Amankah berolahraga dengan masker? [Live IG @GobindVashdev]

In this live Instagram session, Gobind Vashdev—an instructor of the Buteko breathing method and a trainee of the Oxygen Advantage program—addresses the common fear that CO₂ is a poisonous gas and examines whether exercising while wearing a mask is safe. He explains that the danger of CO₂ depends on an individual’s tolerance, which can be trained through specific breath‑work (Buteko, Oxygen Advantage) and nasal breathing. He describes the physiological roles of CO₂ (vasodilation, glucose uptake, pH regulation, and facilitating oxygen extraction) and why most people have low CO₂ tolerance. He reviews the various types of masks (medical, athletic training masks, and simple micropore “plaster” mouth strips), their purposes, and how athletes use them to improve diaphragmatic strength. He advocates nasal breathing during exercise and sleep, outlining benefits such as lower heart rate, better hydration, reduced snoring, and improved sleep quality. Practical tips are given for increasing CO₂ tolerance—regular exercise, nasal breathing, breath‑work drills, and cold‑water therapy. He also contrasts Buteko breathing with yoga/pranayama, discusses how to adapt breathing for children, and provides safety cautions (stop if dizziness, nausea, or severe discomfort). The session ends with a Q&A covering mouth plaster use, mask safety, and common concerns, concluding with encouragement to adopt consistent nasal breathing for overall health.
Chapters
So, awalnya saya ter... Apa itu namanya? Mendapatkan begitu banyak Whatsapp di handphone saya, terutama pada teman-teman yang sudah mengikuti Buteko Breathing course. Dan pada saat itu, mereka men-share sebuah berita tentang seseorang yang meninggal karena Habis bersepeda. Meninggalnya sebenarnya tidak tahu kenapa, tapi kemudian ditulislah karena keracunan CO2. Jadi, kemudian mereka bertanya pada saya karena setiap saat saya selalu berbicara tentang kebaikan CO2 yang selama ini dizolimi. Dikatakan CO2 itu sesuatu yang sangat jelek. CO2 adalah gas yang berbahaya dan sebagainya. Pertama kali sebelum saya lanjutkan, saya berbicara bukan sebagai profesi sebagai atlet apalagi sepeda, ya saya berolahraga hampir setiap hari saya melakukan yoga ya 3-4-5 kali seminggu pasti saya melakukan yoga namun saya juga bukan dokter sehingga ini bukan saran medis tapi saya berbicara atas sebagai instruktur Butaeko yaitu teknik bernafas Butaeko yang pertama yang kedua adalah saya sedang mengambil sebuah pelatihan memang untuk atlet namanya Oxygen Advantage yang dimana satu jalur dengan apa yang dilakukan Butaeko yaitu Last Breathing Oxygen Advantage ini dikembangkan oleh seseorang yang bernama Patrick McKeon yang dimana beliau juga adalah instruktur Buteko yang langsung belajar dari Profesor Buteko. Saya dalam status menjadi murid beliau untuk mendapatkan sertifikasi instruktur Oxygen Advantage. Hari ini, saya akan berbicara sedikit tentang apa itu CO2, apakah benar si CO2 itu beracun, apakah benar si CO2 itu bisa mematikan, terus kalau tidak, apa sih gunanya CO2 dan sebagainya. So, hari ini saya akan membeda hal itu dan aman kah kita itu melakukan apa yang disebut, sebentar, ini agak bergeser sedikit. Aman kah kita berolahraga menggunakan masker? Cukup aman nggak sih? Karena kan 20, ada yang sampai berjam-jam orang menggunakan masker. Oke nggak sih kalau kita menggunakan masker terus, walaupun nggak olahraga, bagaimana sih seperti itu? Oke. So, kita tahu bahwa masker itu ada macam-macam mulai dari medis sampai yang masuk ke satu tempat yang penuh radiasi yang bentuknya besar dan ada satu masker juga yang digunakan oleh para atlet dia lebih tebal, dia ada setel, ada alat apa itu pengukurnya atau bukan pengukur tapi alat untuk setel apakah lubangnya besar atau kecil. Nah oke, terus apa gunanya atlet menggunakan itu? Atlet-atlet dunia sekarang menggunakan hal tersebut. Nah sekarang kita tahu bahwa Aman nggak sih pertanyaannya olahraga menggunakan masker? Walaupun masker-masker yang biasa. Kita nggak ngomong soal atlet, karena atlet pasti ada coachnya, ada perhitungannya, mereka mengetes darahnya setiap beberapa saat dan sebagainya. Jadi kita ngomong secara umum orang normal. Apakah aman menggunakan masker ketika olahraga? Jawabannya adalah sangat tergantung toleransi kita terhadap CO2. Kembali saya ingatkan bahwa jawabannya adalah sangat tergantung dari toleransi kita terhadap CO2. Jadi ada orang-orang yang memang berlatih khusus untuk meningkatkan toleransi CO2-nya, ada yang tidak. Sebagian besar orang tidak toleransi, toleransinya kecil terhadap CO2. Kenapa sih atlet itu melakukan menggunakan masker seperti itu untuk berolahraga, ada beberapa hal. Yang pertama adalah dia meningkatkan kemampuan diakfragmanya. Jadi diakfragma itu akan dipompa kuat atau dia bekerja bagus ketika dia merasa CO2-nya meningkat. Kenapa? Karena begini. yang mengatur sistem pernafasan kita itu bukan di paru-paru, tapi di otak, di medula oblongata itu namanya respiratory center respiratory center itu setiap beberapa saat dia mendeteksi kadar CO2 di dalam diri kita. Oke? So, setiap kali dicek, yang dicek bukan O2, tapi CO2. Nah, kalau kita mempunyai tidak