Gobind Vashdev demonstrates stress relief techniques for inmates with limited resources: slow, deep breathing to lower heart rate and calm the nervous system, and petting the facility's cats to trigger oxytocin release. Both work when other comforts aren't available.
Chapters
Saya sedang berada di sebuah lapas di Indonesia dan saya sedang membuat pelatihan atau berbagi teknik tension and trauma releasing exercise. Anda lihat di situ mereka sedang menyiapkan yoga matras. Tapi ada sesuatu yang ingin saya sampaikan disini, ini menarik sekali, menurut saya ini luar biasa, yaitu ada sebuah pamflet disini dan disini tertulis deep breathing, yaitu cara bagaimana bernafas. Dan kita tahu bahwa ketika kita stres, cara terbaik atau tergampang, tersederhana untuk bagaimana meregulasi stres kita adalah nafas. ketika kita menarik nafas dan melepaskan lebih pelan maka sistem syaraf kita menjadi lebih relax dan itu sangat membantu terutama ketika kita tidak tahu harus ngapain dan kita tidak bisa melakukan apa-apa tidak ada pilihan seolah-olah di sini sehingga cara terbaik adalah membereskan nafas kita menjadi lebih lambat, mengatur jantung akan lambat dan otomatis otak kita juga akan lebih tenang Disini ada kucing, ada beberapa kucing disini. Dan saya pikir, hewan-hewan ini bukan hanya berada disini, tapi ketika kita membelai hewan-hewan ini, maka kita akan mendapatkan relaksasi juga, efek relaksasi juga. Karena kan disini kan pasangan nggak boleh berada disini, otomatis menyentuh kulit. terhadap sesama mungkin akan berbahaya disini dan orang akan berpikir yang lain, tapi apa yang terjadi ketika kita membelai hewan maka itu juga akan memunculkan perasaan nyaman atau hormon oksitoksin kita akan keluar juga dan itu membuat kita menjadi lebih santai juga. So ya, napas kesentuhan dengan hewan, dan kemudian tambah satu lagi teknik tension and trauma release exercise. Semoga ini akan bermanfaat untuk kita semua. Salam bagi dari saya, Tobin Paska.