kita membenci kelompok, kaum, dan sebagainya, yang paling rugi adalah kita sendiri. Jadi, kita punya kuasa untuk mengubah itu. Selalu narasi-narasi dalam kepala kita yang kita perlu ubah agar kebencian itu tidak ada. Seperti itu. Kita boleh melakukan sesuatu untuk ketidakadilan. Lakukan sesuatu. Tapi kalau anda menyimpan kebencian terus-terusan dalam hidup kita, maka yang rugi bukan orang lain. Kita sendiri yang paling kena. Kita berharap orang lain yang mati, tapi kita yang minum racunnya setiap hari. Kurang lebih
seperti itu. Oke pak. Saya barusan ada live di tiktok untuk jualan buku saya. Karena kayaknya tanggal kembar atau hari apa gitu kemarin. Dan kejadian ini barusan aja. Sepanjang live itu saya benar-benar keganggu banget. Karena ada satu orang itu yang niat banget pak. Dalam artian apa? Dia masuk di live saya dari menit ke satu nih. Dan benar-benar bertahan terus sampai mungkin waktu itu saya live 2 jam, 3 jam. Dia ada terus tuh 2 jam, 3 jam. Yang tugasnya hanya ngehujat doang. Setiap kali saya mau bilang bahwa, ya guys saya punya produk ini, dia langsung bilang, ah ini mah untuk memperkaya diri sendiri, ini mah isinya jelek, ini mah copy dari cat GPT, ini mah pokoknya semua negatif pak. Ya akhirnya saya kan mau ngerespon yang bagus-bagus nih pertanyaannya, ada yang beneran pengen nanya isi bukunya gimana, kebaca lagi komen dia, kebaca lagi komen dia. Sampai akhirnya saya gak kuat, saya live mungkin sebentar aja, saya tutup live tersebut dan saya kesel banget sepanjang sampai pulang itu saya langsung pulang ke rumah, saya bad mood gara-gara saya tuh Kena mental lah istilahnya pak, gara-gara kok bisa ada orang kayak seperti ini saking penganggurannya gak ngapa-ngapain, stand by disitu untuk memang ngehujat aja gitu loh pak. Di posisi seperti itu, sebenarnya kan yang dirugikan saya. Karena seharusnya saya bisa lebih lama lagi untuk membantu orang yang ingin memang untuk dibantu gitu kan. Tapi gara-gara ada satu orang ini, akhirnya saya memberhentikan niat saya untuk membantu orang di hari itu. Dan akhirnya sepanjang hari saya jadi bad mood. Balik lagi, gimana sih Pak, atau apa yang seharusnya dilakukan di posisi-posisi seperti itu kalau ketika ada sebuah situasi yang memang membuat saya tuh jadi kesel banget gitu loh Pak. Gimana supaya saya tetap bisa melanjutkan hidup saya dengan pemikiran atau mind yang tenang gitu
Pak? Itu kan kondisi-kondisi yang kita tidak harapkan dalam hidup ini. Sam di dunia ini lebih banyak sesuatu yang kita tidak inginkan terjadi daripada yang kita inginkan terjadi. Betul ya? Betul. Nah penting banget dalam hidup ini kan kita sering kali denger motivator Kamu bisa. Kamu harus mencapai ini, mencapai ini, mencapai ini. Caranya begini, begini, begini. Seperti itu. Saya juga melakukan hal sebut. Itu bagus. Tapi kita tahu bahwa di dalam kehidupan kita ini lebih banyak yang kita tidak inginkan terjadi. Saya enggak kepengen macet. Saya kepengen jam 4 teng di sini. Saya kepengen cuaca itu mendung tapi enggak hujan. Saya kepengen banyak sekali. Saya kepengen pasangan saya begini. Saya pengen anak saya begini. Kita pengen. Tapi kan enggak selalu terjadi. Maka penting banget kita itu belajar untuk melepas. Seperti itu. Nah ini yang perlu diketahui. Yang kedua adalah kita mesti tau bahwa kemarahan, kebencian, ketakutan, keserakannya semuanya itu bukan dari luar dalam diri kita. Jadi yang mengganggu Sam bukan dia. Yang mengganggu Sam adalah pikiran kita tentang dia. Oke, ya kan? Kita tidak pernah terganggu oleh omongan orang lain. Yang mengganggu kita adalah pikiran kita yang mengganggu, yang mikirin dia. Kok dia seperti ini ya? Aku dihujat, aku di ini. Kan memberikan makna dan seperti itu. Saya juga sering mendapatkan seperti itu. Jadi setiap ada orang itu sampai menantang pada saya. Pak Gobind, berapa harga kamu satu jam? Ayo kita duduk, saya bayar kamu berapa jam untuk debat dengan saya. Sampai seperti itu. Debat
apa? Gak