toleran terhadap CO2, apa yang terjadi? Begitu ada CO2 sedikit, maka dia meminta untuk si paru-paru jantung dan diakfragma untuk mompa agar supaya mengeluarkan CO2 dan mengambil oksigen. Seperti itu. Nah, ketika Anda mempunyai kemampuan setelah belajar toleransi CO2-nya meningkat, maka apa yang terjadi? Maka kita mampu menyerap Oksigen lebih tinggi. Oke, saya akan memberikan lebih gambaran lebih gampangnya bila ada papan disini. Dan ini pertama kali, jadi saya agak nervous sih udah ngomongnya pertama kali. Berdiri, biasanya kan duduk ya. Kemudian ada papan yang dimana disini dicelaskan beberapa hal. Oke, ini adalah CO2. Aman kah CO2 ketika kita olahraga? Lagi-lagi, tergantung. Tergantung dari apa Anda toleran atau tidak toleran. Kalau Anda toleran terhadap CO2, maka apa yang terjadi? tubuh anda akan menyerap oksigen jauh lebih banyak nanti saya jelaskan, kok bisa seperti itu? tapi kalau anda tidak toleran, apa yang terjadi? anda... oh, tulisannya jadi terbalik ya karena ini menggunakan mirror gitu ya oh my god, saya baru sadar hal itu, terima kasih, tapi... Gak apa-apa, nanti ini kan akan di-upload lagi, semoga bisa kembali lagi ya. Nah, kalau Anda tidak toleran apa yang terjadi, Anda akan merasa pusing, lemas, seperti kehabisan nafas, bisa saja mual, oke. Tapi... Jadi, sebenarnya kalau ada yang mengklaim bahwa ada seseorang yang meninggal karena hyperkapnia atau terlalu banyak CO2 waktu dia olahraga, rasanya itu kemungkinannya kecil sekali, walaupun saya nggak bisa bilang enggak. Tapi karena begini, karena sebelum terjadi anda keracunan CO2 karena CO2-nya super banyak, Maka orang tersebut akan mendapatkan apa? Pusing, mual, dan gak mungkin Anda bersepeda terus dalam keadaan mual dan pusing, atau seperti ngap-ngap dan kehabisan nafas seperti itu. Oke? So, apa yang terjadi ketika Anda bernafas dan olahraga, maka CO2 di dalam tubuh Anda terbentuk, betul? Nah, itu harus keluar. Nah, tapi karena ada kamennya, maka sebagian CO2 akan masuk ke dalam tubuh kita lagi. sehingga terjadi penumpukan CO2 yang lebih tinggi. Normalnya kalau kita dalam keadaan rest maka CO2 di dalam tubuh kita, bukan CO2, oksigen, saturasi oksigen di dalam tubuh kita itu 95 sampai 99 persen. Oke? Ketika Anda mulai bernafas dengan masker, apa yang terjadi? CO2 meningkat. Oke? Dan itu menurunkan kadar oksigen di dalam darah Anda. Dan di situ kemudian kalau kita tidak toleran terhadap CO2, apa yang terjadi? Maka kita akan pusing, mual, seperti kehabisan nafas, ngantuknya luar biasa, dan sebagainya. Oke? Jadi, jawabannya adalah aman atau tidak, adalah tergantung kemampuan Anda. Apakah Anda toleran terhadap CO2 atau tidak? Saya mau bilang sebagian besar orang tidak toleran terhadap CO2. Kenapa? Karena memang tidak pernah dilatih kemampuan itu dan selama ini CO2 dianggap sesuatu yang buruk. Padahal kalau kita mau melihat, ada begitu banyak benefit CO2. Contohnya adalah melebarkan pembuluh darah, Fasodilator. Jadi pia melebarkan buluh darah. Kekurangan CO2 maka pembulu darat itu nyempit. Tapi kalau ada CO2 dan gas yang lain yaitu NO yang diproduksi oleh sinus kita ini, dia akan membesar sehingga peredaran darat menjadi lebih lancar. Yang kedua, meningkatkan penyerapan gula. Jadi kalau Anda mempunyai penyakit seperti diabetes atau bermasalah dengan gula darah dan sebagainya, maka kehadiran CO2 akan membantu Anda dalam menyerap gula itu ke dalam membran sel itu. Yang ketiga adalah membantu kerja hormon, dan banyak sekali. Kalo anda biasanya bernafasnya terlalu banyak, maka tubuh anda terlalu alkaline. Nah, CO2 adalah menurunkan si pH darah sehingga menjadi lebih seimbang. Yes. Kedistract sama suara bor, saya juga terdistract, tapi ini sebuah latihan yang luar biasa bagi saya yang biasanya kalo ada denger-denger suara begitu, fokus saya akan hilang. jadi bagi saya, saya memaknai bahwa ini adalah dia adalah guru saya yang sedang mengajarin saya untuk supaya tetap fokus belajar fokus dalam keadaan yang kacau sekalipun jadi sebenarnya saya punya pilihan memaki-maki dia ini udah jam 9 di Bali dan mereka melakukan satu kegiatan yang cukup kencang gitu tapi di sisi lain saya mau mengambil makna bahwa mereka adalah guru saya yang muncul barusan Tadi-tadi kenapa gak ada, tiba-tiba jam 9 malam dia muncul ketika saya live gitu. Jadi saya pikir, ah ini emang dia adalah representatif dari guru saya yang mengajar, Gobind. Kamu sekarang harus naik tingkat. Bagaimana keadaannya kita perlu untuk fokus dan konsentrasi dalam keadaan yang apapun. Oke, good. Jadi kalau saya masih fokusnya kacau-kacau, maafin aja ya. Namanya juga pertama, pasti ada ini. Oke, thank you. Nah, itu yang terjadi. Sehingga, apa yang kita bisa lakukan sebenarnya dalam kehidupan kita untuk meningkatkan kadar CO2 kita? Yang pertama adalah, exercise. Olahraga, oke. Olahraga dimana kita, ketika olahraga kita membuat si CO2 ini meningkat. Tapi saran saya, saran saya, kalau Anda olahraga, gunakan hidung. Jadi ketika Anda melakukan kegiatan olahraga, Anda gunakan hidung. Maksudnya bernafasnya, jangan gunakan mulut. Sehingga apa? Hidung itu kan lubangnya lebih sempit, otomatis kadar oksigen yang didapat itu lebih sedikit. Tapi CO2 yang dikeluarkan lebih sedikit juga, sehingga CO2 jadi