Gobind left Machu Picchu facing two routes down: an easy bus or a steep one-hour walk. He argues that seeking out difficult situations builds your capacity to handle them, making life feel lighter. When your skills grow, problems that once seemed huge shrink.
Keluar dari Machu Picchu, ada dua jalan menuju kota. Yang satunya naik bis. Nih, lihat-lihat itu orang-orang pada ngantri. Yang satunya adalah jalan lewat jalan kaki. Well, satu jam. Memang jadi ribet ya. Padahal kan bisa yang gampang naik bis saja. Saya jadi ingat beberapa komen di Instagram atau di TikTok gitu. Ketika saya mengajar soal nafas.
Nafas aja diatur, ribet banget sih. Lo lihat hidupnya.
Saya selalu jawabnya begini, bagi anak SD, pelajaran SMP itu ribet. Tapi bagi anak SMA, pelajaran anak SD itu, atau SMP itu kan gampang banget. So, ribet atau tidak itu sangat tergantung dari kemampuan. Kalau kemampuan kita kecil, masalah kelihatan besar. Dan semuanya kelihatan ribet. Tapi kalau tidak, ya aman-aman aja kan. Dan... Kalau hidup kita pingin ringan, maka kita perlu untuk cari tantangan-tantangan dalam hidup kita agar kemampuannya meningkat. Perjalanan ini lumayan akan turun sekitar sampai 1000 meter elevasinya dan turun itu juga berat apalagi nyeker seperti ini. Tapi penting banget kita untuk mencari keribetan dalam hidup kita. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan di dalam diri kita. Ingat, ketika kita kecil masalah besar. Ketika kita besar, masalah jadi kecil. Bagaimana caranya kita untuk meningkatkan kemampuan? Ambil tantangan dalam hidup ini. So, saya selalu bilang, jika hidup Anda pingin lebih mudah, ambillah tantangan-tantangan dalam hidup ini. Salam bahagia dari saya, Gobind. Astagfirullahaladzim.