Rubin Bastet explains that breath connects two foundations of life: the visible body and invisible mind. Your breathing patterns reflect your emotional state and health. By controlling your breath consciously, you can balance body and mind, improving both physical and mental wellbeing.
Chapters
Saya berada di sebuah jembatan yang sangat indah, tapi setiap kali saya berjalan di jembatan, itu saya teringat sesuatu hal, prinsip dalam kehidupan. Kita tahu dalam hidup kita, kita punya dua fondasi, yaitu satu adalah tubuh, satunya pikiran, fisik, mental, badan, emosi, lahir, Batin, sesuatu yang tidak terlihat dan sesuatu yang terlihat. Dan di antara itu, yang terlihat dan tidak terlihat itu, ada sebuah jembatan. Dan jembatan itu adalah nafas. Sehingga ketika kita mengatur nafas kita, sebenarnya kita memperbaiki kedua pilar dalam hidup kita atau fondasi dalam hidup kita, yaitu tubuh dan pikiran itu. Maka itu, ketika kita marah-marah, kita bisa melihat nafas kita berubah. Ketika kita melihat orang sakit, anda lihat, nafasnya juga berat, terkadang cepat. Sehingga sebenarnya, kita bisa melihat seseorang itu lagi emosi, atau lagi sehat, atau lagi sakit, itu dari pola nafasnya. Nah, sebaliknya, kalau kita mengatur nafas kita, maka kita akan memperbaikin kedua pola hidup kita, yaitu tubuh dan pikiran. So, salam sehat dari saya. Rubin Bastet.