penumpukan CO2 di dalam tubuh kita. di berapa kelas atau berapa tempat olahraga kalau Anda merasa bahwa ah belum waktunya saya pakai masker atlet atau masker yang untuk training gitu ya Anda bisa gunakan micropore atau plaster micropore namanya itu ketika Anda berolahraga Anda memasang plaster itu di mulut Anda sehingga memastikan Anda bernafas menggunakan hidung sepanjang Anda latihan tapi tentu di Indonesia masih masih aneh banget kalau anda jalan-jalan di luar kemudian pakai plaster tapi kalau anda olahraga seperti saya di rumah gitu ya, yoga atau anda treadmill, sepedaan di rumah seperti itu yang pakai sepeda statis maka anda bisa gunakan tolak ini untuk mencegah kebiasaan nafas mulut performa anda akan turun, tapi jangan khawatir dia akan meningkat setelah beberapa saat nah, kalau anda mau membuktikan ini setelah anda berlatih sekitar 2 atau 3 minggu Anda supaya bisa objektif, Anda pakai treadmill contohnya. Dengan kecepatannya yang sama, Anda cek detak jantung Anda. Ketika Anda menggunakan hidung, Anda cek lagi setelah 2 minggu tentu menggunakan hidung, Anda cek lagi kira-kira dengan kecepatan lari yang sama atau sepeda yang sama, detak jantung Anda berapa? Anda nggak bisa ngomong soal rasa, rasanya sama aja Pak, mungkin rasanya sama. Tapi pengalaman saya mendengar begitu banyak teman-teman yang telah berlatih butaeko dan berlatih nafas pakai hidung, nasal breathing, apa yang terjadi? Biasanya kalau dia 170, titak jantungnya itu bisa turun sampai 135 dan yang menarik adalah biasanya kalau kita habis olahraga kemudian kita ngecek kan jantung kita berapa lama kembali ke bawah 100. Nah sih dari 170 kembali normal ke 80 contohnya itu perlu berapa menit atau di bawah 100 berapa menit. Ini yang menarik, ketika Anda menggunakan nafas hidung maka kecepatan untuk kembali ke di bawah 100 diniutan per menit itu lebih cepat. Oke, itu yang pertama. Yang kedua, ketika kita menggunakan hidung adalah hidung kita ini itu ketika kita ngafas kemudian kita menarik lagi ada sisa air yang ketarik lagi sekitar 42% sehingga itu membuat kita gak lebih lebih gak gampang dehidrasi ya apalagi kalau anda berlari keringat bercucuran maka nge-save air dalam tubuh itu sangat penting oke So, itu yang terjadi kalau kita menggunakan nafas hidung. Dan yang ketiga, yang paling penting adalah ekstraksi oksigen. Lupa apa hubungannya? Ini yang menarik. Kalau Anda mau mendapatkan penjelasan detail, Anda bisa cek di namanya Bore Effect di Youtube, di mana pun ada rumusnya. Bore Effect adalah yang diciptakan oleh Niels Bors yang mendapatkan penghargaan Nobel saya lupa tahunnya tapi Niels Bohm mendapatkan Nobel pada saat itu itu penelitiannya tentang O2 dan CO2 bagaimana O2 terserap di dalam sel kita jadi begini jadi ketika kita menarik nafas kita tahu bahwa komposisi O2 di dalam udara kita itu 21% banyak banget sementara komposisi CO2 itu sekitar 0,037 jadi sangat-sangat sedikit komposisi CO2 ya. Sementara di pada paru-paru kita di alveoli itu Kalau bisa, range idealnya, range CO2 itu adalah sekitar 5,5% sampai 7%, 7,5%. Kalau tekanan merkurinya sekitar 40 mAh. Nah, CO2 ini menarik. Kalau kita mau keluarkan itu gampang. Satu kali kita mendesah, kita mengeluh gitu ya. Itu turun sekitar tekanannya sampai 2 mHg, tekanan merkuri. Nah, itu lumayan. Sekali mendesa kurang 2 mHg. Nah, kalau kita sering-sering mendesa, itu turunnya banyak banget. Nah, sementara untuk ngumpulkan CO2 itu nggak segampang kita ngumpulkan yang lain. Kenapa? Karena kita nafas aja di udara ini 0,037. Sangat sedikit CO2 itu. Nah, jadi apa yang terjadi? Kita perlu olahraga, paling nggak, atau bergerak untuk ngumpulin CO2. Tapi ketika bergerak, otomatis kita juga nafasnya banyak, sehingga keluar juga. So, kembali lagi, kenapa kok CO2 kok malah mengekstraksi oksigen di dalam sel kita? Nah, ketika kita menarik nafas, kita mendapatkan 0,037 CO2. Oke? Ketika kita mengembuskan nafas, CO2 keluar 4,4%. Lah kalau aneh nafasnya cepat tanpa olahraga, seperti ketika seseorang stres, apa yang dilakukan? Dia bernafas cepat. Kan stress kan biasanya kita nafas cepat, betul? Nah, ketika nafas cepat, CO2 kita tekor. Nah, apa yang terjadi ketika CO2 kita tekor? Maka di dalam darah kita, itu oksigennya banyak, tapi CO2-nya sedikit. Oke? Nah, bagaimana kita bisa tahu? Biasanya kita ngecek pake namanya oximeter. Ketika O2 itu meningkat, CO2 itu nurut, hubungan antara Hb hemoglobin dan O2 itu lekatnya luar biasa. kencang sekali. Maka apa yang terjadi? Oksigen tidak bisa didistribusi ke dalam sel. Nah yang membuat si oksigen ini redang adalah kehadiran CO2. Kalau Anda olahraga adanya CO2 dalam tubuh, Anda nafas cepat masih oke. Karena apa yang terjadi CO2-nya banyak. Tapi kalau seandainya Anda keluarnya lebih banyak juga, nafas yang banyak banget apa yang terjadi si U2 nya trop maka oksigen tidak masuk ke dalam sel Jadi, kalau Anda menggunakan nafas hidung, maka Anda akan membuat CO2 di dalam tubuh menjadi lebih banyak, sehingga oksigen lebih masuk ke dalam sel. Kalau penjelasan-penjelasan ini agak sulit untuk diterima, jangan khawatir, Anda lakukan saja. Dan Anda rasakan, bila Anda bernafas dengan hidung atau bernafas dengan mulut ketika Anda lari atau melakukan kegiatan apapun. 