Nonton Podcast Ini Kalau Kamu Mau Panjang Umur Dan Sehat!

In this hour‑long Indonesian podcast, host Samuel Chris interviews Gobind Vashdev, a self‑described hard‑working author and entrepreneur. The conversation moves from the psychology of hatred and heartbreak to a broader spiritual framework that sees love as non‑attachment and self‑healing as the only true cure for emotional wounds. Gobind argues that resentment harms the body, that “sakit hati” (heartache) is a mental construct reinforced by media, and that the only person who can heal us is ourselves. He links these ideas to ego expansion, suggesting that widening rather than shrinking the ego allows us to see all humanity as one. The dialogue weaves in teachings from the Quran, Rumi, and Jesus, emphasizing the removal of anger and hatred to experience pure love. Gobind also discusses his publishing philosophy: his book Happiness Inside is released under a copy‑left licence, encouraging free redistribution and planting a tree for every printed copy. He runs the “Wisdom Shop,” an online store that operates on a pay‑after‑read model, offers a 100 % money‑back guarantee, and prioritises environmental responsibility. Practical advice surfaces throughout: focus on giving rather than taking, adopt the “Awareness Before Change (ABC)” mindset, practice breathwork to rewire thousands of daily habits, and pursue small, consistent actions infused with love. The episode concludes with Gobind’s perspective on success and wealth—viewed as a by‑product of generous intent and inner awareness—while reinforcing that personal transformation starts from within.
Chapters
Bapak pernah mengatakan bahwa Bapak tau caranya orang untuk sembuh dari kanker.
Ada penelitian bahwa kalau kita jalan-jalan di hutan dan sebagainya, maka ada satu zat tertentu yang berinteraksi pada tubuh kita dan itu akan membuat penyembuhan kanker menjadi lebih baik.
Kenapa maksudnya Bapak setiap kali ngeliat benda ini, Bapak selalu turunin ini dari atas?
Apapun yang kita hirup itu masuk ke dalam paru-paru kita dan terseram. Kira-kira dia habis berapa lama? Ya ini sebulan sih habis. Habisnya ke mana? Ya ke udara. udaranya kemana? baru sadar, oh udara yang kita lihat tapi ketika kita tau nafas itu adalah untuk bagaimana kita bisa membuat tubuh kita seger membuat ngantuk, membuat kita menjadi tenang dan sebagainya itu bisa diatur lewat nafas karena jembatan antara tubuh dan pikiran kita
itu nafas jadi kalau orang yang setiap hari katain orang lain tok dan lain-lain itu berarti mencerminkan dia ya?
saya berempati, kasihan dong ya memang kita pernah membenci orang lain?
pasti pernah sih kayaknya pernah benci apa sih?
kita juga gak pernah mencintainya Ah!
Ternyata 91,6% orang yang nontonin podcastku itu masih belum subscribe. Nah buat temen-temen yang udah nontonin podcast ini berkali-kali dan suka dengan podcast ini, merasakan manfaat dari podcast ini, boleh tolong bantu aku untuk subscribe channel ini. Karena satu subscribe yang walaupun tuh gratis, itu sudah lebih dari cukup untuk membantu tim dari The Samuel Chris Show untuk terus mengembangkan podcast ini. Aku janji sama kalian, dengan support kalian satu subscribe itu, aku akan meng-upgrade terus podcast ini dan mengundang bintang tamu-bintang tamu yang lebih keren-keren lagi biar kalian terus mendapatkan manfaatnya dari podcast ini. Pak Gobin, thank you so much udah mau meluangkan waktu hadir di podcast saya Pak hari ini.
Thank you, Sam, for having me.
Ini aku sebelum mulai podcastnya, aku yang excited banget sebenernya. Karena, waduh, ini beneran akan jadi podcast yang daging banget, Pak. Ya ini aku udah kasih disclaimer buat temen-temen. Temen-temen, luangkan waktu sejam mungkin ya untuk podcast ini. Hidup kalian bisa berubah selama-lamanya. Ada banyak sekali hal-hal yang saya pengen bahas hari ini, Pak. mulai dari yang paling general dulu lah, yang walaupun saya tau udah di semua tempat orang membahas tentang Pak Gobin yang nggak memakai alas kaki selama 18 tahun, Pak.
No, no. Alas kaki itu 13 tahun.
Alas kaki itu...
Basically kemarin 13 tahun.
Kemarin berhubung kemarin.
Bener-bener kemarin.
13 tahun, Pak. Itu walaupun saya udah tau alasannya karena untuk penyeimbangan tubuh, ya kan, mengikuti gerakan yang ada di Bali, yang ion negatif dan positif. Tapi boleh nggak dijelaskan, Pak, secara cepat aja, kenapa memutuskan untuk nggak pakai alas kaki, Pak?
Awal alasan pertama adalah ketika saya ketemu satu solidaritas internasional. Jadi bukan solidaritas, tapi sebuah gerakan orang-orang asing yang di Bali. Mereka itu mengumpulkan dana untuk anak-anak terlantar dan sebagai solidaritasnya mereka melepaskan sandal dan sepatu. Saya tergerak, saya berpikir bahwa mereka itu orang asing datang ke Indonesia mau melakukan sesuatu yang boleh dibilang untuk anak-anak kita gitu ya. Sementara saya lahir di Indonesia, besar di Indonesia, ngirup udara Indonesia, ngijak tanah Indonesia, terus apa yang saya bisa lakukan untuk anak-anak Indonesia ini? Sehingga perlu satu tahun saya untuk memikirkan tentang saya kepengen ikut atau paling tidak apa ya, membantu gerakan mereka. Tapi kemudian setelah satu tahun akhirnya saya memutuskan untuk tidak menggunakan as kaki sejak 13 tahun lalu. Tapi, tapi bulan Desember lalu saya membeli sepatu. Oh!
Kenapa?
Iya, tujuannya cuma satu, ingin menghancurkan ego atau ya boleh dibilang identitas saya, branding saya, ingin saya hancurkan.
Tapi dipake ga sepatunya?
Dipake mungkin 10% aja, atau jarang sekali saya pake.
Wow, dan sekarang ga pake sepatu ya, bisa ditunjukin ga sih? Ga bisa ya ke kamera. Bener-bener sekarang pun gak pake sepatu.
Desember kemarin saya waktu lagi di Eropa dan kemudian saya pergi ke tuku-tuku sepatu barefoot dan disitu saya beli. Dan orang yang mengetahuin itu, yang menjual itu bilang, jangan deh, tolong jangan beli gitu. Tapi saya bilang enggak, saya mau hancurkan ego saya. Saya melakukan.
Dan saya tahu dulu sempat ada sepatu yang hanya atasnya doang ya Pak, bawahnya kosong. Itu supaya kalau ke bandara gitu ya.