tau, apapun yang saya katakan dicelah begitu ya. Saya ngomong apa, celah. Dia omongin saya itu agen dari Israel lah, apalah, inilah, itulah, macem-macem lah. Pokoknya yang seperti itu. Saya kan buktikan bahwa kamu itu salah, ini begitu. Saya itu seperti itu. Kamu cari duit aja kamu memperbodoh orang dan sebagainya. Dia buka di DM, di komen-komen, dan bahkan dia bilang berapa harga kamu untuk itu. Terus saya pikir, saya tanya sama manajer saya, kira-kira dikasih harga korporat? Dia pun ketawa baca itu. Ketika saya mengetahui ada seseorang seperti itu, saya berempati. Kenapa? Karena ketika, coba perhatikannya, ada seseorang yang scroll Instagram gitu. Dia lihat orang ini, sok tau, sok pinter, oh gaya aja. Nah ini kan berarti apa? Ketika dia melihat sesuatu, dia terpicu. Terpicu berarti ter-trigger, lukanya ter-trigger. Kalau sering kita melihat konten-konten dan kemarahan itu muncul di kita, maka sebenarnya orang itu banyak lukanya, seperti itu. Jadi saya berempati, kasian juga sih orang ini, ada yang saya bisa bantu. Kita gak percuma untuk mengkonfrontasi mereka, gitu. Biasanya saya DM, saya bilang apa yang saya bisa bantu untuk kamu, gitu. Kalau perlu datang ke pelatihan saya ngobrol dan sebagainya seperti itu, saya bisa mengerti. Dan kalau dia kecewa, ada juga yang kecewa gitu ya, saya bilang, yang membuat kecewa bukan saya, yang membuat kecewa adalah harapan-harapan Anda. Tapi lagi-lagi gak banyak orang yang mau berpikir sampai di situ. Sama seperti saya, ketika saya kecewa, saya kecewa bukan karena berlaku orang, saya kecewa karena harapan-harapan saya. Harapan saya
kan disupport semua orang ini
dan sebagainya, dan ketika ada seseorang yang begitu, ya... Dan orang seperti itu biasanya cuma sedikit kok, tapi kan kita terganggu oleh yang kecil seperti itu kan. Betul, berarti
ujung-ujungnya persepsi pak ya. Iya itu
persepsi, itu semua persepsi. Ketika lingkungan kita
tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, bagaimana reaksi kita terhadap itu aja sih sebenarnya
pak. Itu yang paling penting, jadi ketika ada sesuatu kita ditanya oleh kehidupan kita, Gobind ini ada kejadian ini, kamu mau kasih makna apa ini, mau kasih makna baik atau buruk tergantung dari kita. Nah, saya punya cerita soal makna ya. Ada seseorang guru spiritual, didatengin oleh seorang ibu, muridnya. Yang kemudian cerita, dia curhat tentang cerita tentang kejelekan suaminya. Suamiku begini, suamiku begini, suamiku begini, suamiku begini. Setengah jam dia dengerin si guru spiritual itu. Dan tiba-tiba guru itu bilang apa? Anjing. Dan apa yang terjadi, si murid ini bukan mengartikan bahwa itu penghinaan, tidak. Dia bilang ini guru spiritual, ini guru sucih, ini bukan penghinaan. Ini adalah dia pengen saya belajar dari anjing. Dan apa yang terjadi, dia lihat anjing bagaimana caranya memperlakukan tuannya. Kemudian dia mengubah sikapnya ketika suaminya datang, dia tungguin di depan pintu seperti anjing lagi senengin gitu. Kemudian didengerin, ditemenin dan sebagainya. Dan hidupnya berubah. Sam, anjing is anjing Sam. Tapi apakah anjing itu penghinaan? Apakah anjing itu adalah sesuatu yang dimana saya harus belajar dari dia? Siapa yang menentukan? Saya yang menentukan. Wow. Iya kan? Ketika saya jalan-jalan di, saya lupa, di Peru atau Chile, tiba-tiba, saya kan gak pake alas kaki, tiba-tiba ada seorang waitress itu melihat saya dan bilang, hey you are homeless ya, kamu gelandangan ya. Dan kemudian anak-anak saya bilang gini, papa, papa, Kita dibilang homeless, gelandangan. Gimana papa? Ritbah, kita yang tau diri kita. Kita itu sama Bali itu beda 12 jam. Artinya bahwa kita itu udah setengah mengelilingi dunia. Dan kita bisa jalan-jalan seperti liburan. Belum tentu dia bisa jalan-jalan keluar dari negaranya sendiri. Dan kita tau bahwa kita bukan homeless. So, kenapa kita mesti terpengaruh hal itu? Kalau saya jalan-jalan dan tiba-tiba ada seseorang bilang, anjing gitu. Sam, di handphone saya ada tes DNA. DNA saya itu manusia. Nah kalau dia bilang anjing sebenernya masalah siapa sebenernya? Dia punya masalah dalam mengartikan gak bisa membedakan antara anjing dan manusia. Apakah saya sakit hati? Ya tidak. Karena saya tahu nilai saya sendiri. Seperti itu kurang lebih. Jadi tergantung setiap ada kejadian selalu ingat kita ditanya oleh dunia. kamu mau kasih makna apa kejadian ini. Dari makna tersebut emosi kita muncul. Oke. Dan satu lagi, contohnya di dunia ini kan kita tau bahwa kita ini bukan hidup dalam realita, kita hidup dalam namanya persepsi. Ya, persepsi. Dan persepsi kalau di marketing lebih penting dari realitas. Ya. Itu kan, begitu kan. Nah contoh yang paling gampang lah, saya mau tanya. Binatang apa yang, langsung jawab ya, tapi tanpa mikir. Binatang apa yang paling jorok, paling menjijikan? Kecualah.