1-2 minggu pertama performa turun. Tapi anda bisa lihat setelahnya, capeknya, rasa setelah olahraga dan sebagainya. Anda bisa lihat. Oke? So, itu yang pertama. Jadi yang pertama, bagaimana cara meningkatkan CO2 dalam tubuh kita? Anda harus berlajin olahraga. Yang kedua adalah breathwork. Breathwork artinya Anda berlatih nafas untuk meningkatkan CO2 di dalam tubuh. Oke? Well, apa yang saya lakukan adalah bread work, selain olahraga juga. Karena bread work akan jauh lebih cepat untuk meningkatkan itu. Kenapa? Karena ketika Anda berlatih nafas, seperti Buteko atau Oxygen Advantage, apa yang terjadi? Anda seperti diletakkan di 2000 atau 3000 meter di atas permukaan laut. Oke? Artinya apa? Oksigen tipis di sana. Kita tahu bahwa para atlet, para atlet dunia atau siapapun lah ya, atlet yang hebat gitu, itu untuk latihan, itu dia harus pergi ke daerah yang tinggi. Dimana oksigen sangat tipis. Tujuannya apa? Tujuannya tubuhnya agar mampu menyerap oksigen lebih banyak. Nah, sekarang kita sebenarnya bisa melakukan itu di dataran rendah sekalipun, yaitu dengan cara latihan nafas. Kalau atlet mungkin pakai, apa ini namanya, training mask atau masker untuk training, tapi kalau seandainya kita, seperti saya atau orang-orang yang hanya olahraga bukan untuk menjadi atlet atau kepingin tampil di satu turnamen dan sebagainya, maka apa yang terjadi, Anda hanya perlu latihan nafas, latihan nafas yang seperti yang saya ajarkan, Anda bisa lakukan slow breathing, Anda bisa ikut kelas butaeko, atau kelas-kelas yang lain, yang dimana itu mengoptimalkan tubuh Anda terhadap toleransi Anda terhadap CO2, itu yang yang saya mau ceritakan disini. Jadi ada dua hal yang penting ketika kita bagaimana kita meningkatkan CO2 yaitu yang pertama adalah olahraga, yang kedua dan olahraganya kalau bisa menggunakan hidung, yang kedua adalah kita berlatih, bernafas. Oke? So, ketika Anda berlatih bernafas, CO2 banyak, bukan banyak sih, tapi dalam kondisi yang ideal dalam tubuh, maka apa yang terjadi? Tubuh Anda akan jauh lebih ter-energy. Oke? Tidur Anda akan lebih minyak. Lho, Pak, gimana, Pak? Kebanyakan orang akan bingung, bertanya pada saya seringkali, Pak, kalau saya banyak energy kan saya nggak bisa tidur? Nggak. kebalikan, kalau anda kecapean low energy, anda akan sulit tidur untuk tidur, kita memerlukan energi maka orang yang sehat, itu energinya bagus, tapi tidurnya nyenyak tapi kalau anda merasa, aduh pak, kenapa ya pak? pagi itu saya pusing siang ngantuk malam, nggak bisa tidur Ini yang menarik, bahwa itu berarti Anda low energy. Kalau Anda pagi bangun segar, kemudian siangnya tetap ber-energy, malam Anda tidurnya pulas, berarti good energy. Yangan kebalik ya. Jadi kita perlu untuk meningkatkan energi. Bagaimana caranya? Banyak. Tapi menurut saya daripada Anda merubah pola makan, merubah pola pikir, merubah pola-pola yang lain, menurut saya core-nya adalah merubah pola nafas. Karena dengan nafas, Anda akan jadi fokus, tenang. Dengan Anda merubah nafas, makan Anda menjadi lebih sedikit, dengan Anda nyamel jauh lebih sedikit, dengan Anda merubah pola nafas, tidur Anda akan menjadi lebih nyenyak, dengan Anda merubah pola nafas, energi Anda meningkat, jadi daripada kita, bukan saya nggak bilang bahwa olahraga bukan nomor satu ya, karena apa? karena olahraga kita cuma 1 jam sehari, paling 2 jam bagus banget makan 3 kali sehari, kalau dirubah efek tapi efeknya gak sekeras kalau kita merubah nafas karena ketika kita melakukan nafas kita merubah kita mengubah sepanjang hidup kita. Ya, dari mulai lahir sampai meninggal satu-satunya yang digunakan oleh kehidupan kita, apalagi yaitu bernafas. Tidak ada lain. Satu-satunya yang selalu kita gunakan, bernafas. Jadi ketika kita merubah pola nafas kita, kita akan merubah seluruh sistem yang ada di dalam tubuh kita. Oke. So, dan kemudian apa sih hebatnya nafas? Begini. Anda tahu kan, bahwa tubuh kita itu ada sistem yang kita tidak bisa, bukan gak bisa, tapi dia bekerja secara otomatis. Contoh, detak jantung Anda. Dia bekerja otomatis, ya kan? Melambat dan cepat, itu ada sistem yang ngatur. Pata Anda, cepat atau enggak, siapa? Sistem Anda. Sistem yang ada di kepala Anda. Atau, sistem saraf, sistem hormonal, sistem pencernaan, itu kan semua kan sistem-sistem yang bekerja secara otomatis. Namanya Autonomic Nerve System, sistem syaraf yang bekerja secara otomatis. Nah, mereka semua nggak susah banget intervensi, gimana cara intervensi nih? Satu-satunya yang kita bisa intervensi adalah nafas. Nafas itu terhubung dengan sistem syaraf otonom di dalam tubuh kita. Nah, kalau saya lagi ngobrol seperti ini, saya tidak mengintervensi, dia otomatis berjalan. Tapi ketika saya mau mengintervensi, maka dia ikut dengan kita. Nah, ketika saya mengubah pola nafas saya, maka apa yang terjadi? Detak jantung saya akan turun. Air liur saya menjadi banyak. Ketika saya merubah pola nafas saya, pencernaan saya menjadi lancar. Enzim bisa berkeluar. Detak otak saya yang tadinya cepat menjadi lebih lambat. Jadi, bagi saya bisa mempengaruhi sesuatu yang tadinya susah untuk dipengaruhi. Oke. Nah itu lewat apa paling gampang? Lewat nafas. Jadi ini menarik sekali bahwa nafas selama ini kurang diperhatikan karena kita berpikir halah cuma