Kalau Saja Indonesia Seperti di Arab Sana

Gobind Vashdev saw calorie counts posted at every café in Jeddah and thinks Indonesia should do the same. A croissant can hide 800 calories. He argues mandatory labeling on all food, packaged or prepared, would help people avoid obesity and diabetes the way cigarette warnings worked.
Chapters
Mana mungkin sih, Pak? Pemerintah Indonesia mana mau mikirin seperti itu? Saya sedang berada di airport terbesar di dunia. Dan kita nggak ngomongin soal airport, apalagi Nyeker, tapi saya ingin bercerita tentang sebuah hal yang sangat menarik, yaitu ketika saya mampir ke kafe yang ada di sini, di situ kan menjual, biasanya kafe kan menjual croissant, bagel, atau sejenis cookies ya. Nah, biasanya itu kan tercantum harga aja. Nah ini selain harga, dia juga mencantumkan kalori. Dan kemudian saya berpikir, ini mungkin kafe ini aja. Saya pergi ke kafe yang lain, ternyata hal yang sama. Semua kafe di airport ini mencantumkan hal tersebut. Dan kemudian saya bertanya pada seseorang, Penjualnya, apakah ini berlaku di airport atau seluruh kota Jeddah? Ternyata seluruh kota, bahkan saya berasumsi seluruh Arab ini, Arab Saudi, itu menjalankan hal yang sama. Nah, saya berpikir ini sangat penting, apalagi untuk Indonesia. Nah, karena di Indonesia itu tindak obesitas semakin hari semakin tinggi. Diabetes itu nomor 5 di dunia. Kenapa ini penting? Karena otak kita dengan namanya kalori itu nggak begitu nyambung. Selama ini kan makanan banyak, kalorinya banyak. Nah, karena kemajuan teknologi ultra-processed food, maka bisa saja makanan yang sedikit tapi itu kalorinya luar biasa seperti tadi saya melihat bahwa croissant coklat ternyata kalorinya nggak lebih tinggi daripada croissant butter saya pikir croissant coklat yang lebih tinggi dan yang menarik bagel yang saya pikir selamanya sehat ternyata sampai 800 kalori bayangkan 800 nah mungkin bukan bagelnya yang saya pikir lebih sehat tapi ternyata disitu ada saus-sausnya yang dimana isinya begitu banyak hiden kalori disitu Nah, kalau kita sering-sering kali melihat ini, kita akan mendapatkan sense, oh ini tinggi kalori, oh ini rendah kalori. Dengan cara seperti itu, akhirnya kita bisa lebih hati-hati dalam memilih makanan kita. Karena mungkin Anda pernah tahu ya, ada orang yang makannya jarang. Cuma nyemil-nyemil dikit-dikit, tapi kemudian tubuhnya tambun atau obesitas. Nah, ini gara-gara mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka makan ternyata kalorinya seabet. Nah, kita perlu untuk mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan hal yang sama, yaitu mencantumkan kalori atau membuat peraturan yang dimana setiap jualan itu harus mencantumkan kalori. Kalau di kemasan-kemasan kan sudah ada, walaupun kita males membacanya. Tapi dengan cara seperti ini, begitu kita mau beli roti, itu kelihatan si kalorinya tersebut. Mungkin ada yang berpikir, mana mungkin sih Pak pemerintah Indonesia mau mikirin seperti itu. Ingat ya, dulu namanya rokok itu tidak ada tulisan rokok itu berbahaya, rokok itu membunuhmu. Apalagi ada gambar-gambar, nggak ada. Tapi kemudian ada, seingat saya ada sebuah kelompok yang mendorong pemerintah untuk melakukan itu. Mereka menggesak. Dan akhirnya itu hal itu terjadi. Kalaupun itu bisa terjadi, kenapa ini tidak? Paling tidak kita mesti ngomongin ke pemerintah atau melalui media sosial atau apapun. Sehingga ini semakin banyak orang yang lebih sadar dan kemudian apa yang terjadi pemerintah melakukan hal tersebut. Sehingga Indonesia penduduknya menjadi lebih sehat dan bahagia. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.