Kalo kecoa terbang gitu.
Gak gini sih, serem
banget. Gak tau, jijik aja sama kecoa.
Jijik aja sama kecoa. Coba cek di Google atau apa, bahwa kecoa adalah binatang paling bersih di dunia. Salah satu binatang terbersih di dunia. Hah? Yes. Itu paling gak ada dua universitas yang pernah saya baca penelitiannya tentang kecoa tersebut. Gimana? Gimana? Gimana? Kecoa itu kan ada kilap-kilapnya di kulitnya itu ya. Ada kilap. Nah itu anti super bug. Jadi ecoli, mars, covid, apa itu nempel dia mati. Hah? Dan kecoa itu adalah salah satu binatang tercerdas di dunia. Secara evolusi itu tercerdas. Karena kecoa itu ada 225 juta tahun lalu, itu sudah ada. Waktu 65 juta tahun lalu, waktu meteor itu jatuh ke bumi dan dinosaurus habis, itu kecoa masih hidup sampai sekarang. Dan waktu Hiroshima dan Nagasaki itu meledak, seluruh binatang mati. Satu-satunya binatang yang masih hidup kecoa. Dan kalo kita ambil kecoa, kita potong nih kepala kecoa nih, dia masih bisa hidup 10 hari. What? Yes, kecoa adalah super animal sebenernya. Tapi kan lagi-lagi persepsi kita adalah kecoa adalah jorok dan sebagainya gitu. Nah sekarang coba contohnya ya. Orang-orang bilang, tapi kan kecoa kan di toilet. Iya-iya benar. Toilet kan jorok gitu. Eh mungkin ya, toilet adalah tempat yang paling bersih di rumah kita. Bisa jadi seperti itu. Ada penelitian, coba cek ya. Bahwa di pesawat itu ada penelitian. Bahwa tempat yang paling bersih di pesawat adalah toilet. Tempat yang paling jorok tau gak? Nampan tempat kita makan gitu. Itu yang paling jorok. Bahkan banyak bakteri. Toilet seat sama bantal kita, bantal kita itu bisa sampai 7 ribu kali lebih banyak berbakterinya daripada toilet seat. Yang menarik adalah ketika kita naik lift, kita pencet tombol lift kita gak cuci tangan, kita tombol toilet kita cuci tangan. Padahal tombol lift itu 30 kali lebih berbakteri daripada tombol toilet. Sumpah ini podcaster mindblown yang pernah ada. Tunggu dulu, tunggu dulu. Kalau kita ambil kulit kita dan kita ambil kulit kecowak, kita bawa ke laboratorium. Kulit kecowak 8 kali lebih bersih daripada kulit kita. Jadi sebenarnya Sam, kalau kita ketemu kecowak, kecowak lari. Sebenarnya kecowak yang jijik sama kita. Iya sih. Tapi lagi-lagi kita kan persepsi, jadi kita bergerak itu bukan karena kenyataan, sebenarnya persepsi dari kehidupan kita seperti itu. Iya sih. Jadi maka itu penting banget bahwa dalam kehidupan kita senang atau tidak bahagia tidak tergantung dari apa yang di dalam. Sehingga orang-orang yang bisa mengatur apa yang ada di dalam dirinya, maka dia akan mendapatkan kebahagiaan. Yes.