nafas ini tapi akhir-akhir ini Para atlet di dunia, sebelum dia meningkatkan kemampuannya dengan cara yang lain, dia menggunakan nafasnya untuk mengejar sesuatu yang lebih baik. dalam 7 atau 8 minggu ini ada buteko breathing course online itu selalu penuh dan banyak sekali teman-teman yang mereka suka olahraga mereka datang ke saya dan ikut pelatihan yang full course ada yang sharing bagaimana cara pak gobin mandi dengan Air es, saya kan sering sekali mandi dengan air yang sangat-sangat dingin. Bagaimana saya bisa bertahan di situ? Itu dengan cara kontrol nafas seperti itu. Jadi banyak sekali kegunaannya bagaimana nafas ini bisa mempengaruhi hidup kita. Nah, kembali ke apa sih yang diperlukan? bukan O2 saja, tapi kita memerlukan keseimbangan antara O2, CO2 dan gas-gas yang lain tentunya seperti itu. Tapi hari ini kita membahas soal CO2, pentingnya kadar CO2 di dalam tubuh kita yang ideal. Oke? So, saya rasa ini semua sudah saya sampaikan. Nah, sekarang saya mau ngejar pertanyaan, apa, menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Ya. Ya. Ini kebalik ya. Dan ini, lagi-lagi, ini adalah pengalaman pertama. Jadi, no problem. Saya rasa ini sesuatu yang luar biasa. Tadi yang ngebor itu juga guru. Ini juga guru saya. Jadi kebalik. Gak apa-apa ya. Oke. Oke. Saya mau bertanya, ada yang bilang pakai plaster mulut-mulut itu tidur, apakah disarankan mas? well, ini menggunakan plaster, menggunakan mulut eh sorry, waktu tidur menggunakan plaster di mulut apakah disarankan atau tidak? satu, bila anda tidur dengan mulut terbuka apa yang terjadi maka anda saya sarankan untuk menggunakannya karena ketika mulut kita terbuka kita mengaktifkan saraf simpatik yang dimana modenya fight or flight sementara kalau kita menggunakan hidung maka modenya adalah Sarfnya adalah Sarf Parasympatik Mode nya adalah Rest and Digest Jadi Anda tidurnya jauh lebih nyenyak dan kemudian Keuntungan yang lain adalah bahwa kalau Anda punya alergi, alergi akan berkurang. Karena ketika kita buka mulut, maka ada bakteri itu kita bisa hambat, kita tutup sehingga tidak masuk bakterinya. Bakterinya bisa seringkali bikin kita jadi bersin di pagi hari atau alergi, sakit tenggorokan dan sebagainya. Kemudian yang selanjutnya adalah, otomatis aroma mulut anda jauh lebih terjaga. Karena ketika kita membuka mulut, bakteri ada, aroma mulut jadi kacau. Kalau Anda snoring atau sering ngorok maka itu akan berkurang. Tapi lagi-lagi snoring itu ada macem-macem. Kalau Anda karena obesitas tentu itu lain lagi ceritanya. Yang bisa berkurang adalah snoring karena kita mulut kebuka. Kalau kita menghadap ke atas, maka lidah kita jatuh, collapse. Lidah yang jatuh ini akan menghambat pembulu udara yang di sini. Dan akhirnya apa? Jalan nafas, airway. Itu terhambat, maka kemudian bunyi ker-ker dan sebagainya. Dan itu mengurangi oksigen yang masuk dalam tubuh kita dan terkena apa yang disebut sleep apnea. Nah tapi bagi beberapa orang yang memang punya masalah kesehatan seperti sleep apnea karena mungkin masalah rahang atau ada masalah kesehatan di sekitar di sekitar apa itu namanya tenggorokan kemudian Atau Anda mempunyai masalah obesitas dan kemudian sering terhambat karena itu, maka tentu Anda perlu pergi ke dokter Anda untuk bertanya hal itu. Tapi lagi-lagi sekarang itu ada berbagai plaster yang sangat aman. Tapi memang belum ada di Indonesia, Anda bisa cek di luar negeri. Tapi selama itu belum dapat, maka saran saya menggunakan plaster yang seperti ini, supaya aman. Sehingga kanan-kiri itu masih terbuka. Bila Anda ini total buntu, maka Anda masih tetap bernafas dengan hidup. Tapi kalau Anda tidak punya masalah dan Anda ingin mencoba, Anda bisa coba. Nggak bisa pake micro port banget. Jangan pake lakban atau plaster, apa itu namanya, kabel gitu. Jangan ya. Harus micro port. Dimana ada lubang-lubang yang kecil. Nah, kalau yang di luar negeri, itu ada yang disininya memang ada lubangnya. Sehingga pengen terjadi mulut Anda tetap begini, tapi kemudian kalau terjadi sesuatu Anda harus bernafas, itu tetap bisa. Semoga ya dalam waktu dekat beredar plaster itu di Indonesia. Sekarang yang lainnya, Pak cara membersihkan sisa plaster micropore yang dilepas suka lengket gunakan VCO? ya atau atau lip balm sebelum dipakai anda gunakan lagi kalau masih lengket gunakan VCO atau waktu anda mau tidur anda lipat bibir anda baru di plaster ya oke good ada lagi yang mau bertanya monggo silahkan gak sabar nunggu minggu ya kalau sudah daftar yee sampe ketemu hari minggu ya oke eee oke Ada lagi, kalau ada yang mau tanya, monggo silahkan. Ada yang bilang kalau nanti waktu melihat dihadapin kaca aja gitu ya. Kreatif juga. Oke, good. Oke, lebih bagus mana? Nafas gada atau nafas perut? Oke, good. Ini pertanyaan sangat-sangat-sangat baik. Gini, Selama ini kita itu selalu dihadapkan nafas dada, nafas perut. Sebagian besar orang tahu bahwa nafas perut itu luar biasa. Nafas perut itu mendapat keuntungan banyak. Tapi kebanyakannya orang berpikir tentang penyanyi. penyanyi itu kalau nafas pakai perut suaranya bisa bagus bisa lama dan sebagainya tapi lepas dari itu saya mau jelaskan tentang apa sih keuntungan banyak sekali keuntungannya tapi mungkin tiga aja saya akan ceritakan keuntungannya