In this monologue, Gobind Vashdev explains his personal method for boosting creativity while traveling: regularly visiting supermarkets. He cites Edward de Bono’s Lateral Thinking principle that suggests going to a supermarket to spark ideas because products compete for attention, showcasing their best designs. Vashdev describes how he uses the diverse food items and packaging he encounters in different countries to imagine new dishes, then cooks them in his apartment. This process not only generates creative concepts but also promotes healthier, more economical meals. He treats supermarket trips as a ritual that mirrors everyday life in Indonesia, preventing boredom and maintaining a sense of home while abroad. The talk blends practical advice with reflections on cultural differences, health, cost, and the role of routine in sustaining creativity.
Chapters
Salah satu cara untuk menjadi kreatif adalah pergilah ke supermarket. Katanya Edward De Bono di bukunya Lateral Thinking, go to supermarket in order to be creative. Kenapa? Karena para produk ini akan menampilkan sisi terbaiknya. Mereka bersaing satu dengan produk yang lain. Sehingga dia memunculkan kreatifitasnya agar kita tertarik dengan produk-produk itu. Kenapa saya suka pergi ke supermarket seperti sekarang ini? karena satu hal bos, saya suka travelling dan ketika saya travelling saya itu berpikir bahwa saya harus menemukan produk-produk yang makanan-makanan yang biasa dijual supermarket karena setiap supermarket negara satu dengan negara yang lain berbeda dan disitu ada makanan-makanan tertentu yang mungkin kita nggak akan tahu kalau kita cuma pergi ke restoran dan belanja atau makan di situ gitu. Sehingga saya perlu untuk melihat dan kemudian memikirkan makanan ini kira-kira dimasak seperti apa. Karena biasanya saya itu tidak tinggal di hotel, tapi tinggalnya di apartemen gitu. Sehingga saya punya kebiasaan masak. Nah, ketika saya masak, saya kan akhirnya belanja-belanja dan kemudian berpikir, oh ini bisa diginiin. Nah disitulah proses kreatif itu terjadi. Jadi bukan hanya waktu di supermarket saya melihat barang-barang, produk-produk dengan packaging-packaging yang kreatif, tapi juga ketika saya membelanja satu benda atau satu makanan dan kemudian bahan dasar dan kemudian itu dibuat sekreatif mungkin waktu masaknya. Di sisi lain bahwa ketika kita masak, itu kan kita jauh lebih sehat. Tapi tentunya lebih irit juga. Nah itulah kenapa saya selalu membiasakan ketika saya traveling, saya ke supermarket. Walaupun di Indonesia juga saya tetap ke supermarket, jadi ini seperti ke ritual. untuk harian saya supaya tidak bosan di traveling, yaitu melakukan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan di rumah atau di Indonesia sama persis seperti apa yang dilakukan di luar negeri. So, itu adalah cara untuk membuat diri menjadi kreatif dan tidak bosan selama traveling. Selambah aja dari saya, Gopin Vasya.