Wow. Wow, ini podcast termindblown nih Pak. Banyak sekali fakta-fakta yang bener-bener saya baru tau juga sekarang nih Pak. Pak, saya mau masuk ke sesuatu yang lebih dalam tentang kesurupan. Karena kan ini kita masih main di persepsi, di pemikiran, mindset, dan lain-lain. Menurut Pak Gobind, kesurupan itu beneran ada atau enggak
Pak? Jadi lagi-lagi Sam, kenapa kok orang selalu mengatakan bahwa kesurupan itu ada roh lain masuk ke dalam tubuh kita gitu kan. Nah pertanyaan yang paling besar yang perlu kita tanyakan dalam kehidupan ini. Satu pertanyaan penting, dari mana kita tau apa yang kita tau? Saya ulangin ya. Dari mana kita tau apa yang kita tau? Oke. Kita taunya dari mana? Dari orang lain. Betul? Dan orang lain kalau ditanya apakah dia melihat ada setan masuk? Enggak. Dia taunya dari orang lain, dari orang lain, dari orang lain. Dan kalau kita mau telusurin bahwa yang pertama yang dalam kehidupan kita ya kalau kita mau telusurin baru beberapa ratus tahun atau beberapa ribu tahun manusia itu mengandalkan apa yang disebut kebenaran itu berdasarkan sains. Selama ratusan ribu tahun, kita tidak mengandalkan yang namanya sains. Kita mengandalkan apa yang disebut authority based truth. Atau orang-orang yang dianggap membawa sebuah kebenaran tersebut. Nah, contoh 5 ribu tahun lalu, kita berada di Mesir atau kita di Yunani gitu. Kemudian kita jalan-jalan, kita ada petir. Ini apa ini? Kita gak tau fenomena itu. Dan kita mau tanyain sama siapa? Ya tanyain sama kepala suku, ahli nujung, dukun, pemimpin kelompok. Nah orang-orang ini disebut authority based truth. Orang-orang ini yang selalu tau jawaban. Orang-orang ini anti untuk tidak tau. Dia itu ego dia, pasti tau jawabannya. Kalau kita ke dukun, tanya dompet saya hilang. Oh itu diambil ini. Ini sakit. Oh ini guna-guna. Pasti dukun selalu tau jawabannya. Seperti itu kan. Itu apa? Ya dengan gampangnya dia bilang, oh itu Dewa Zeus lagi main cemeti gitu. Nanti ini ombak kenapa? Oh ini Dewa ombak dan sebagainya. Artinya dia cuma ngomong maka itu satu kepercayaan dan kepercayaan lain itu berbeda satu dengan lainnya. Kalau kita lahir di Arab dan kita lahir di India contohnya, kita percaya neraka itu panas. Tapi kalau kita di Finland, mereka percaya neraka itu dingin.
Gak mungkin pak, saya abis dari Finland, kenapa saya gak tanyain neraka itu dingin
apa panas. Karena panas itu yang dicari, kan mereka mencari panas, dingin itu kan gak enak disana kan. Jadi dimasukkan ke sesuatu tempat yang dingin banget, nah itulah nerakanya dia. Jadi boleh dibilang bahwa kenapa kita itu percaya hal tersebut, gak ada sains ya, tapi karena si cerita, cerita, cerita tersebut. Dan kita percaya dan kita bunuh-bunuhan karena cerita. Bisa karena seperti saya tadi bilang bahwa narasi di dalam kepala kita. So pada dasarnya kesurupan. Kenapa? Ya ada orang-orang yang memang highly suggestible atau orang-orang yang gampang yang disugesti lebih gampang yang biasanya gak kesurupan. Tapi bisa jadi karena tumpukan dari emosi-emosi yang ditumpuk-tumpuk-tumpuk kemudian dia meledak sehingga emosinya itu membajak dirinya sendiri. Nah di dalam kelas TRI contohnya yang saya ada, tiba-tiba nih ada yang shaking, begitu shaking apa yang terjadi dia tiba-tiba bangun. Nah itu gimana tuh? Saya tanya, kamu siapa? Saya penunggu disini gitu. Kemudian saya hipno, 3 2 1 tidur, tidur lah dia. Dan kemudian ketika bangun, dia cerita bahwa saya seumur itu tidak boleh jadi diri saya sendiri. Saya ditekan oleh ibu saya, Pak. Ibu saya dominan, Pak. Kita ya manusia itu otaknya manipulatif. Ketika ditekan, tekan, tekan, dia ingin menguasai yang menekan itu. Cara untuk menguasai bagaimana? Memunculkan sosok-sosok yang ditakuti bersama. Dan yang paling gampang adalah penunggu. Karena dipercaya penunggu itu ada di setiap rumah. Padahal kalau kita lihat rumah itu 20 tahun lalu mungkin beberapa juta rumah, sekarang itu nambahnya beberapa juta lagi gitu. Apakah setiap rumah ada penunggu berarti setannya nambah, setan beranak atau bagaimana? Seperti itu. Tapi kan lagi-lagi kita kan selalu, selalu seperti itu kan. Cerita-cerita yang diceritakan kembali, ceritakan kembali. Kita gak menanyakan asal usulnya. Waktu saya kecil, saya itu percaya dengan hal-hal seperti itu. Bahkan saya pernah ikut dunia lain, pernah tau ya? Dunia lain yang uka-uka gitu, yang seperti itu. Karena hal tersebut, karena waktu masih kecil, saya cerita sedikit. Bibi saya yang udah 25 tahun kerja di tempat saya, dia itu sakti, dia bisa melihat, eh itu ada setan, hati-hati jangan di sini. Nanti kita pindah rumah, setannya ini ada pake baju-baju seperti ini. Dia bisa menggambarkan. Suatu hari saya tanya, Bibi kan pernah ke Hongkong? Ya disana ada setan? Ada. Gimana setannya? Dia bilang rambutnya panjang, belakangnya lobang. Loh saya bilang itu mah setan Indonesia. Setan Hongkong
itu yang
loncat-loncat gitu. Kalo kita manusia, orang Indonesia melihat setan Hongkong, apakah ngeri gak? Enggak lah. Enggak, lucu kan? Iya. Sama, orang luar kalo liat Pocong juga lucu. Gak ada serem-seremnya. By the way, Pocong itu gak serta-merta dari dulu ada. Pocong itu baru ngetop tahun 74 ketika Benjamin Sweap, kalo gak salah bikin sebuah film namanya Setan Keramat. Dan disitulah si Pocong itu ada. Dan mulai saat itu orang percaya bahwa ada setan namanya Pocong.
