3 Alasan Gobind Tidak Pakai Sabun, Sampo,

Gobind Vashdev explains why he avoids soap, shampoo, and similar products. He cites environmental damage from chemicals, health risks including hormone disruption, and belief that the body cleanses itself naturally through fasting, cold showers, and exercise. He uses alternatives like baking soda and emphasizes these are personal choices, not medical advice.
Chapters
Ini tiga alasan kenapa saya tidak menggunakan sabun, sampo, pasta, atau sunscreen, lotion, atau benda-benda tersebut untuk membersih-bersih dalam tubuh kita. Yang pertama adalah alasan lingkungan. Kita tahu bahwa semua pembersih itu mengandung kimia dan seringkali kimia-kimia itu membuat tanah kita tercemar. Sehingga saya tidak. Relah hal tersebut karena masa depan anak-anak kita itu masih panjang dan kita masih mewarisin tanah yang lebih tercemar. Tapi Bapak itu kan pakai mobil, sering jalan-jalan ke luar negeri, pakai pesawat, terus pakai sauna, kemudian mandi pakai air air. Itu kan berpolusi, kata si netizen-netizen yang nyinyir. Eh, mengkritik maksudnya. Well, saya senang sekali. Betul sekali. Saya tidak sesempurna seperti anda. Harapan-harapan anda. Itu betul. Saya masih pakai baju. Tapi, apa yang saya lakukan adalah ketika saya beli satu baju, baju yang layak pakai ini saya berikan kepada orang lain. Saya membatasi jumlah baju saya. Itu yang pertama. Yang kedua, saya membuat buku. Oke, buku itu menebang pohon. Pastinya, karena ada kertas kan? Tapi saya berkomitmen, setiap buku saya menanam satu buah pohon. Dan sudah puluhan ribu pohon yang sudah saya tanam. Kemudian, saya juga mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang terbatas. Dulu 5 kali, mungkin sekarang cuma 2 kali. Kemudian juga, saya makanan itu berbasis nabati yang dimana pengeluaran energinya itu lebih rendah daripada yang tidak berbasis nabati jauh daripada apa yang saya ambil dari alam tapi paling tidak saya berkontribusi sementara anda yang nginyir apakah Anda sudah melakukan sesuatu untuk bumi ini? kemudian yang kedua kita tahu bahwa kulit kita itu tidak hanya mengeluarkan keringat seperti sekarang ini tapi juga menyerap sehingga ketika kita meletakkan kimia-kimia itu maka itu masuk ke dalam tubuh kita well, bukan saya anti kimia saya pakai air, air itu kimia A2O juga mungkin ada kaporitnya tapi hal-hal itu tentu saya tidak bisa hindari saya memberikan toleransi yang tinggi sekali terhadap atau rendah sekali terhadap kimia-kimia itu masuk ke dalam tubuh kita jadi seperti saya tidak menggunakan itu karena saya tahu bahwa kimia itu masuk ke dalam tubuh kita prinsip saya adalah apapun yang tidak saya bisa makan saya tidak mau meletakkan terhadap tubuh saya seperti itu karena itu terserap dan itu menyebabkan gangguan hormonal gangguan-gangguan penyakit yang lain dan sebagainya bagaimana Pak dengan ketiak yang bau, bagaimana dengan kalau sesuatu harus menggunakan seperti tangannya yang terkena oli, seperti saya bisa menggunakan baking soda, kalau bakteri saya bisa menggunakan garam, bisa menggunakan kolodil silver yang dimana semua itu bisa saya makan, saya letakkan dalam tubuh kita tapi namanya netizen, ada aja, Pak itu pakai kacamata Pak kacamata itu kan tidak bisa dimakan, berarti kenapa kalau ditetapkan di tubuh Anda? ya ok deh, saya belum sempurna seperti apa yang Anda harapkan Oke. Yang ketiga, yaitu saya sedang memberdayakan diri. Jadi awal dari kehidupan saya, saya tuh sering sakit-sakitan. Cara untuk bagaimana saya bisa sembuh, saya memberdayakan diri saya untuk tidak terlena dengan obat-obatan atau kimia yang masuk ke dalam tubuh saya. Bukan saya anti obat, saya bukan anti dari antibiotik atau apa. Well, kedokteran sudah menyembuhkan begitu banyak orang, menyelamatkan miliaran orang dan saya sangat hormat pada profesi-profesi dokter atau tenaga kerja yang lain. Bahkan saya kepengen menjadi dokter walaupun saya tidak bisa. Nah, apa yang terjadi adalah saya memberdayakan diri. Bagaimana caranya? Puasa, itu salah satunya. Kemudian saya mandi akhir es. Sauna. Kemudian makan dalam jumlah yang terbatas. Atau apapun. Intinya memberdayakan diri dalam keadaan-keadaan yang tidak nyaman itu. Termasuk, saya percaya bahwa tubuh kita itu mampu untuk melepaskan kotoran-kotoran itu. Cuma selama ini kita manjakan dengan sabun dan sebagainya. Dengan kita melakukan apa yang saya lakukan ini, saya percaya bahwa tubuh saya bisa cleansing, self-cleansing. Dan itu terbukti. Selama 17 tahun saya nggak menggunakan sabun, nggak menggunakan sampo dan sebagainya, dan baik-baik saja. Dan kemudian juga, olahraga, olah nafas, itu juga cara memberdayakan diri. Jadi, Apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu menjadi lebih kuat. Itu adalah prinsip yang saya pegang. Sehingga setiap hari saya membuat stres dalam tubuh saya untuk agar saya bisa mampu untuk lebih baik lagi. Tentu, jauh dari sempurna. Dan satu hal lagi, bahwa ini bukan saran kesehatan. Saya bukan dokter. Apa yang saya lakukan bukan Anda harus melakukan 100% seperti saya. Ini juga saya tidak mengatakan bahwa Anda harus mengikuti saya. Tidak. Tapi apa yang saya katakan ini adalah sebagai respon dari teman-teman yang bertanya pada saya, apa sih alasan Gobind untuk melakukan ini semua. Jadi yang pertama lingkungan, yang kedua saya tidak ingin membebani tubuh saya, dan yang ketiga adalah memberdayakan tubuh saya. Semoga semakin jelas. Salam bagi dari saya, Gobind Fastef.











