Cara Menyembuhkan Luka Hati

Gobind Vashdev explains that emotional pain comes from childhood conditioning, not from other people. Others are only triggers that reveal existing wounds. He urges you to take responsibility for your own healing instead of blaming them.
Chapters
Kalau Anda ingin menyembuhkan luka-luka hati Anda atau bebas sakit hati, satu hal yang pertama yang perlu kita ingat adalah kita perlu bertanggung jawab pada semua luka batin yang muncul di dalam diri kita. Artinya, stop untuk menyalahkan orang lain atas semua rasa yang muncul di dalam diri kita. Kalau saya punya luka di sini, dan kemudian saya terus-terusan menyalahkan orang lain, emang lukanya bisa sembuh? Tidak. Memang sih, ketika kita sakit hati, kita cenderung untuk membuat orang lain juga sakit hati. Dengan harapan, dengan cara seperti itu, kita akan sembuh. Ternyata tidak. Tidak mungkin. Pada dasarnya kita itu semua adalah orang dewasa yang punya luka di masa kecil kita. Dan luka di masa kecil kita bukan salah siapa-siapa karena ketidaksadaran kita. Kita juga diprogram oleh lingkungan, film-film, drama, cerita-cerita dan sebagainya yang kita terkondisi sehingga kata orang itu kemudian kita artikan sesuatu dan kemudian menjadi luka di dalam diri kita. Selalu ingat satu hal ini, bahwa satu-satunya orang yang bisa menyembuhkan luka kita siapa? Diri kita sendiri, ya kan? So, satu-satunya orang yang bisa menyakiti diri kita sendiri, siapa lagi kalau bukan diri kita sendiri? So, pertama Anda perlu bertanggung jawab. Yes, saya punya luka batin dan saya perlu untuk menyembuhkan luka itu. Orang lain yang Anda anggap menyakiti Anda, sebenarnya mereka hanya memicu. mereka memicu atau mereka menyentuh luka Anda. Tugas Anda bukan menyalahkan dia, tapi dia malah berterima kasih karena dia memberi tahu di mana luka itu berada. So tugas kita terhubung dengan luka itu dan kemudian membereskannya. Salah. Cara membereskannya bagaimana? Anda bisa melihat di video saya yang lain, cara memeluk emosi. Itu salah satu dari berbagai cara yang telah saya bagikan. Sampai ketemu dengan saya, Kopi Fasda. Salam bahagia.