Nah berarti sebelumnya tidak ada kocong. Gak ada, kalau
kita mau cari-cari yang sebelumnya, awalnya itu tahun 1905 ada sebuah buku orang Belanda yang nulis ada setan kocong, itu di Malaysia. Dan kocong itu jalannya begini, bukan yang begini. Oh menggelinding. Lebih masuk akal, maka itu setan itu tergantung dari cerita, tergantung dari film, maka itu setan setiap tahun itu nambah, tergantung dari filmnya. Ada Suster Ngesot, Lani Blorong, Mak Lampir, Suster Kejepit, Pokoknya tergantung dari ceritanya. Tau Kuntilana kan? Kuntilana itu waktu meninggal di Pocong waktu keluar pake long dress. Dari mana? Sokopedia apa Shopee dia bilang. Dari mana? Tapi kan kita percaya karena cerita. Nah si Bibi itu percayanya adalah setan Indonesia. Jadi dia kalau ke luar negeri kemanapun dia akan membawa setan Indonesia di dalam kepalanya. Karena setannya bukan di luar tapi setannya adalah di dalam. Not seeing is believing, but believing is seeing. Jadi kalau orang Amerika ke Indonesia dia akan melihat setan Amerika bukan setan Indonesia
menurut saya. Pak tapi ini bisa diperdebatkan misalnya ada yang ngomong lah tapi di depan mata saya orangnya bisa terbang sampai menempel di dinding atau
apa gitu. Nggak ada orang bisa menempel. Jadi begini, ada seseorang pesulap namanya Randy, ngetop banget. Dia seseorang yang sangat-sangat skeptikal. Dia itu sampai ngumpulkan jutaan rupiah, jutaan US dollar. Untuk siapapun di dunia yang bisa membuktikan adanya ketidak masuk akalan. Seperti orang terbang lah, orang ditutup matanya dan kemudian dia bisa mengetahui apa yang ada di sebelahnya dan sebagainya. Kalau ada satu orang yang bisa membuktikan kekuatan seperti itu atau kemampuan-kemampuan seperti itu, maka dia akan mendapatkan hadiah tersebut. Sampai Randy meninggal, tidak ada satu orang pun yang bisa membuktikan.
Wow.
Artinya apa? Saya juga kepengen tau, tapi kan saya juga pesulap, saya tau trik-triknya para pesulap, para dukun-dukun itu melakukan ini, melakukan itu dan sebagainya. Tapi sampai sekarang saya kepengen sebenernya, pengen tau ada orang yang punya kemampuan-kemampuan seperti itu.
Berarti kalau yang abis itu The Bus
pak yang aksi culture? Kalau pesulap tau, tapi saya gak kepikin membongkar hal-hal itu disini. Nanti tanya pesulap merah aja bagaimana caranya. Dia kan emang fokusnya disitu, saya gak mau ngambil catanya dia gitu.
Oke Pak, kita sekarang akan melakukan sebuah eksperimen. Ini sebenarnya saya lihat di workshopnya Pak Gobind dan gimana dia bisa menghafal kata Pak ya. dalam jumlah yang sangat-sangat banyak. Dan kita akan buktikan disini, di depan saya ada apa namanya, ada papan pak, yang saya akan tulis disini kata-katanya dan pak Gobind harus menghafal kata yang saya
tulis pak. Ya boleh, disebutkan aja. Disebutkan aja sama saya tulis
pak, karena kalau enggak saya yang lupa
pak. Katanya apa pak? Tapi sebelumnya saya mau mengatakan bahwa apa yang saya mau katakan ini adalah sebenarnya kita punya kemampuan yang luar biasa tapi kita gak tau caranya. Iya kan? Sama seperti saya bisa bertahan di kondisi dingin, kita punya kemampuan tapi kita gak tau caranya. Kita bisa melepaskan stres dan trauma tapi kita gak tau caranya. Nah ini membuktikan bahwa kita itu semua itu Bisa lo ngafal selama kita tahu, karena kemampuan kita ada. Tapi kita gak tahu caranya. Ini
membutuhkan. Dan di podcast kali ini kita akan bongkar caranya, Pak. Boleh. Oke, siap. Ini katanya random aja, Pak? Random. Mau campur buah, campur...
Apapun, apapun. Apapun ya? Iya, benda lah. Paling gampang benda dulu lah.