yang pertama adalah ketika kita menggunakan nafas perut atau diakfragma ketika kita menarik nafas diakfragma kita mengembuk membesar nah pada saat itu apa yang terjadi? oksigen atau udara itu masuk ke dalam bagian yang lebih bawah kalau kita menggunakan nafas dada itu otomatis dadanya mengkak kemudian si diakfragmanya itu akan mengecik sorry, memasuk ke dalam Saya tiba-tiba teringat sesuatu, tapi... Dimanakah penghapus? Hm, penghapusnya lupa ya. Oke. No problem. Mungkin di sebelah, tapi ya sudah. Jadi, ketika kita menggunakan nafas dada, dadanya kan membesar. Diafragmanya menekan si paru-paru. Sekitar 30% dari bagian paru-paru kita akan tekan, sehingga mendapatkan oksigen. Oke. Apa sih ruginya kalau gitu? Nah, oksigen nggak bisa masuk ke dalam bagian bawah paru-paru. Bahkan nggak apa-apa, kapasitas paru-paru manusia tuh 6 liter. kita bernafas normal sekitar 600 ml. Jadi kan kalau mau ditaruh diatas atau ditaruh di bawah kan sama aja. Nggak begitu. Ketika Anda meletakkan oksigen di atas sama di bawah, di bawah diserap oleh darah sampai 7 kali lipat. Penelitiannya begitu. Jadi 7 kali lipat diserap. Oke. Tapi itu diserap darah, belum diserapkan ke... ke sel. Nah untuk masukkan ke sel itu ada tekniknya lagi. Ya. Oke. So... Satu itu, jadi oksigen lebih banyak diserap oleh darah atau udara lebih banyak diserap oleh darah ketika kita menggunakan diakfragma. Yang kedua, diakfragma yang bergerak, itu akan memicat paru-paru, memicat kinjal, dan organ-organ di sekitar kita. Dan itu akan memperbaikin postur tubuh. Kalau Anda boleh percaya atau tidak, saya selalu percaya, udah berpuluh-puluh tahun, saya percaya bahwa secara saya selalu mengukur tinggi saya itu 177 cm. Dan apa yang terjadi setelah saya berlatih buteko cukup intense, seorang sahabat dari Batam awalnya, dia bilang, Pak Gobind, Pak Gobind lebih tinggi. Mana mungkin, saya udah umur segini mana bisa lebih tinggi. Iya Pak, dulunya sama kok sekarang lebih tinggi. Satu orang, dua orang, tiga orang. Saya berpikir kenapa, mana mungkin sih. Saya penasaran, kemudian saya ukur dan ternyata betul, naik sekitar 2 cm. Saya pikir ini wow, bukan saya naik karena tubuh saya meninggi, tapi postur saya lebih tegak ternyata. Seperti itu. Itu keuntungan kedua, bahwa postur kita juga menjadi lebih baik. Selain pemicatan ginjal, pemicatan paru-paru dan sebagainya. Dan yang ketiga, yang lebih penting lagi adalah begini. Kita tahu bahwa tubuh kita itu pasti terkena racun. Lewat makanan, lewat udara, lewat air atau apa, pasti ada racun. Tapi, jangan khawatir, tubuh kita punya kemampuan untuk melepaskan racun. Namanya kelenjar geta bening. Oke, yang biasa ada di sini, di sini, atau di bawah, di bawah, di pangkal paha, seperti itu. 60% dari kelenjar geta bening kita itu ada di bawah diaphragm. Oke. So, kelenjar geta bening itu nggak punya pompa. kita harus bergerak supaya dia mengeluarkan si racun itu nah pertanyaannya bagaimana dengan para yogi para meditator yang di Himalaya yang duduk di tempat yang dingin gak bergerak bagaimana dia bisa sehat seperti itu nah mereka menggunakan diafragmanya sebagai pompa untuk melepaskan si memompas si kelenjar kita bening itu jadi pompa untuk menggerakkan si kalenjar ketabening itu sehingga apa yang terjadi racunnya keluar maka itu teknik-teknik pernafasan sebenarnya kelihatannya sepele tapi ternyata bisa melepaskan racun dalam tubuh bukan dengan lewat nafas saja tapi juga lewat gerakan si diafragma ini nah menarik sekali ketika anda berlatih buteko di awal-awal terutama apa yang terjadi? tiba-tiba diafragma anda menjadi lebih tegang atau berdenyut lebih keras itu kenapa? karena kita emang jarang sekali menggunakannya seperti itu karena udah terbiasa menggunakan nafas gada oke sehingga kita dipaksa dengan teknik itu mau gak mau kita menggunakan nafas kaya diafragma dan begitu banyak keuntungan ketika kita menggunakan diafragma oke? good oke Hilangkan, lagi dingin gimana pak? Bisakah dengan buteko ini? Saya termasuk orang yang tangannya dingin dulu badannya dingin tapi yang menarik adalah setelah saya berlatih bernafas dulu saya belajar Wim Ho saya berangkat ke Jepang tanpa alas kaki saya udah 8 tahun tidak menggunakan alas kaki pada saat itu tahun keempat dan saya menggunakan tidak menggunakan alas kaki jalan-jalan di salju bermain di salju di suhu minus pun saya mandi pakai air dingin dan itu Saya mau bilang, sebagian besar tertolong oleh nafas. Oke? Yang kedua adalah cold therapy, jadi memandi dengan air es. Yang ketiga baru, kita olahraga yoga dan sebagainya. Oke? So, good. Oke, saat latihan 4 nafas 4 detik, 4 detik tarik, 6 detik lepas, dan kepala kesemutan, apakah itu wajar? Ini yang menarik, bahwa ketika Anda melakukan itu dan terjadi badan Anda jadi dingin, kesemutan atau bagian tubuh anda kebas artinya apa? tubuh anda nggak kuat toleransinya aduh ini rasanya nggak bisa terima maka itu kemudian muncul bicara seperti itu saran saya tetap 46 tapi jangan ikut detik lebih cepat dari itu Jadi lebih relax, jangan terlalu di push malahan tapi malah lebih santai aja. Melakukan mungkin kalau enggak ya 3 detik tarik kemudian 5 detik lepas seperti itu. melakukan breath very little, oh oke breath very little itu tidak hanya diajarkan ketika