Gobind Vashdev explains why he travels the world instead of buying a house or car. A Cornell University study shows experiences create more lasting happiness than possessions. Natural spaces with open areas reduce anxiety, and memories from travel stay with you longer than things ever will.
Chapters
Kenapa saya tuh suka jalan-jalan keliling dunia? Kok uangnya nggak dibuat beli rumah atau beli mobil, sesuatu yang kelihatan. Kalau jalan-jalan kan hilang. Nah ini menarik, ada sebuah penelitian dari Cornell University mengatakan bahwa collecting experience itu ternyata membuat kita jauh lebih bahagia daripada collecting thing. Artinya apa? Bahwa kalau kita itu dalam hidup ini kan kita punya dua hal yang kita bisa koleksi. Satu adalah barang dan satu lagi adalah pengalaman. Orang-orang yang mengkoleksi pengalaman ini ternyata hidupnya jauh lebih bahagia. Walaupun kelihatannya ya setelah kita pergi ke satu tempat dan selesai, hilang duit gitu saja. Tapi ternyata pengalaman itu mengetap di dalam kepala kita dan itu membuat sesuatu rasa yang bahagia. Nah, tapi menariknya juga adalah ada tempat-tempat yang mungkin Anda merasa nyaman sekali. Nah, tempat-tempat yang dimana kita merasa nyaman tersebut, itu medan energinya atau apapun, itu cocok dengan kita sendiri. Nah, biasanya tempat-tempat yang nature, yang spacenya luas, itu adalah tempat-tempat yang dimana orang itu merasa nyaman. Seperti sekarang ini, saya di pinggir pantai, di sebuah negara yang bagus banget. Dan yang menarik adalah di belakang ini, ada tulisan MORE. is less. Nah, more is less. Nah, kalau saya pakai baju kan less is more. Ini kan untuk buteko. Nah, pas yang sedikit untuk dapat oksigen lebih banyak. Tapi yang ini menarik sekali. Kalau more space itu kita less anxiety-nya less. Kita menjadi lebih nyaman dan lebih bahagia. So, saya challenge teman-teman semua yang ada di sini untuk melakukan percobaan itu diri sendiri. Apakah lebih suka koleksi barang atau koleksi pengalaman? Kalau saya sih koleksi pengalaman. Kalau Anda bagaimana? Salam berhagian.