Enggak, sebenarnya awalnya seperti itu, tapi sebenarnya enggak pernah dipakai akhirnya. Jadi ini, selama dari tahun 2011, saya kepengen tidak mengundang alas kaki. Ketemu si soulman itu, nama organisasi itu. Tapi kan perlu satu tahun demikir, aduh bagaimana nanti kalau ke bandara bagaimana? Nanti kalau ke mall bagaimana? Nanti orang tua bilang apa? Ntar penghasilan bagaimana? Kan begitu banyak hal yang ketakutan itu kan ya. Nah ketika itu saya ketemu sama Robert, Robert Epstone yang pendiri dari si Soulman itu, saya tanya, kamu kalau pergi pesawat dan pesawat itu tidak boleh kan bagaimana? Dia keluarin tuh sebuah sepatu yang lobang. Nah begitu saya mengetahui sepatu lobang itu, semua ketakutan saya hilang. Saya berpikir saya punya jimat nih, kapanpun saya pegang ini kalau saya ga bisa masuk mall saya tinggal pake, beres. Nah yang menarik adalah selama 12 tahun saya ga menggunakan alis kaki, benda itu paling dipake cuma 2 kali.
Kenapa pak?
Ya emang bener-bener gak boleh gitu, pada saat itu. Satu di Disneyland Hongkong, eh sorry, Jepang pada saat itu bukan gak boleh masuk tapi mereka bilang ini kalau kamu mau naik buah hana wajib pake sepatu. Jadi saya pake itu untuk keselamatan sih sebenarnya. Tapi boleh dibilang gini, kita itu punya ratusan ketakutan kan. Nanti kena paku, nanti Nah ini lah gak boleh masuk mall, gak boleh naik pesawat dan sebagainya. kena... Ratusan ketakutan itu ternyata tidak terbukti. Dan ini mengukuhkan saya bahwa di dunia ini yang paling berat itu bukan menjalani, tapi memikirkan sesuatu yang belum dijalani.
Tapi kalau ke kementerian gitu pak pernah gak ke istana negara?
Gaya Istana gak pernah.
Mungkin kalau ke kementerian ya?
Iya.
Itu tetap gak pake sepatu?
Gak pake. Kemana pun saya gak pake. Kan mereka mengundang saya instansi dan sebagainya.
Oh udah tau ya?
Iya.
Kalau ke bandara gitu diliatin orang itu gak malu pak?
Enggak. Malah kemarin itu waktu saya pake sepatu saya merasa bahwa kok aneh semua orang pada ngeliatin saya. Justru kalau pake sepatu malah. Iya. Pramugarinya bilang, tumben pak pake sepatu. Duh.
Cuman maksudnya di awal-awal gimana caranya untuk mempunyai sebuah mindset bahwa yang tadi tuh overcome the fear tuh gimana sih?
Iya itu kan perlu satu tahun kan. Satu tahun kan mikir-mikir kemudian saya punya jimat ya itu sepatu yang lubang itu. Saya berpikir bahwa kalaupun saya gak boleh masuk saya pake itu. Si jimat itu saya pegang terus tapi ternyata ga kepake setelah beberapa lama ga kepake dan baik-baik saja. Dan yang menarik adalah bahwa sebagian besar orang ga liat sepatu kita. Jadi setelah beberapa lama saya jalan gitu kemudian orang bilang, Kamu tuh gak pakai sepatu.
Baru nyadar ya?
Baru nyadar. Bahkan ketika saya ngomong baru nyadar. Jadi sebenarnya percuma sih beli sepatu mahal-mahal. Orang gak akan lihat.
Oke, itu dari sisi, maksudnya awalnya. Tapi akhirnya memang secara kesehatan juga yang ion negatif itu Pak, yang saya pernah nonton ya Pak.
Betul banget. Bahwa kita ini mendapatkan ion positif dari matahari banyak, tapi kita gak dapatkan elektron negatif dari bumi. Ketidakseimbangan magnetik di dalam tubuh kita itu menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Seperti?
Bisa macam-macam. Jadi mulai dari masalah inflamasi yang meningkat gitu. Kemudian mood kita menjadi kacau. Kemudian tidur kita gak nyenyak. Jadi boleh dibilang ada sekitar 20 jurnal yang mendukung tentang grounding atau earthing ini. Dan kalau kita gak harus 24 jam, tapi 30 menit. 30 menit setiap hari. Hubungkan diri kita dengan batu, pasir, tanah, rumput. Nah keempat media ini mengeluarkan elektronik negatif. Di mana mood kita menjadi lebih baik, tidur kita menjadi lebih nyenyak. Kemudian kita juga tekanan darah, detak jantung dan sebagainya itu pelitanya menjadi lebih stabil. Bahkan gula darah kita menjadi lebih stabil ketika kita berjalan kaki tanpa alas kaki. Tapi pastikan itu aman.
Oke, jangan kenapa aku ya.
Iya betul. Tapi pun kalau orang itu bilang bahwa, Pak saya itu kena diabetes, gak boleh nanti luka bagaimana. Nah sebenarnya kita gak perlu jalan, tapi menghubungkan.
Diem aja, gesek-gesek dikit.
Nempel aja itu sudah dapet elektronegatif. Apalagi sekarang handphone gak lepas dari kantong kita. Wifi dimana-mana. Semua itu kan radiasi. Dan radiasi inilah yang akhirnya terserap dalam tubuh kita. Maka kita perlu grounding untuk menyeimbangkan tersebut. Sam tau gak ada sebuah joke mengatakan begini, tau gak penemuan paling keji di dunia itu bukan bom atom atau nuklir, tapi sepatu dan sandal. Kenapa?
Serius?
Karena dia memisahkan kita dengan ibu kita, ibu bumi yang gak pernah disentuh lagi. Jadi kita perlu untuk menyentuh ibu kita untuk mendapatkan elektron negatif dan keseimbangan dalam tubuh kita.
Cuman gak usah 24 jam kayak gini, ini ekstrim ya? Gak harus, gak harus Tapi kalo misalnya naik ke atas kasur tetep cuci kaki dong, Pak?
Iya, saya cuci kaki, tapi kan saya gak pake sabun Nah, ini yang menarik
nih Jadi kalo mencuci kaki gak pake sabun untuk itu, menurut cadangan saya udah 18 tahun 18 tahun Gak pake sabun Sampo Gak pake sampo Pasta Pasta, ya kan? Apalagi kalo kayak rambut saya gini pake wax Ini gimana? Saya setiap hari pake wax, Pak Nanti kita pas itu ya Cuman, oke, kalo cuci kaki tadi ya, gak pake sabun tuh pake apa pengantinnya, Pak?