Paling gampang benda? Iya, sebutkan benda. Benda yang ada di dalam ruangan
ini? Enggak, gak selalu. Ada 20 benda sebutkan. 20 benda? Iya.
Oke, kita mulai ya, Pak ya? Iya,
boleh. Lampu. Lampu. Jam. Jam. Jam itu jam. Iya, jam, jam, jam. Oke. Laptop. Laptop. Laci.
Ah, oke. Ya. Botol. Spidol. Tumbuhan. Tumbuhan?
Iya, ini tumbuhan, Pak. Tanaman ya?
Tanaman, tanaman. Kursi. Ya. Celana. Oke. Kacamata. Gila sih ini. Lukisan. Headphone. Meja. Microphone. Sepatu. Tas. iPad. Tripod. Oke. Jazz. Dan dasi. Oke. Gimana nih? Kameramen gimana nih mau disebutin nih udah nih? Saya harus gimana nih ya supaya ini? Sebutin dengan cepat. Iya jadi saya bakal giniin ke kamera terus Pak Gowin tinggal sebut aja. Menyebut ya. Siap
ya? Oke. Yang pertama adalah lampu, kemudian ada jam, kemudian ada laptop, kemudian ada laci, dan kemudian keluar botol, spidol. Kemudian dia taneman, kemudian tanemannya, kemudian dia pergi tanemannya, dia pakai kecamata. Bukan kecamata, dia duduk di kursi, kemudian duduk di kursi, kemudian kecamata ya. bukan duduk di kursi kemudian dia ada satu lagi sebelum kacamata betul betul dia duduk kursi kemudian
ah dem mau dibantu pak satu kata celana gapapa di lanjutnya
celana and then celana, kemudian dia kacamata, kemudian dia lukisan, headphone, dan kemudian headphone meja, meja microphone, microphone kemudian dari microphone kemudian tas. No, satu sebelum. Dari microphone kemudian aduh ini Apa ya, tas Ipad. Tapi mikrofon itu pake sepatu. Sepatu kemudian tas Ipad. Kemudian dari Ipad kemudian ada tripod. Kemudian jazz. Kemudian dasi. Wow!
Pak Govind! Apakah ini yang dikatakan dengan
magician yang tadi? Ini semua orang pasti tau. Selama kita bisa tau cara untuk bagaimana kita menghafal, maksudnya cara bagaimana otak bekerja, sama seperti kalau kita dalam punya laptop dan kemudian cara nge-save-nya itu Ctrl S gitu. Nah kita tau caranya seperti itu, maka pasti bisa kok, Sam. Sam juga sebentar aja bisa kok, pasti bisa gitu. Ini jadi caranya gimana Pak? Caranya yang pertama adalah manusia lagi-lagi, kita adalah penceritaan. Kita itu lupa dengan definisi tapi kita selalu ingat dengan cerita. Jadi kita perlu untuk membuat cerita dalam ini dibuat cerita. Dan cerita itu harus mempunyai emosi yang cukup tinggi atau semakin tidak masuk akal semakin kita ingat. Jadi kalau ceritanya biasa kalau kita keluar dan kemudian kelihat kijang warna hitam plat nomor B gitu ya normal aja. Tapi kalau kita ketemu hardtop kebuka gitu warnanya hijau yang nyetir bule cewek rambutnya botak tapi belakangnya panjang dia pake sebelahnya ada simpanse gitu dia nyetir dengan teriak-teriak gitu, kita pasti inget sampai kapanpun. Atau sampai rumah kita inget karena itu sesuatu
yang
berbeda. Jadi dalam hal ini kita perlu untuk merangkai sebuah cerita dan cerita itu dirangkai yang dimana mempunyai emosi yang sangat-sangat tinggi dan menggunakan semua indera kita. Jadi kalau ada lampu, lampunya pecah piar kemudian muncul jam. Jamnya ada ribuan jam yang keluar disitu. Nah ketika jam itu sendiri dia bingung dia mau menghitung berapa dia ambil laptop. Nah dia ambil laptop kemudian dia abis ngetik-ngetik dia masukkan ke laci gitu contohnya seperti itu. Ini dibuat cerita-cerita-cerita yang semakin gak masuk akal
semakin Dan ini listnya bisa dilanjut sampai 100 pak ya kalau memang bisa di train aja kemampuan ini kan. Wow luar biasa. Berarti ini membuktikan bahwa kemampuan manusia bisa melebihi kemampuan normal manusia ya seakan kita tau
caranya gimana pak. Sebenernya ini kemampuan dasar sih, tapi karena kita gak pernah belajar maka kita berpikir bahwa ini wow gitu. Padahal semua orang bisa dan ada banyak teknik yang untuk mengingat itu banyak sekali. Ini salah satu yang simple yang
sederhana. Oke Pak, ini pertanyaan saya banyak sekali di sini Pak. Tapi saya harus mempersingkat ini semua. Mungkin ada yang ketiga nanti lagi sangking banyak yang saya mau tanyakan. Tapi saya tutup dengan dua pertanyaan terakhir ya Pak. Yang pertama itu tentang makanan Pak. Jadi makanan apa yang perlu kita hindari Pak supaya manusia ini bisa terhindari dari kanker Pak. Karena saya percaya kanker itu kan sudah ada sel di dalam tubuh manusia tinggal diaktifkan oleh makanan-makanan yang ultra processed food dan lain-lain kan. Apa Pak yang kita
