Cara Belajar Sabar

Gobind Vashdev explains why abstract ideas like patience feel impossible when emotions spike. The fix: slow your breathing. Inhale for four counts, exhale for four. It calms your racing heart and brain because stress speeds both up, but you can't control them directly. Breath connects to heartbeat, so slowing one slows the other.
Chapters
Jika Anda ingin sabar, Anda harus nonton video ini dua kali. Ketika kita stres, marah, kesal, benci, dendam, maka sering kali kita mendapatkan kata-kata seperti sabar, tenang, ikhlas, terima saja, emang ini sudah jalannya, dan seterusnya. Well, kata-kata itu adalah kata-kata abstrak yang susah diterima oleh otak kita. Tenang itu seperti apa? Apakah kita tekan emosinya, sabar itu apa? Berarti endapkan emosimu atau bagaimana? Ini perasaan yang kacong, gondok ini diapain? Nah, apa yang saya akan katakan sebentar lagi adalah sesuatu yang nyata, yang real, yang kita bisa lakukan dalam kehidupan nyata kita pada siapapun, terutama pada orang-orang di sekitar kita dan juga pada diri kita sendiri. Nah ketika kita marah, kesal, benci, dendam, atau emosi kita lagi bergejolak, maka penting banget kita untuk melambatkan nafas kita. Anda bisa tarik 4 hitungan, dan lepas 4 hitungan, atau pokoknya dilambatkan saja. Kenapa begitu? Karena begini. Ketika kita stres, otak kita kan berdiri cepat sekali. Kita nggak bisa bilang sama otak, hai otak tenang dong, tenang, tenang, nggak bisa. Karena otak kita dipengaruhi oleh sistem syaraf yang bekerja secara otomatis. Otak terhubung dengan jantung, jantung kita juga cepat sekali detuknya. Ini susah sekali kita bilang sama jantung, hai jantung tenang dong, nggak bisa. Kita nggak bisa intervensi otak, kita nggak bisa intervensi jantung. Nah, untungnya jantung ini terhubung dengan nafas. Nah, untungnya lagi bahwa kita bisa mengintervensi nafas kita. Ketika nafas itu dilambatkan, maka detak jantung kita akan menjadi lambat. Otak kita juga akan menjadi lebih tenang. Maka itu nggak ada orang di dunia ini marah-marah dengan nafas yang lambat. Jadi, ketika kita emusinya tinggi, Yang kita bisa lakukan, yang real kita bisa lakukan adalah melambatkan nafas kita, tetak jantung lambat, otak juga menjadi tenang. Ada sebuah kalimat luar biasa mengatakan, ketika kita bisa menguasai nafas kita, maka tidak ada satu orang pun di dunia yang bisa mencuri kedamaian di dalam diri Anda. Jadi rahasia besar bagaimana kita mengendalikan emosi terletak di nafas. Atur nafas Anda, maka kita akan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik. Salam bagai dari saya, Gobind Fazl.











