In this Indonesian‑language monologue, Gobind Vashdev explains why many children now suffer from breathing problems, snoring, obesity, stress, and digestive issues, linking these to improper chewing habits. He argues that modern eating practices—holding the spoon continuously and using soft, sugary chewing gum—prevent adequate mastication, which hampers jaw development, reduces saliva‑borne enzymes, and keeps the body in a tense, poorly digested state. Vashdev offers concrete, actionable advice: place the spoon down between bites and chew each mouthful thoroughly; adopt a natural, firm chewing material such as mastic gum (derived from plant roots) instead of soft gum; chew for 30–60 minutes daily, especially for children aged 8‑9 whose jaws are still developing. He explains that proper chewing stimulates saliva production rich in digestive enzymes, promotes relaxation, improves digestion, curbs cravings, and supports a well‑shaped jaw and facial appearance. He also warns against mouthwashes and detergents in toothpaste, as well as over‑cooked foods, which diminish oral enzymes. The video concludes with a brief sign‑off and encouragement to watch related content.
Chapters
Kalau Anda punya anak dan anak Anda punya masalah pernafasan, tenggorokannya sering gatel, seperti itu, sakit, Anda harus nonton video ini. Kalau Anda juga punya masalah dengan obesitas, stres yang berlebih, masalah pencernaan, kita wajib nonton video ini. Namun sebelumnya, saya juga meminta Bapak Ibu untuk menonton video sebelumnya supaya dapat gambaran jelas tentang kenapa sih anak-anak sekarang giginya bertumpuk, kenapa kok punya masalah pernafasan, kenapa begitu banyak anak yang ngorok sekarang. Orang zaman dulu kan orang tua yang ngorok, sementara anak-anak enggak. Sekarang anak umur 7-8 tahun sudah ngorok. Kenapa itu bisa terjadi? Salah satunya adalah karena kita tidak mengunya. Terus para dokter nutrisionis berbicara tentang gizi, berbicara tentang kalori, nutrisi, bagus banget. Tapi nggak berbicara tentang bagaimana cara makan yang benar. So, caranya mengunya yang benar atau paling lebih efektif adalah sendoknya jangan dipegang terus. Jadi ketika kita makan, sendoknya diletakkan. Setelah makan, masuk. Sendok letakkan kunyah yang banyak. Kunyah yang banyak. Sampai habis bis-bis baru pegang lagi sendoknya. Karena kalau sendok ini dipegang terus, kita cenderung untuk ngunya. Itu yang pertama. Yang kedua adalah biasakan mengunya di luar dari makan itu sendiri. Lalu bagaimana? Permain karet? Permain karet sih oke, tapi... Tapi teksturnya lembut, terlalu lembut, ya. Mesti perlu yang agak keras. Dan permen karet kan ada gulanya, terus ada apa itu namanya, kimianya dan sebagainya. Nah, salah satu yang saya temukan dan saya sangat-sangat senang sekali, yaitu ini adalah nama Mastic Gum. Mastic. Jadi, dia itu dari akar-akaran gitu ya. Jadi, kalau Anda kering, crispy, ya, tapi... kalau sudah dikunyah, dia kena air liur kita dia jadi lia, kuat menariknya adalah Kita tidak mengunya, kita bisa mengunya pakai gerahap. Kan ada tuh yang karet yang diletakkan di depan yang dinyakun yang gini ya untuk menguatkan otot rahang kita. Betul. Tapi, satu, dia gigitnya pakai gigi depan. Dan gigi depan ini, ketika kita menggigit pakai gigi depan, simpati kita aktif. Jadi kita tegang. Seperti Singa Harimau itu kan, adrenalin kita naik. sementara manusia normalnya pakai gigi geraham sehingga dengan cara ini, mastic gum ini kita bisa menggigit pakai gigi geraham dan itu akan membuat tubuh kita relaks kalau Anda pernah melihat pelatih sepak bola itu mengunya permain karat di pinggir lapangan tujuannya adalah untuk menciptakan tubuh yang lebih relaks karena tubuhnya tegang dia sedang mengamati pemainnya sedang bermain dan mungkin dalam kondisi kala yang kedua adalah ketika kita ngunya, air liur kita jadi banyak dan air liur kita itu penuh dengan enzib untuk membantu pencernaan dan pekerjaan paling berat di bumi ini bagi tubuh kita adalah mencerna dan ketika kita ngunya air liur banyak, penuh enzim dan sekarang kita punya masalah juga dengan enzim kita karena satu adalah penggunaan mouthwash dan pasta gigi yang ada detergen-nya dan kemudian semua makanan juga hampir dimasak semuanya dan enzimnya hilang nah akhirnya tubuhnya menjadi lebih berat nah kalau kita punya air liur kita banyak, tubuh kita jadi relax dan itu akan sangat membantu pencernaan dan kita nggak craving-craving terhadap makanan-makanan yang lain Jadi saran saya yang tadi yang pertama, ketika makan sendoknya letakkan, kunyah yang banyak. Yang kedua, gunakan mastic gum atau bahan-bahan alami yang dimana untuk mengunyah. Lakukan ini mungkin setengah jam, satu jam sehari. Apalagi anak-anak di usia 8-9 tahun yang dimana rahangnya belum ter-develop dengan cara seperti itu. Dia akan membuat kiki yang bagus, rahang yang bagus, sehingga tampilan wajahnya juga menjadi lebih bagus. Oke. Itu saja dari saya. Sampai ketemu di konten yang lain. Salam bahagia dari saya, Gobind Vastya.