Air aja, air, semua-semua pake air Kalau
bakterinya Pak, disitu kan ada bakteri sepanjang hari jalan-jalan gitu.
Tahu nggak bahwa di satu sel manusia ada 20 bakteri dalam tubuh kita. Jadi 90% kalau jumlah ya, kita ngomong jumlah, tubuh kita ini bakteri. Sebenernya kita manusia atau bakteri? Saya selalu tanya begitu. Karena setiap satu sel manusia, jumlanya ya, itu ada 20 bakteri di situ.
Oke.
Dan lebih banyak bakteri yang menguntungkan daripada tidak.
Oke.
Oke. Saya bukan anti sabun, saya bukan anti hal-hal seperti itu. Tapi maksud saya begini, ketika kita pakai sabun antibakteri contohnya, emang bener sih ada 5.000 bakteri buruk yang mati. Tapi ada 50.000 bakteri yang baik juga yang mati. Otomatis seperti itu. Lagi-lagi, saya bukan anti itu. Tapi kenapa saya tidak menggunakan? Karena saya setiap hari dalam hidup saya, saya tuh berusaha untuk meningkatkan imunitas saya. Sehingga saya beradaptasi dengan bakteri-bakteri yang ada di gitar saya.
Mungkin tuh alasannya kayak orang gila yang, sorry ya, makan sampah pun tetap gak sakit. Iya gak sih pak? Karena mungkin imun tubuhnya sudah
menyesuaikan kali ya? Mungkin, tapi saya gak tau apakah orang gila itu umurnya panjang atau tidak, gak ada penelitian kan seperti itu ya. Cuman
kalo yang ga pake pasta gigi pun ga ada pengantinya, air aja? Oh engga, kalo
pasta gigi saya pake namanya oil pooling. Oil pooling. Oil pooling, jadi itu resep ayurveda dimana saya minum, bukan minum sih, kumur-kumur dengan sesame oil atau minyak wijen yang cold press. Atau kalo engga bisa pake VCO atau olive oil gitu. Dan dikumur-kumur sekitar 15 menit. Dicampur air dulu pak ya? Enggak. Satu sendok teh atau satu sendok makan gitu di kumur-kumur 15 menit sebelum makan dan sebelum minum apapun pagi hari. Tujuannya adalah untuk mempul si toksin yang ada di sini dan kemudian juga dia membuat si gigi kita menjadi lebih baik. aroma mulut kita menjadi lebih baik. Dan setelah itu dibuang, nah ketika dibuang kemudian kita bisa sikat gigi. Nah sikat giginya itu bisa pake, mau pake siwak boleh, pake sikat gigi biasa dikasih garam sedikit bisa. Biasanya orang biasanya kumur-kumur pake garam kemudian dibuang untuk menghilangkan sisa minyak itu. Tapi saya biasanya kasih garam sedikit kemudian saya sikat gigi pake garam. Nah berarti kalo
bener-bener sampah pun cuma air? Air. itu
ada kok gerakannya namanya nopuh. Nopuh? Nopuh, iya. Gak berminyak tuh rambut? Awal-awal berminyak.
Tapi lama-lama dia bisa menyesuaikan?
Betul sekali. Kehebatan tubuh sebenernya bukan hanya manusia tapi begitu banyak makhluk hidup juga seperti itu. Bahwa tubuh kita ketika sampai titik tertentu dia akan mengaktifkan mekanisme untuk membersihkan dirinya sendiri. Nah selama ini kita itu gak kenapa kok berminyak karena kebiasaan untuk dibersihkan kan. Sama seperti kalau kita punya seorang anak, anak itu SMA gitu punya ruang tidur yang berantakan gitu. Dia pergi sekolah dia balik lagi Orang tuanya udah bersihkan, bersihin. Balik lagi bersihinnya, dia merasa baik-baik saja tuh. Tapi ketika orang tuanya bilang, mulai sekarang saya gak akan bersihkan. Maka semakin berantakan, berantakan. Setelah satu bulan mungkin bau, merasa gak nyaman, dia mulai membersihkan sendiri. Sama, tubuh kita juga begitu. Karena terbiasa dibersihkan setiap hari, akhirnya mekanisme untuk membersihkan tubuh itu hilang. Ketika kita biarkan, mungkin akan lepek. Mungkin akan berminyak, mungkin akan bau dalam satu bulan. Setelah itu kemudian dia mempunyai mekanisme sendiri untuk menyeimbang. Oke, nah kalau kaya saya
nih Pak yang wax, karena ini menjadi ciri khas saya nih kan. Orang liat rambut ini, oh ini Samuel Christy kayak gitu misalnya. Nah terus saya kalau gak pake wax, rambut saya gak bisa gini, pasti jatuh gitu. Sedangkan wax kan udah pasti chemical Pak, disitu pasti ada gitu. Ini
gimana Pak? Betul, ini masalah prioritas aja bahwa branding. Saya dulu juga rambut saya panjang, kemudian semua baju saya putih, celana saya coklat. Itu branding saya. Semua orang tau bahwa gue Bin itu bentuknya seperti itu. Dan kemudian suatu hari saya melihat baju yang warna berbeda, kemudian diri saya bilang, gak bisa Bin. Kamu kan brandingnya warna putih. Kamu kan udah ideal gitu. Udah semua orang tau begitu. Nah disitulah kemudian saya bilang saya termelekat dengan branding saya. Kemudian saya mau hancurkan itu, saya beli baju itu. Rambut saya potong. Sekarang pun saya punya branding yang semua orang tau nyeker, saya hancurkan lagi. So, menurut saya itulah esensi dari kehidupan. Bagaimana kita bisa bahagia kalau kita melekat pada identitas kita. Wow. Oke, oke sih
Pak. Mungkin saya harus mencoba hal yang baru juga. Tapi kalo misalnya orang masih tetep pake sampo, sabun wax. Oh iya, iya, iya. Gapapa sih,
gapapa. Ini bukan masalah bahwa anda harus ngikutin saya. Bahwa apa yang saya lakukan itu bukan karena atas ketakutan. Jadi di setiap manusia itu kan didorong oleh motivasi itu dua. Satu adalah fear, satu adalah love. Takut atau cinta. Nah, orang tanya, Bin kamu tuh gak pake sabun, sampo, itu kamu takut kena penyakit atau kamu takut dengan kimia itu merusak tubuh? Enggak, enggak, enggak. Karena saya sangat sayang sama bumi ini. Karena saya cinta dengan tubuh saya. Jadi saya tidak memberikan sesuatu yang saya tidak bisa makan dalam tubuh saya. Orang tanya, Gobin vegetarian atau vegan itu karena takut kolesterol atau apa? Enggak-enggak, saya mencintai kehidupan. Bagi saya tidak adil untuk memisahkan antara ibu dan anak. Untuk menyenangkan lidah saya, saya harus memisahkan induk dan anaknya. Sehingga saya tidak melakukan itu. Oke, wow.