Anda mengikuti buteko kelas ya karena itu berbahaya kalau nggak ada pendampingan maka itu kenapa kalau ketika Anda mengikuti buteko breathing itu mengisi form kesehatan ya oke jadi nggak setiap orang itu bisa diajarkan dengan begitu saja karena cukup berbahaya kalau gak ada pendampingan karena kalau seandainya anda setelah ikut butaiko kan pasti ada di grup dimana anda, pak kenapa saya begini pak pusing pak kenapa saya begini dan sebagainya so konsultasi tetap ada nah maka itu kenapa hal-hal seperti itu gak bisa diadarkan begitu saja karena bisa aja karena saya sendiri Di awal-awal saya belajar, waktu saya belajar Wim Hof, itu dua kali saya pinsan. Dua kali saya pinsan. Waktu saya belum belajar dalam arti ngambil pelatihannya. Ya, biasa YouTube-YouTube atau yang melakukannya lain dan kemudian saya melakukannya dan saya pinsan. Dua kali. Satu sampai mimisan, jadi jatuh, kena disini. Satu benjol disini. Seperti itu. Pak, kayaknya badan saya banyak masalah. Obesitas, snoring, low energy. Saran saya beresin nafas dulu. Kalau Anda belum berkesempatan bisa ikut buteko karena satu dan lain hal. Karena banyak hal yang Anda tidak bisa penuhi. Contohnya, waktunya, tenaganya, investasinya, atau yang lainnya. Well, gunakan slow breathing dulu. Di IG live saya itu ada cara... IG live... IG... IGTV ya. Saya sudah sempat bagikan caranya. bagaimana caranya pasang plaster di mulut suami yang sedang tidur wah itu ceritanya lain itu ya kalau plaster di mulut suami sedang tidur bentar ini kok gak nyantol gimana biar bebas alergi udara tingkatkan kekebalan tubuh Anda. Oke? Imunitas kita harus ditingkatkan. Kita tahu bahwa imunitas kita itu banyak karena apanya, ya kan? Yang pertama, mungkin makanan Anda nggak cocok. Mungkin banget, kan? Makanan nggak cocok. Tapi gimana tahu kita makanan cocok dan nggak? Biasanya lewat alergi. Tapi kalau nggak alergi, lewat nafas. Jadi kalau Anda belajar teknik Buteko, contohnya, apa yang terjadi? Maka ketika latihan nafas, Anda bisa tahu skor Anda berapa. Dan ketika Anda merasa, kok skor saya tiba-tiba jatuh, Anda bisa curiga, makanan yang tadi itu nggak cocok ke saya. Nggak ada reaksi alergi, tapi ketika skor Anda turun, kemungkinan bisa karena stres, mungkin karena kecapekan, kurang tidur, tapi mungkin karena makanan Anda. So, Anda bisa tahu makanan mana yang cocok, makanan mana yang tidak cocok. Oke? Untuk permulaan itu aranya kemana Pak Gopin? Maksudnya permulaan arah kemana apanya ini? Napasnya? Atau bagaimana? Bisa jelasin? Oke. Oke. Kenapa harus mandi air dingin? Apakah air hangat tidak baik? Well, air dingin itu banyak-banyak kegunaannya. Salah satu, menguatkan otot, terus mengurangi inflamasi. Kita tahu bahwa penyakit, bukan penyakit, tapi pembunuh nomor satu di dunia itu jantung koroner. Yang kedua adalah strok. Dan seringkali orang berpikir tentang otaknya dan jantungnya. Tapi kita tahu bahwa masalahnya bukan di otak dan di jantung, tapi pembuluh darahnya. Ya, pembuluh darah itu sebelum muncul macem-macem, itu terken... pasti terjadi inflamasi awalnya dan ketika kita mandi pake air dingin tentu apa yang terjadi anda mengurangi inflamasi anda sama seperti ketika anda keceduk dan kemudian ada bengkak ada inflamasi anda memberikan es disitu ya kan so itu yang saya mau dua hal yang saya bisa bagikan lain lagi adalah tapi satu hal lagi ya Bapak Ibu tolong hati-hati mandi air kalau mandi air dingin itu biasa maksudnya air biasa itu nggak apa-apa tapi kalau air sudah sama es air yang suhunya cukup rendah, bukan suhu ruangan biasa gitu, Anda perlu berlatih dulu. Jangan langsung. Ada step-step-nya. Seperti itu. Jadi saya nggak sarankan ke setiap orang. Tapi saya mau bilang, daripada kalau mandi air hangat, mandi air biasa aja. Kalau Anda sudah punya kemampuan yang cukup, Anda mandi air es, no problem. Oke? Oke, bagaimana cara memperbaiki cara bernafas anak usia 7 tahun yang mengorok? Menurut DSA, mengoroknya disebabkan oleh anak mandel yang membesar Bapak Ibu atau siapapun, saya waktu umur-umur segitu sampai umur belasan tahun itu tidak pernah gak sakit mengorokkan setiap Dan itu benar-benar menyakitkan. Sakitnya luar biasa. Sampai saya trauma dengan namanya sakit tenggorokan. Amandel segede itu. Dan setiap kali saya ke dokter, dokter bilang amandelnya bengkak. Dan apa yang terjadi? Saya berkali-kali ingin potong amandel itu. Dan syukur alhamdulillah sampai sekarang akhirnya niat itu nggak terjadi. Dan setiap Oke, fokus, fokus saya kacau banget. Sekolah itu selalu juara 1, 2, 3 dari bawah. Oke, saya termasuk anak yang kacau banget. Penyakitan luar biasa. Teman-teman, saya tau bahwa Gobin itu udah bolosan, rankingnya rendah. Gak bisa, pokoknya kacau banget. Oke, saya berpikir ya, memang saya begini. Otak saya gak bagus, saya pikir gitu. tapi ternyata setelah saya telusurin masalahnya masalahnya cuman simple sebenarnya karena saya mouth breather saya tuh bernafas dengan mulut dengan sejadi-jadinya kaya waktu kecil jadi apa yang terjadi? mulut saya buka kalau anda melihat postur wajah saya ini terpengaruh karena saya bernafas dengan mulut mulut yang membuka seperti itu bakteri masuk manggil membengkak so Kalau anda, kalau saran saya mulai sekarang minta anak anda untuk bernafas