Apa Sih Pekerjaan Gobind Vashdev?

Gobind Vashdev teaches breathing techniques after 20 years training self-healing and trauma work. He focuses on two methods: water breathing, which he offers free online, and Buteyko breathing, developed by a Russian professor who trained the first astronaut. Slow breathing lowers negative emotions, increases energy, and may extend life, he says.
Chapters
Saya itu sejak lebih dari 20 tahun lalu, saya buat pelatihan self healing, trauma healing, stress management. Ada sekitar 50 teknik Bapak Ibu saya ngajar. Tai Chi, acupressure, polarity, EFT, ada puluhan teknik saya ngajar. Kemudian saya mencari kira-kira yang paling cocok untuk orang modern bagaimana ya. yang paling efektif untuk orang-orang yang saat ini bagaimana. Bukan yang lainnya nggak efektif ya. Tapi kemudian setelah saya mempelajarin cukup lama, puluhan tahun. Nah di situ kemudian saya mengkategorikan hanya dua hal yang benar-benar saya dalemin. Yang pertama adalah breathing. Nah breathing sendiri di kehidupan dunia ini ada tiga mashab. Satu namanya water breathing. Ini anda saya ngajar namanya LSD. Nah nanti semua teman-teman yang hadir disini itu akan diundang untuk ikut namanya LSD Breathing online. Itu gratis untuk teman-teman yang udah hadir disini. Itu adalah yang namanya Water Breathing. Jadi anda belajar, anda bisa ajarkan kepada orang lain. Aman. Tapi yang lebih dalam lagi, yang lebih advance lagi namanya Buteyko. Nah dia ini nama seorang profesor dari Rusia yang dimana pertama kali mengajar astronaut pertama atau kosmonot pertama cara bernafasnya bagaimana. Dia dari yang punya masalah penyakit asma, alergi, bahkan tekanan darah tinggi sampai 220 sembuh dan kemudian menyembuhkan begitu banyak orang. Nah teknik Buteko adalah teknik untuk memprogram otak kita agar kita bisa bernafas lambat sepanjang hari. Bapak Ibu, manusia tidak mungkin bisa emosi kalau napasnya lambat. Tidak bisa. Mana ada orang marah-marah dengan nafas lambat. Nah tapi kan, masa pak setiap hari nginget-nginget harus lambat gitu ya agak susah. Maka ada cara untuk bagaimana memprogram otak supaya nafasnya lambat sehingga emosi kita lebih terjaga, lebih oke. Nah kalau napasnya lambat, makan kita juga nggak bisa banyak. Kalau napasnya lambat, juga energi kita akan meningkat dan umurnya panjang. Anda lihat, binatang-binatang mamalia yang napasnya cepat, tikus, anjing, kucing, meninggalnya cepat. Mamalia yang paling-paling lama umurnya. Apa tau? Ikan paus, 200 tahun. Napasnya 2 menit sekali, 3 menit sekali. Anda tau faktor tertinggi, tertinggi dari manusia longevity sampai sekarang, penelitiannya belum berubah adalah bukan genetik, bukan makan, tapi kapasitas paru-paru. Sementara kita nggak ngeributin kapasitas paru-paru, kita ngeributin diet, kita ngeributin yang lain. Nah, kalau orang tanya Pak Gobind, Kan punya banyak teknik tuh. Kalau semuanya harus dibuang nih, pilih satu saja. Cuma boleh digunakan satu. Dengan gampang, saya bilang. Buteko.