Parfum juga berarti gak dipakai? Enggak.
Essential oil kapan-kapan saya pakai kalau
diperlukan. Bener-bener natural banget semuanya ya. Kalau tempe itu digoreng dulu atau langsung dimakan
mentah pak? Enggak, tempe itu saya biasanya kukus, panggang, rebus gitu ya. Jarang
goreng-goreng juga udah? Jarang
goreng-goreng,
jarang goreng-goreng. Untuk kesehatan ya? Oke pak, disini saya mau tunjukin sebuah video ya, ini. Well,
ini pakai baju tipis dan nyetir. Jalan
di salju. Ini berapa derajat waktu itu pak yang jalan di Salju
ini? Mungkin itu di Norway, waktu itu mau lihat yang Aurora itu, mungkin minus 10 kali. Minus 10? Oke. Ini contohnya siang di Makassar yang panas.
Panas di Makassar, disekir di asfal. Saya pernah merasakannya pak ya, yang dimana waktu itu saya juga apa ya, istilahnya coba gitu kan, waktu itu masih kecil. Terus panas banget, akhirnya saya lompat-lompat, karena panas banget. Apa sih maksudnya yang membuat di dalam pikiran ya yang membuat pak gobon itu bisa bertahan di dalam suhu yang sangat-sangat ekstrim mau di dingin banget mau ada yang panas banget tetep bisa bertahan nyekir pak itu
kan? yang pertama adalah tentu ini semua kebiasaan bahwa bahwa tubuh kita itu luar biasa bahwa setelah beberapa saat kita nyekir maka tubuh kita akan membentuk satu lapisan kulit yang lebih tebal sehingga kita bisa lebih kuat contoh kalau kita nge-gym gitu kan disininya juga akan muncul Kulit kan, sehingga tubuhnya itu mempunyai mekanisme untuk melindungi. Bahwa kalau anda nge-gym terus ini bisa luka, supaya gak luka maka dia mengunculkan kulit yang baru. Sama seperti... Berarti
kaki Pak Gowin sudah tebel banget ya?
Enggak, gak tebel banget sih. Banyak orang bilang itu tebel banget. Tapi sebenarnya mirip seperti kaki biasa dan sayang juga gak pecah-pecah. Kenapa gak pecah-pecah? Kenapa kok bisa bertahan? Sebenarnya intinya adalah di sistem syaraf kita yang harus relax. Jadi... Itu di mindsetnya
yang diatur? Jadi
gini. Manusia itu selalu berpikir bahwa stres itu di kepala. Tidak, stres itu di sistem syaraf kita. Sistem syaraf kita yang tegang. Itulah stres itu sendiri. Jadi sistem syaraf itu bayangkan beginilah, kalau kita masuk hotel atau restoran gitu kan baik, bagus, kinclong, rapi, teratur gitu. Back office itu, itu kan ada keriwahan yang luar biasa kan. Ngurusin absensi, ada kudang, ada apa-apa seperti itu. Nah dibalik kinclongnya wajah kita, glowingnya kulit kita, dan semua ini di belakang itu ada sebuah sistem yang nonstop otomatis bekerja. Namanya autonomic nerve system atau sistem syaraf yang bekerja secara otomatis. Nah sistem syaraf ini itu mempunyai dua cabang. Satu adalah namanya simpatik, berasal kata simpa-simpa itu bersama, bersamaan. Kemudian parasimpatik. Simpatik itu membuat tegang, parasimpatik membuat relax. Ketika kita dalam kondisi terancam, otomatis kita tegang. Nah tegang itu modenya fight or flight. Nah pada saat itu adrenalin naik, kemudian detak jantung kita semakin cepat, nafas kita juga cepat. Kita dalam kondisi fight or flight. Oke, tegang. Nah itulah yang disebut stress. Nah di sebaliknya itu namanya parasympatik. Parasympatik artinya bahwa tubuhnya itu modenya rest and digest. Jadi tubuhnya relax. Detak jantungnya turun, broncusnya nyempit, peristatik lambung bekerja, cairan pedu keluar, dan pada saat itu kita boleh makan, kita boleh ngobrol, kita boleh santai dan sebagainya seperti itu. Nah cara untuk membuat yang gampang ada beberapa cara, tapi yang paling gampang untuk switch ini sebenarnya dari nafas kita. Karena antara tubuh dan pikiran, antara sesuatu yang kelihatan dan tidak kelihatan, lahir dan batin, itu ada sebuah jembatan dan jembatan ini nafas. Maka ketika kita membuat nafas kita menjadi lambat, maka otak kita akan berpikir, oh orang ini santai kok, tenang kok, baik-baik aja. Berarti tubuhnya jadi relax juga. Oh berarti
cara untuk mengakalinya itu dengan pernafasan salah
satunya. Iya, nafasnya pelan. Contohnya saya kan sering melakukan ice bath sejak 9 tahun lalu. Sekarang lagi ngetop nih ice bath. Tapi sejak 9 tahun lalu waktu saya pergi ke Jepang, kemana itu kan saya nyeker juga. Nah, pada saat itu masuk ke air yang sangat-sangat dingin, itu kan bikin stres. Tubuh langsung biasanya gitu, kemudian orang mulai panik. Nah ini akan malah berbahaya. So apa yang kita lakukan, yang perlu dilakukan adalah ketika masuk, maka kita perlu untuk mengatur nafas kita selambat
mungkin. Selambat mungkin. Gimana caranya untuk membuat nafas
jadi lambat, Kak? Ya, nariknya mungkin dipelanin, tariknya. Dan kemudian lepasnya juga dipelanin gitu. Jadi tarik dan lepasnya itu dipelankan gitu. Jadi contohnya kalau kita tarik 2 detik gitu, mungkin kita bisa tarik 5 detik. Lepasnya juga seperti itu. Nah ketika kita tarik dan lepas lambat, otomatis sarafagus kita itu teraktivasi dan kemudian kita menjadi relaks, detak jantung kita menjadi pelan.
Jadi kuat ya di dalam ice bath
ya. Dan otaknya bilang, oh ini baik-baik aja tuh. Nah disitulah sebenarnya tujuan kita ice bath itu bukan untuk gaya-gayaan sih sebenarnya. Untuk healing ya. Tapi bagaimana kita oke dalam kondisi tidak oke. Jadi ketika kita masuk kan stres, tapi kemudian kita menghadapinya dengan napas yang pelan, otomatis... Tubuhnya bilang, oh oke oke oke, keadaan gini oke kok, dia oke kok. Nah dengan cara seperti itu ketika kita menghadapi stres dalam kehidupan kita, maka kita sudah terbiasa. Kita sudah oke kok, ini baik-baik
aja kok. Tapi kan kalau ASB itu buat kesehatan juga bagus pak ya. Katanya orang kalau nge-gym capek-capek, masuk ke situ 30 detik keluar langsung gak sakit badan dia.