menggunakan hidung. Kalau malam coba cek apakah mulutnya terbuka atau nggak. Kalau terbuka bisa diganjil gitu. Atau anda bisa pakai kayak bando gitu. Kalau mau pakai plaster boleh, tapi vertikal aja. Jangan yang seperti ini. ya oke dan pertama gunakan jangan waktu lagi sakit tapi udah oke baru kemudian gunakan ya fokus akan meningkat anak menjadi lebih pintar otomatis di sekolah kalau fokusnya bagus dan kemudian energinya jadi lebih bagus dan banyak halah keuntungannya ketika kita menggunakan nafas pakai hidup ada begitu banyak oke lingka berdenging Bentar, long run dengan mulut di plaster dan pake masker aman kah? Long run dengan mulut di plaster, kalau udah pake masker saya rasa gak perlu di plaster lagi di dalamnya. Aman kah? Ya. Saya kok tadi jadi lupa nama Anda, Faiqan Lian. Kok jadi saya lupa tiba-tiba. Apa itu? Ya. Saya bilang kalau kita sudah terbiasa dengan buteko, itu cukup aman. Indikasinya gimana? Kalau Anda merasa bahwa itu mulai pusing, ngap, atau merasa mual dan sejenisnya, lepas. Tarik nafas yang dalam beberapa kali. Oke? Untuk mengganti CO2 yang terlalu banyak, dihempuskan dan kemudian ganti oksigen. Seperti itu. Tapi menurut saya sih, kalau kan udah terbiasa buteko, jadi harusnya gak masalah. Ya? Dicoba aja dulu. Mungkin gak long run langsung, tapi step by step. Oke? So... Yang lain lagi... Beda. Apakah beda nafas Buteko dengan nafas yoga? Well, beda banget. Sebagian besar dari yoga yang saya tahu, para guru yoga, itu meminta kita nafas dalam-dalam ketika melakukan yoga. Sementara Buteko tidak. Yang kedua, nafas pranayama di yoga adalah digunakan hanya untuk saat itu. Ya, seperti bastrika atau kepal beti digunakan pada saat itu. Sementara Buteko adalah teknik yang dimana kita diminta untuk berlatih agar pola nafas kita sepanjang hidup kita itu berubah dari yang boros menjadi iri, oke? So, Anda boleh tetap melakukan Bhastrika, Anda tetap boleh melakukan Kapal Beti atau Ujjain Bread atau apapun, itu oke-oke aja, nggak ada salahnya dengan itu, tapi Cara nafas Anda akan berubah ketika Anda mulai belajar Butaeko dan berlatih secara intens dalam 1 bulan. Nah, setelah intens 1 bulan, Anda tinggal maintenance. Ya, bagaimana di-maintain 1-2 kali latihan per hari, 10-15 menit, that's enough. Oke? So, itu bedanya. Ya? Good. Apakah ada lagi mungkin? Pak Gobind, kalau nafas 46 itu nafasnya pakai pernafasan perut atau dada, jangan mikirin itu dulu, nggak usah dipikirin, ya. Karena apa, kalau kita menggunakan hidung, kecenderungannya kita akan menggunakan, ketika kita nafasnya pelan, kecenderungan kita akan menggunakan nafas perut, ya. Jadi nafas yang baik adalah slow, pelan, Nafas normal kita ya. Slow. Yang kedua, light. Light itu gak penuh, yang gak banyak-banyak. Saya selalu ingat petua Nabi Muhammad. Berhentilah makan sebelum kenyang. Jadi ada rasa lapar terus dipertahankan. So, kita juga perlu seperti itu. Makanan yang paling banyak di dalam tubuh kita adalah nafas. Karena kita gunakan terus. Jadi jangan penuh-penuh. kemudian yang ketiga adalah deep deep berarti bukan yang nafas itu bukan nafas dalam itu big breath ya deep breath artinya nafas itu diletakkan di bagian paling bawah dengan cara kita bernafas dengan sorry dengan perut so Seperti saya, itu kan sering berbicara seperti ini ya. Itu ngabisin CO2 banyak banget. Maka itu saya perlu untuk latihan setelah ini untuk menambah CO2. Karena saya tadi bilang bahwa CO2 itu ngumpulnya susah, tapi ngelepasinnya gampang. Oke? So, kapanpun Anda bisa punya waktu, pelankan nafas Anda. yang kedua lebih pake menggunakan diakfragma dengan nafas pelan dan kemudian ketika nafas diakfragmanya dikembungkan tapi itu biasanya terjadi secara otomatis dan jangan terlalu penuh kemudian kalau ada olahraga saran saya tetap menggunakan hidung Jangan fokus pada performa dulu, tapi fokus pada kebiasaan nafas pakai hidung. Itu digunakan sepanjang hari. Sewaktu Anda tidur pun, Anda gunakan plaster. Ketika Anda mulai olahraga juga menggunakan nafas hidung. Ketika Anda lagi melakukan aktivitas, gunakan nafas hidung. Anda akan mendapatkan begitu banyak manfaat. Bila Anda merasa berkenan dan merasa cocok Anda bisa ikut buta ikut. Tapi kalau enggak, jangan paksakan diri Anda. Anda latihan dulu, rasakan manfaatnya, dan kemudian kita bisa bertemu lagi dan ngobrol-ngobrol lebih dalam lagi. Saya senang sekali bisa berbagi dan semoga semakin banyak orang yang mulai sadar sesuatu yang selama ini diremehkan, yaitu nafas. Oke. Ya. Mas Gobind, ada yang terakhir ini. Leon Candy yang kemarin baru ikut pelatihan Buteko. Beberapa hari setelah latihan Buteko kadang terasa lupa bernafas. Kadang terasa kekurangan nafas, breath hunger, apakah itu normal? Yes. Bukan lupa bernafas, tubuh itu pinter banget. Ketika CO2 kita kurang, apa yang terjadi dia akan berhenti dulu untuk mengumpulkan CO2. Oke. Kalau Anda telah berlatih Buteko, maka nafas kita itu akan menjadi, nafas kita akan Ops... Ops... Baik teman-teman, nyata waktunya juga sudah nepet sekali, kita udah satu jam gak terasa. Dan terima kasih atas kehadirannya untuk hadir dan nonton acara ini. Dan semoga suatu hari kita akan bertemu di kelas tetap muka atau di online Buteko Breathing Course. Sampai jumpa. Salam bahagia.