harus hindari Pak? Yang mesti kita tahu bahwa kalau menurut penelitian kan zat-zat yang karsinogen itu yang harus dikurangin. Jadi contohnya rokok salah satunya karena sesuatu yang dibakar-bakar seperti itu. Kalau bisa sih dikurangin. Kemudian daging olahan itu juga karsinogen juga. Sate Pak ya? Ya itu salah satunya sih. Katanya kalau kita makan 100 gram gitu sama seperti 50 batang rokok gitu. Serius pak? Kurang lebih seperti itu, karsinogennya ya. Damn. Seperti itu. Jadi emang cukup perlu diperhatikan seperti itu. Dan kemudian ultra processing food, anything gitu. Semakin kita makan yang natural itu semakin oke. Tapi ultra processing food kalau bisa sih
dihilangkan. Contohnya apa pak? Nugget, sosis gitu
pak ya? Iya, sosis, nugget, terus kaleng-kalengan, proses-proses yang cukup kalau makanan itu bisa sampai awet begitu lama dalam kaleng-kaleng. Pasti ada zat-zat yang dimana untuk membuatnya diawet gitu. Itu harus dikurangin. Kemudian coba untuk makan makanan yang sebaliknya, yaitu yang fresh, banyakin serat, yang antioksidannya banyak, kemudian dia punya mikronutriens yang bagus, dan banyak zat-zat yang boleh dibilang mengindarin seperti itu. Nah, itu yang mungkin bisa kita lakukan untuk mengurangi si kanser itu sendiri. Tentu ada orang yang punya genetik kanser, ada yang tidak gitu ya. Tapi kemudian di sisi lain kita mesti tahu bahwa bukan hanya makanan. Makanan itu bukan hanya dari mulut, tapi kita juga menghirup begitu banyak zat-zat di sekitar kita kan. Kita tahu bahwa Tangerang dan Jakarta pernah mendapatkan predikat kota paling terpolusi di dunia gitu ya. Kita gak usah ngomong kendaraannya aja, tapi begitu banyak orang bakar sampah, begitu banyak zat-zat kimia yang ditempelkan di kanan sini, di mobil dan sebagainya dimana kita hirup tanpa kita sadarin. Jadi itu juga perlu untuk menjadi prioritas kita. Terus
gimana kita tinggal di Jakarta? Ya, kalau
kita tinggal di Jakarta, kalau kita punya rumah yang dimana ada exhaust-nya yang bagus, itu oke gitu. Kemudian paling tidak anda mesti belajar untuk bagaimana kita meningkatkan oksigen dalam tubuh kita dan nafasnya lebih sedikit. Contohnya teknik-teknik nafas yang dimana kita nafasnya lebih sedikit dan kemudian ya banyak intumbuan di sekitar untuk jadi filter dan sebagainya itu mungkin bisa dilakukan sih. Oke, Pak. Saya mau lanjut ke
pertanyaan terakhir saya, yaitu tentang tidur. Karena tadi kita bahas tidur salah satu caranya Brian Johnson untuk awet muda ya Pak. Dan saya baru baca sebuah arti kalian mengatakan ketika seseorang bangun tidur karena alarm, itu bisa meningkatkan potensi dia untuk terkena serangan jantung, Pak. Karena katanya kita lagi nengah-nengah tidur, tiba-tiba bunyi alarm, terring, terring, terring. Ibarat kita kaget, kita bangun. Tapi kalau itu diterus-terusin dalam waktu yang panjang Pak, kita bisa saja kena itu lah serangan jantung dan lain-lain. Nah, tapi untuk saya ini yang tidurnya kebo ini Pak, susah sekali bangun tidur tanpa alarm Pak, saya bisa kebablas Pak. Dan itu setiap hari kan jadwal saya padat banget dari pagi sampai malam, pagi, pagi, pagi. Itu gimana Pak maksudnya supaya saya tidak telat ke aktivitas saya tapi saya juga nggak