Tapi penelitian terakhir kalau kita mau besarin otot itu gak oke. Bagusnya di awal, sebelum kita olahraga, kita ice bath, kemudian setelah olahraga sauna,
itu lebih bagus. Oke, oke. Nah kalau kita ngomongin tadi masalah mandi ya, berarti Pak Gowin sendiri mandi itu air hangat atau air dingin? Air biasa.
Enggak pakai air hangat? Ya, maksud saya bukan pakai air hangat, tapi saya pakai air biasa atau air dingin. Air dingin dalam arti air
es. Memang udah terbiasa dengan air biasa itu atau memang gimana pak? Ya memang
ya sejak tahun 2006 waktu saya ke belajar tentang pernafasan, belajar tentang hal ini. Kemudian saya berangkat ke Jepang pada saat itu, waktu itu masih 4 tahun nyeker. Nah disitu mulai dari di Jepang itu 15 hari saya tidak menggunakan air hangat apapun. Walaupun cuaca minus ya, talju saya tetap pakai air dingin. Sambil lompat-lompat
tuh mandinya
pak? Enggak. Bahkan berendam, lagi-lagi udah tau teknik napasnya kan. Berarti
napasnya pelanin lagi gitu ya, kalm gitu ya. Cuman buat kesehatan memang apakah lebih oke air biasa atau air hangat pak? Karena saya jujur aja gak bisa mandi kalau gak air hangat pak. Saya kayak takut banget
gitu loh. Jadi salah satu kenapa Setiap hari saya melakukan sauna di rumah, atau mandi air es, atau olahraga, olah nafas, dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita. Tujuannya itu. Jadi kalau kita ini hidup di dunia yang paling-paling enak sepanjang sejarah kehidupan mungkin. Panas dikit AC, dingin dikit pake kemul. Makan gojek, gofood 24 jam. Semuanya oke kan? Nah, ketika pada saat itu terjadi, maka kekebalan tubuh kita merasa bahwa ini aman semua. Maka dia apa yang terjadi? Dia tidak melakukan suatu... Sama seperti ginilah. Sebuah negara ini aman, sejahtera, gemah, lipah, ojinawi, semuanya baik-baik saja. Maka apa yang terjadi? Tentara sama polisi ngapain? Iya diem-diem juga, nyantai. Iya nyantai, mungkin gedut-gedut perutnya. Nah sama kekebalan tubuh kita itu perlu untuk dikuatin. Jadi cara terbaik untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah membuat stres yang terukur dalam tubuh kita secara bertahap. Berarti Pak Gobind jarang sakit? Boleh dibilang seperti itu. Kapan terakhir sakit pak? Wah saya lupa, tapi pun kalau sakit juga gak apa-apa, tapi jarang sih.
Dibiarin aja berarti kalau
sakit pak? Iya, saya biasanya ketika sakit ya saya pasti akan latihan nafas. Gak minum obat pak? Hampir, hampir enggak. Gak minum vitamin? Vitamin, minum mungkin. Vitamin C, D? Enggak, kalau vitamin C saya lebih baik buah begitu. Magnesium, Zinc? Magnesium sebenarnya waktu untuk mau tidur, bisa digunakan untuk kalau mau relaksasi tidur seperti itu, untuk istirahat lebih baik, yes. Yang
pak Gobind konsumsi vitamin apa aja pak?
Gak selalu, dalam arti begini bahwa terkadang saya konsumsi vitamin D, tapi terkadang sebulan gak melakukan seperti itu, saya habis mungkin ganti vitamin lain-lain gitu. Yang rutin mungkin magnesium untuk tidur ya.
Oke, nah saya pernah ngeliat ada ramuan yang dibuat oleh Pak Gobind setiap pagi.
Oh iya, iya. Itu ramuan apa
Pak? Boleh jelaskan gak? Campurannya apa dan
untuk apa? Itu cuka apel. Pada dasarnya saya pagi cuka apel, kemudian saya kasih lemon, kemudian saya kasih cayenne pepper, kemudian dikasih garam sedikit. Jadi dia elektrolik, kemudian dia juga ada vitamin C-nya pasti, kemudian cuka apel itu bagus banget untuk pencernaan kita. Dan menurunkan gula darah atau membuat lonjakan gula darah itu tidak terlalu spike begitu. Yang seperti itu. Dan cayenne pepper itu bisa melembarkan pembuluh darah. Bagus banget.
Itu satu sendok aja atau dicampur
di dalam satu... Iya, satu sendok. Satu sendok semua ya? Satu sendok, kemudian satu sendok si apa itu namanya, cuka apel, kemudian garamnya cuma satu pinch begitu, kemudian juga cayenne pepper juga satu pinch, dan lemon satu persan begitu. Dicampur dengan air? Dicampur dengan air. Tapi kalau suka manis, kasih stevia mungkin, diminum, itu enak banget. Enak banget. Oke,
tapi kalau buat saya yang GERD pak, yang gak bisa cuka atau apa gitu, gimana sih cara menyembuhkan GERD ini sebenarnya pak? Ya,
sebagian besar orang berpikir bahwa GERD itu kan urusannya dengan makan ya. Biasanya makannya yang diubah dan sebagainya. Sebenarnya kalau saya ditanya gini, Gobind kasih satu saran deh. Saya gak bisa yang mancem-mancem. Saya gak bisa mancem-mancem. Kamu cuma kasih satu aja untuk yang GERD. Saran saya adalah gak usah ganti makanannya. Gak usah ganti apapun itu, yang perlu diganti adalah cara makannya. Ya itu apa? Kunyahnya yang super banyak, super banyak. Itu aja, itu aja. Orang-orang yang makan paling lambat, itu faktor metabolis sindrom bisa turun sampe 400%, diabetes bisa sampe 200%. Makannya sama, gorengannya sama. Hanya dengan mengubah cara makan. Makan yang banyak. Kita punya masalah besar dalam mengunya. Kita ngomongin soal nutrisi, gisi, kalori, semua orang bicara seperti itu. Tapi nggak berbicara soal cara mengunya. Dan kalau kita mau melihat, Kita lihat kakek nenek kita ada gak yang pake behel? Gak ada. Kenapa kok semua anak sekarang anak muda semua pake behel? Kenapa gigi itu numpuk? Ya karena rahangnya kecil. Kenapa rahangnya kecil? Ya karena gak mengunya. Kenapa gak mengunya? Karena semua makanan gampang dikunyah. Mie instan, bubur, roti, sosis, lep lep lep, kalorinya naik tapi kunyahannya jarang. Dan dari 5.500 mamalia yang ada di bumi ini, hanya manusia, hanya homo sapiens yang giginya bertumpuk, yang punya krok tip. Iya juga ya. Dan yang menarik adalah 300 tahun lalu tidak ditemukan satu fosil pun dari ratusan atau jutaan fosil yang ada, itu yang giginya bertumpuk. Artinya apa? Dalam hanya 300 tahun terjadi sebuah evolusi tercepat sepanjang sejarah. Kita biasanya evolusi itu ribuan tahun, berapa ratus ribu tahun gitu. Hanya dalam 300 tahun kita kehilangan gigi belakang. Jadi anak-anak yang sekarang itu bukan hanya giginya miring atau gak tumbuh, tapi hilang. Jadi gigi yang tadinya 32 bisa jadi cuma 30 atau 28 karena gigi yang belakang itu hilang. Hilang, secara genetik
hilang. Istriku juga
gak ada. Kenapa bisa seperti itu? Dulu ada kan? Sekarang gak ada, hanya dalam waktu 300 tahun. Karena mengunya itu pak ya? Karena gak mengunya.
