Kisah Gobind Vashdev di Dalam Penjara

Gobind Vashdev visited a prison and saw inmates and families crying. He teaches them breathing, relaxation, and movement techniques to release trauma and tension, arguing that criminal behavior often stems from unprocessed pain, not evil. The work is unfunded and relies on donated yoga mats.
Chapters
Saya kemarin hampir saja menangis di penjara berura air mata di tengah teman-teman warga binaan yang juga sedang berura air mata. Saya merasa sepertinya tidak adil. Mereka mungkin adalah orang tua yang sudah membesarkan anaknya, baik pada anaknya 20 tahun, atau pasangan yang telah menghidupin keluarganya selama puluhan tahun. Namun karena ada sesuatu kejadian, satu emosi yang tinggi, dan kemudian dia melakukan sesuatu di luar atau melanggar hukum, maka dia harus menerima akibatnya, bahkan harus berpuluh tahun, bahkan seumur hidup. Dan saya berpikir bahwa melihat orang yang di penjara itu adalah negatif, jelek, kasar. Seolah-olah di dalam dirinya itu adalah orang yang buruk. Tapi saya percaya bahwa emosi-emosi yang membajak diri kita sehingga kita marah atau melakukan kegiatan atau kelakuan yang melanggar hukum tersebut, pasti ada sebabnya. Dan dari ilmu yang saya pelajarin adalah trauma. Termasuk teman-teman yang kecanduan. itu mereka mempunyai form trauma tertentu di dalam dirinya dan dia tidak nyaman dengan dirinya dan dia ingin melepaskan itu makanya dia mencari sesuatu yang bisa menghilangkan rasa tidak nyaman itu dan ya begitu banyak orang juga melakukan kejahatan di luar namun tidak tertangkap tapi sepertinya kenapa dia? kenapa mereka? seperti itu nah disitulah kemudian saya berpikir bahwa kita sudah tidak perlu Atau harus mengurangi teori-teori tentang bagaimana kita seharusnya. Jangan-jangan nasehat. Tapi kita perlu untuk melakukan sesuatu yang real, yang nyata. Yaitu memberikan mereka teknik untuk melepaskan ketegangannya, melepaskan traumanya, melepaskan emosi-emosinya. Kita semua sekarang udah canggih sekali dalam mengumpulkan emosi-emosi itu. Kita sudah didik untuk bagaimana kita bisa marah dan dipendam, kesel dipendam, benci dipendam, dan sebagainya. Tapi kita gak punya cara untuk melepaskan itu. Mempunyai cara yang sehat untuk membuang sesuatu yang dikatakan negatif itu. Sehingga semua numpuk di dalam diri kita dan akhirnya meledak suatu hari dengan tindakan-tindakan yang agresif atau melanggar hukum tersebut. Apa yang saya lakukan pada mereka adalah saya memberikan beberapa teknik untuk melepaskan ketegangan dan traumanya dan juga kecanduan-kecanduannya. Karena tubuh kita pada dasarnya punya kemampuan itu. Namun, kita tidak tahu caranya. Tarik. Lemaskan. Tarik. Lemaskan. Well, apa yang saya lakukan masih sedikit. Baru beberapa kali ke penjara dan berbagi tentang ini. Dan ini adalah inisiatif sendiri tanpa dibiayain oleh siapapun. Tapi teman-teman yang memberikan sumbangan seperti yoga mat atau produk-produk yang diberikan, terima kasih semuanya. Anda tidak perlu memberikan uang pada saya, tapi kalau Anda punya sesuatu yang ingin diberikan pada mereka untuk men-support ini, tentu saya terima kasih. Saya mengajak teman-teman yang mempunyai teknik-teknik tertentu untuk melepaskan ketegangan dan trauma atau sejenisnya. Mari kita sama-sama hadir untuk mereka-mereka yang membutuhkan. Saya Goven Fast ya. Salam bahagia.