mau pakai alarm. Jadi kita mesti tahu bahwa otak kita ini bisa diprogram juga untuk supaya bisa kita bangun pagi dan tidur dan cepat. Ya itu membiasakan dulu bahwa tidurnya jam berapa kemudian bangunnya jam berapa. Itu adalah prediksi yang paling kalau kita melakukan ini satu bulan, pokoknya jam 8 kita jam 9 contohnya mau tidur gitu, dan jam 5 bangun gitu. Pertama mungkin dibantu alarm, tapi setelah beberapa waktu kita akan otomatis seperti tadi, saya bicara sama si Wahyu, saya bilang gini, Saya hari ini mau tidur lama pokoknya. Saya matikan alarm, saya mau tidur gitu. Saya mau tidur lama hari ini, saya capek banget semalam itu. Apa yang terjadi? Jam 10 saya tidur, jam 6 bangun, udah 8 jam gitu. Ya percuma aja alarm belum nyala, saya udah bangun duluan. Jadi cara salah satu supaya kita bisa tidur ini adalah kita prioritaskan tidurnya. Tapi alarm itu penting. Tapi alarm itu bukan di pagi hari. Alarm itu di malam hari. Supaya? Supaya kita tau tidur kita kapan. Itu lebih penting daripada di awal. Di awal hari lebih baik di akhir hari. Nah salah satu cara untuk Brian Johnson bisa tidur lebih bagus adalah yang top prioritasnya ada apa? Kita harus menjadi profesional sleeper. Gimana tuh? Jadi gini, Sam ini kan seorang professional content creator ya. Boleh bilang hampir setiap hari membuat konten, betul? Dan ketika diundang berbicara ya mau gak mau harus mempresentasikan apapun itu. Kalau seandainya saya lagi gak enak badan, apakah saya gak bikin konten? Saya tetap bikin konten karena saya profesional. Kalo saya lagi males, saya tetep paksa diri saya seperti itu karena saya profesional. Kalo saya diundang, walaupun saya lagi, contoh sekarang lagi gak enak badan dan sebagainya. Saya tetep harus melakukan yang terbaik karena saya profesional. Nah kita tau bahwa tidur itu adalah sesuatu yang sangat-sangat penting. Maka itu saya harus mengidentifikasi saya menjadi professional sleeper. Jadi itu menjadi prioritas dalam hidup saya. Sehingga jam 9 waktunya tidur, kita harus tidur. Nah untuk sebelum tidur, apa yang kita lakukan seperti Brian Johnson atau yang lain, caranya adalah yang pertama adalah 1 jam sebelum tidur tidak terkena layar. Contoh salah satu itu. Kemudian 2 jam, 3 jam sebelum tidur tidak makan apapun. Kurangnya seperti itu. Jadi kita memang set disitu sehingga di detik itu kita katanya si Brian Johnson dia dari tidur kena bantal sampe tidur itu 5 menit kurang lebih. Dan dia kan satu-satunya orang di dunia yang secara histori itu tercatat selama 6 atau 9 bulan non stop itu data tidurnya itu 100%. Wow. Belum ada yang punya data seperti itu. Pake
aplikasi dia ya? Pake aplikasi dan sebagainya.
Dan tau gak kenapa kita ini semakin hari semakin banyak insomnia? Salah satunya karena apa? Dulu manusia di abad ke-18 atau ke-17 itu tidurnya kurang lebih dalam satu hari itu 10 jam. Semua orang kurang lebih seperti itu. Tapi kapan kita mulai insomnia? Kapan mulai manusia itu susah tidur? Tau gak kapan? Ketika gadget datang. Sebelum itu. Yaitu ketika ada penemuan terbesar sepanjang sejarah, yaitu penemuan lampu oleh Thomas Alva Edison, kalau masalah 1829. Di mana pada saat itu, kita selama ratusan ribu tahun manusia itu pagi hari melihat sinar warna biru dan putih. Malam hari dia melihat namanya kuning, orange, dan merah. Perapian-perapian itu. Tapi setelah lampu itu ada, malam itu menjadi terang. Nah ketika malam terang, apalagi sekarang lampunya putih. Nah sekarang lampu bukan di atas, tapi di sini. Nah ketika mata kita itu terkena lampu, inget ya mata itu bukan terkoneksi dengan otak. Mata adalah bagian dari otak kita. Ketika itu terkena si lampu itu, dia mengatakan bahwa ini masih pagi. Sehingga melatonin gak tercipta. Maka itu penting banget untuk bikin blue light filter di Handphone nya itu seperti itu dan kalau bisa memang berapa jam sebelum kita tidur kita memang tidak melihat si lampu atau layar. Sehingga kita bisa tidur lebih nyenyak. Jadi alarm seperti saya, alarm saya itu di malam hari. Itu yang lebih ini. Memang gak ada salahnya sih, sekali-sekali kita punya harus flight pagi dan pakai itu gitu. Tapi kalau kita sudah terbiasa bikin alarm jam 10, jam 6, 8 jam saya rasa udah lebih dari cukup dan kita akan kebangun. Wow,
oke. Salah satu podcast termain blown yang saya pernah buat di ini, di siri saya ini. Dan harapannya semoga teman-teman bisa belajar sesuatu dari Pak Gowin hari ini. For sure kita bakal ada episode ketiga nih pak, karena pertanyaan saya dari tadi belum terjawab. Masih banyak semuanya dan sekali lagi saya bilang setiap kali ngomong sama Pak Gobind kayaknya butuh 10 jam pun gak selesai.