Berapa jumlah yang paling ideal sebelum menelan
sesuatu, berapa jumlah mengunya? Well tergantung, tapi sebenarnya kata banyak orang sih 30 kalian, 30 kali mengunya untuk satu sendok. Tapi sebenarnya ketika kita sakit, kita perlu mengunya jauh lebih banyak. Jauh lebih banyak, bisa 50 atau 70. Jadi daripada kita, apa ya, orang sakit dikasih bubur, menurut saya kalau bisa dia tetap makan nasi, tapi kunyanya yang sepertinya. Kenapa sih? Apa yang membuat ngunya itu istimewa menurut saya? Yang pertama adalah kita mesti tahu bahwa otot paling kuat di tubuh kita. Tahu gak, Sam? Otot yang paling kuat. Di rahang? Yes. Otot rahang adalah otot terkuat di tubuh manusia. Ah gue baru tau ini, oke. Jadi kita perlu untuk membentuk otot rahang kita. Ya kan anak-anak sekarang itu kan ini mundur ke belakang, hidungnya mulai bengkok, mulai ngorok gitu ya. Umur 7-8 tahun juga ngorok begitu. Oh itu kalau ngorok itu tidak lazim itu Pak ngorok? Nggak lazim. Dulu kan kita selalu tau kakek kita ngorok, orang tua kita ngorok. Dinormalisasikan akhirnya? Anak-anak gak ada yang ngorok waktu jaman saya kecil. Sekarang hampir semua. Iya kan? Oke itu yang pertama. Jadi ngunya itu yang pertama untuk membentuk rahang ini. Kemudian yang kedua adalah di atas dan di bawah gigi kita itu ada titik-titik akupuntur. Jadi kalau kita ngunya dia akan simulasi titik itu untuk memperbaikin organ. Yang ketiga adalah ketika kita ngunya, kita itu membuat si air liur kita banyak. Nah air liur kita itu penuh dengan enzim. Dan enzim ini adalah untuk membantu pencernaan. Kita tahu bahwa pekerjaan paling berat di bumi ini bagi tubuh kita adalah mencerna. So kita perlu untuk membantu pencernaan itu agar lebih baik. Nah mencerna itu kan dengan dua cara, satu dengan fisik, satu dengan kimia. Kimia itu yang asam lambung, cairan pedu, enzim. Nah kita sekarang punya masalah dengan enzim juga karena apa? Karena hampir semua makanan dimasak, Sehingga enzimnya hilang dan juga penggunaan pasta gigi yang mungkin atau mouthwash yang mengandung detergen atau kimia-kimia itu yang merusak enzim di dalam air liur kita. Sehingga ketika kita mengunya kita akan banyak air liur. Yang menarik adalah ketika kita mengunya yang keempat adalah kita mengaktifkan sistem saraf parasimpatik. Artinya apa? Tubuhnya relax. Sam pernah lihat ini gak? Pelatih sepak bola di pinggir lapangan ngunya permain karet. Iya. Kenapa? Karena tubuh yang tegang. Sehingga gerakan mengunya itu adalah gerakan merilekskan tubuh. Apaan sih
kalo kita ngunya permain kartu lebih rileks.
Lebih rileks betul. Tapi ngunyanya harus pake geraham. Kalo kita pake gigi depan ini mengaktifkan simpatik. Kayak singa, harimau, itu kan dia mencabik-cabik begitu kan. Dia emang tegang untuk memangsa. Tapi kalo kita liat sapi, kerboku, dagaja itu kalo makan santai. Ada temennya datang, mereka makan bersama-sama. Kayak kita lah, kita lagi makan, ada temen datang, ayo kita makan bareng-bareng. Tapi kalau kita lihat singa lagi makan, ada singa lain datang, wah bisa mereka berantem gitu ya. Nah, tubuh yang tegang itu sendiri. Jadi perlu banget untuk ngunya yang banyak, untuk menumbuhkan gigi juga, untuk membentuk rahang juga, dan juga untuk membuat tubuh relax. Semakin kita ngunya, tubuhnya parasimpatik. Artinya apa? Ketika parasimpatiknya aktif, maka peristatik lambung bekerja. Cairan pedu keluar dan disitulah makanan masuk sehingga terkunyah. Nah kalau kita tubuhnya tegang, tadi simpatik itu tegang, so kita gak bisa, tubuhnya tidak dalam kondisi untuk mencerna. Nah disitu harusnya kita gak makan karena tubuhnya dalam kondisi fight or flight. Fight or flight berarti dia lawan. Atau kali. Iya betul kan. Jaman dahulu itu ada babi hutan contohnya. Dia lawan. Ada dinosaurus. Wah gak mungkin saya lawan. Saya lari. Betul. Untuk menyelamatkan diri. Jadi selama ratusan ribu tahun manusia itu sudah berevolusi membentuk sebuah sistem pertahanan dalam dirinya seperti itu. Untuk bertahan. Nah ketika kita stress seperti sekarang, contohnya kita lihat Bitcoin mungkin lagi turun, atau mungkin lagi rugi saham kita, atau lain sebagainya, kita stress begitu. Kita udah gak dikejar dinosaurus lagi sekarang, tapi dikejar deadline, dikejar cicilan, dikejar hutang, dikejar mantan, dikejar-kejar itu kan. Nah ketika dikejar-kejar itu, kita kan gak bergerak, kita diam. Nah ketika diam kita gak merasa nyaman, karena napas kita mulai kacau. Nah disitu kita mulai nyamil, kita mulai mengambil makanan-makanan itu. Harusnya gak boleh, kita harus bergerak, karena tubuhnya dalam kondisi yang stres. Stres bergerak, jangan makan. Oke pak, ini banyak banget
pertanyaan gua di kepala ya. Stres bergerak-bergerak seperti gimana pak? Apa-apa stres?
Iya boleh-boleh. Coba pernah liat gak ada orang lagi stres mondar mandir, setrikaan. Atau ketika kita stres kita begini.
Itu gak apa-apa itu normal.
Ini kan tubuhnya
memang
sengaja pengen bergerak untuk melepaskan ketegangan itu. Tapi kita kan gak boleh. Iya kan. Jangan lari ke sana, duduk pikirin kamu lagi ini kok bergerak. Dan ketika kita gak bergerak, stress itu masuk ke tubuh kita, emosi itu disitu. Maka itu ada penelitian bahwa latihan itu satu setengah kali lipat lebih efektif daripada konsulin atau medikasi bagi orang-orang depresi dan sebagainya. Jadi menurut saya sih lebih baik daripada orang depresi dikasih obat dan sebagainya, kenapa gak disuruh olahraga. Itu Universitas South Australia, Tahun 2023 Februari, penelitiannya. Wow, oke.
Pak, tadi sempat kita mention about ngorok ya. Ngorok itu tuh gak lazim untuk anak-anak kecil. Semua orang sebenarnya. Semua
orang gak lazim. Pertanyaan
besarnya, gimana caranya biar orang tuh gak
ngorok, Pak, kalau gitu? Ada beberapa hal kenapa kita ngorok. Yang pertama adalah karena kita tidur terlentang. Terlentang, ke atas gini? Iya, betul. Nah, kalau kita tidur terlentang, kemudian apa yang terjadi mulut kita kebuka, maka lidah ini turun ke belakang. Wartu itu lidahnya jatuh ke belakang. Ketika lidah jatuh ke belakang, kemudian kita kekurangan oksigen. Dan apa yang terjadi, erup-erup. Ketindian, orang Jawa bilang. Pernah tau ya? Nggak bisa gerak. Itu disebut sleep paralysis. Salah satunya ya karena kita tidur terlentang. Kenapa kok kita ketindian, kok tidurnya terlentang baru ketindian. Nggak
pernah miring ya? Iya,
nggak pernah miring. Jadi sebenarnya gara-garanya adalah karena ya itu, lidahnya jatuh ke belakang dan kemudian tubuhnya kurang oksigen. Bukan karena hantu pak ya? Enggak ada. Oke, terus? Itu yang pertama. Jadi gimana caranya? Ya tidur lah miring ke kanan. Ke kanan? Yes, tidur miring ke kanan. Karena jantung kita di kiri? Bukan itu aja. Kalau kita melihat patung Buddha semuanya... Tidur ke kanan? Iya. Kenapa ya? Flipin Buddha. Kemudian Nabi Muhammad juga pernah bilang kalau tidur malam hari itu ke kanan. Sebenarnya di kitab-kitab Indukunol 3.000 tahun lalu ini sudah dijelaskan. Bahwa hidung kita itu punya 2 sisi yang berbeda. Walaupun keliatannya lubangnya kanan-kiri begitu saja, tapi sebenarnya kanan dan kiri ini punya fungsi yang berbeda. Yang satu itu seperti gas, satunya seperti rem. Jadi satu memanaskan, satu mendinginkan. Satu membuat simpatik aktif, satu membuat parasimpatik aktif. Jadi mempunyai apa ya namanya, mekanisme untuk menyeimbangkan. Jadi hidung kita itu punya jaringan erektil. Erektil berarti bisa ereksi, betul sekali. Jadi jaringan yang di hidung ini sama seperti jaringan di puting susu, di vagina, di penis persis. Dia bisa ereksi. Jadi hidung sama kelamin itu deket banget. Kenapa? Karena hidung itu adalah penciuman adalah indera pertama dalam proses evolusi kehidupan. Jadi proses kehidupan itu pertama ini adalah penciuman sebelum yang lainnya muncul. Kenapa? Karena ini esensial untuk bertahan hidup. Coba kita lihat Mama Lia itu bagaimana sebelum makan dia mencium kan. Supaya dia tahu bahwa makanan ini baik atau tidak. Kita pun seperti itu sebenarnya. Sebelum makan kita pasti mencium. Karena rasa itu lebih banyak di hidung daripada di lidah. Tapi apa yang terjadi? Karena kemampuan manusia yang luar biasa dia memenciptakan berbagai kimia-kimia yang dimana kita sampai gak ngerasain bahwa itu ada berbahaya gitu. Itu yang luar biasa di manusia itu sendiri. Tapi apa yang saya mau katakan bahwa jaringan Erectile ini adalah setiap setengah jam sampai empat jam sekali hidung kita itu buntu sebelah. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan
hal tersebut. Oke, dan kenapa harus berbaring ke
kanan? Kenapa kanan? Supaya kiri yang kebuka. Kalau kiri kebuka, parasympatik aktif, tubuhnya didingin. Kalau kita tidur di malam hari, itu bagus banget suhu tubuh kita turun. Dan itu menjadi lebih dalam. Kenapa kok AC itu semakin malam semakin dingin? Tujuannya seperti itu. Kalau kita tidur di suhu yang lebih dingin, tidur kita jauh lebih nyenyak. Oke.
Nah istri saya kalau tidur menghadap
ke kiri pak. Itu kurang oke? Iya itu. Saya bilang bahwa bagusnya kanan. Bagusnya kanan. Banyak sih yang bilang, Pak saya gak bisa ke kanan. Lo kenapa sakit? Bukan. Suami saya yang di kanan. Saya tau. Dulu aja pacarannya depan-depannya. Pengung-pungungan. Sekarang pengung-pungungan. Oksigenya diambil dia Pak. Tapi, tapi Sam. Tapi kalau kita siang hari, miringlah ke kiri. Kenapa begitu? Karena biasanya kalau kita siang hari tidur itu kita habis makan kan. Tidurlah miring ke kiri. Kenapa? Supaya kanan kebuka, tubuhnya jadi panas untuk mencerna. Sebagian besar orang di dunia ini dari lambung ke usus 12 jari itu arahnya ke kiri. Sehingga makanan bisa masuk ke usus 12 jari. Orang-orang punya gerd disuruh untuk miring ke kiri karena hal tersebut. Tapi kenapa kok saya tetap bilang alok bisa miring ke kanan? Karena... Alangkah baiknya kalau kita itu berhenti makan 3 jam sampai 4 jam sebelum tidur. Itu harus sudah berhenti. Sehingga tubuh kita itu punya kemampuan untuk mereparasi lebih baik ketika itu tidur itu sendiri. Oke berarti
untuk gak ngorok tadi satu mengarah ke kanan.
Kenapa ngorok-ngorok? Itu karena obesitas. Obesitas? Iya. Oh iya. Yang satu lagi dia mesti ditempelin ini nih. Coba dipraktekan dulu
pak. Ini apa maksudnya nih? Ada
apa namanya? Plester ya? Bukan plester. Ya, ini namanya micropore. Micropore itu adalah plaster dengan pori-pori sehingga ini adalah hal yang paling gampang. Ini saya sebutnya life hack gitu. Life hack ya? Life hack ya. Karena dengan meletakkan si apa namanya, ini akan bisa membuat tidur kita mulutnya tertutup. Karena 70% orang di dunia sekarang tidur dengan mulut terbuka. Serius pak? Yes. Coba cek di kanan kiri. Caranya gimana taunya? Satu adalah ketika kita bangun tenggorokan kering. Iya sih aku sering
banget bangun kering banget sih.
Kedua adalah banyak sekali orang tidur kemudian jam 2 jam 3 bangun untuk kencing.
Oh itu juga gak
sehat pak? Iya harusnya kita gak kebangun karena kencing. Oh iya? Yes. Harusnya gak begitu. Kenapa? Kenapa kok kita kencing? Karena ketika kita bernafas dengan mulut, otak kita memproduksi satu zat namanya vasopressin. Vasopressin ini sebuah zat yang dimana dia menahan air dalam tubuh kita. Nah tujuannya apa? Satu kita gak dehydrasi, yang kedua kulit kita gak pecah-pecah, lembab gitu ya. Kemudian yang ketiga adalah gak kencing di malam hari. Kencing banget
tuh nanti pak
kalau nahan kencing? Enggak lah. Malah kalo kita kencing-kencing terus, maka satu adalah tidur kita terganggu, otomatis kita terganggu. Yang kedua adalah mineral kita tergerus, ya kan? Kalo kita kencing terus gitu. Nah kalo kita pake ini, bangun pagi seger. Kemudian aroma mulut gak bau. Kemudian kita mesti tau bahwa gigi kita juga lebih terjaga karena Bakteri jadi lebih terjaga seperti itu. Enzim bagus. Banyak hal lah tentang bisa-bisa dicek. Nah ini kan setengah inch ya. Harusnya yang satu inch lebih bagus. Kita cari yang satu inch kemudian kita tempel begini. Udah gitu aja. Jadi apakah ini aman Pak? Aman kalau nempelnya vertikal. Jadi kalau kita batuk, Masih bisa. Beli micropore harganya 20-25 ribu mungkin, tapi ini akan bisa berbulan-bulan untuk membuat tidur kita nyenyap. Jadi ini satu,
miring ke kanan satu sama jangan obesitas ya. Itu yang paling obvious.
Tunggu dulu.
Jadi
yang pertama adalah Tidur lah miring ke kanan. Pake plaster. Kedua adalah obesitas. Nah, cara bagaimana ngurangin berat badan? Saya mau tanya nih, kalau 10 kilo berat badan kita hilang, lemak-lemak nih hilang gitu, hilangnya kemana? Hilangnya kemana? Hilangnya kemana? Ini ada benda nih, 10 kilo lemak.
Ke beol kali pak
ya? Nggak. Kalau
nggak dibakar sama tubuh
jadi energi? Nggak, nggak jadi energi. Tapi harus ada masanya, harus ada bendanya kan. Ih kemana ya? Kan benda kan harus hilang kan, harus... Jadi otot kali pak? Nggak. Biasa sih jadi otot tapi bukan itu sih. Apa? Saya nggak tau. 84% jadi nafas. Really? Yes. Jadi gini, lemak itu kan dibuat dari gula ya? Gula kalau kelebihan jadi lemak, betul? Ketika tubuh kita gak dapat gula maka dia akan bakar lemak itu. Lemak ini diubah menjadi gula, kemudian dibakar. Molekul gula itu dibakar, Maka molekul gula itu C, H, dan O. Oke C55, H110, O6 mungkin kalau gak salah. Nah itu dibakar menjadi CO2 plus H2O. Jadi 84 persennya karbon dioksida, 16 persennya H2O buat keringat dan sebagainya. Maka itu disebut karbohidrat. Karbon dan hidrat. Iya kan? Jadi ketika kita mengatur nafas kita, sebenarnya kita mengatur berat badan kita. Jadi contoh nih, kalau kita punya kertas-kertas kita bakar kan jadi asap kan. Hilang kan jadi asap. Sama ketika molekul gula itu dibakar jadi asap. Asapnya hilang lewat kayak mobil lah, mobil kita isi bensin kan hilang. Asap kan? Tensinya jadi asap kan? Sama. Asap itu ya karbon dioksida yang keluar dalam tubuh kita.
Oke. Pak, teknik pernapasan, aku pernah ngeresearch tentang teori Pak Gobind, ada namanya coffee breathing, ada whiskey breathing. Jadi sebenernya teknik pernapasan ada berapa banyak Pak? Boleh dijelaskan gak
Pak? Itu mashab sih. Jadi kalau di dunia ini ada tiga mashab besar gitu. Namanya water breathing, coffee breathing, dan wine atau whiskey breathing. Oke itu maksudnya apa pak? Kalau water breathing itu adalah kayak kita minum air lah. Jadi kita bisa belajar, kita kasih ke orang gitu ya. Itu netral. Banyakannya seperti nafas 4-4, 5-5. Apa maksud nafas 4-4? 4 tarik, 4 lepas. Box breathing, 4 tarik, 4 tahan, 4 lepas, 4 tahan lagi gitu. Jadi yang banyak lah di konten kreator atau mana sering membahas tentang yang namanya water breathing itu. Aku pikir water
breathing itu di anime doang Pak Tanjiro tau gak? Demonstrere water breathing
Pak. Ya ini istilah sih sebenarnya ya setiap orang mungkin punya istilah beda-beda. Yang kedua adalah wine atau whisky breathing. Nah dimana ketika kita melakukan latihan ini tubuh kita jadi relax.
Masih harus ada winenya?
Bukan, dalam arti kalau kita minum wine itu kan relax. Oh ini teori doang. Sistem syaraf kita ini halal kok, ga ada winenya ga ada alkoholnya. Cuma ketika kita minum seperti, kita menggunakan itu maka tubuh kita jadi relax, tenang. Salah satu yang saya ajarkan adalah Buteko. Buteko. Buteko breathing, Buteko adalah seorang profesor paru-paru. Yang dimana orang ini adalah orang yang pertama mengajar cara bernafasnya astronot atau kosmonot. Kosmonot pertama atau astronot pertama di dunia itu bukan orang Amerika. Tapi orang Uni Soviet. Yang mendarat di bulan katanya orang Amerika. Tapi orang yang pertama keluar angkasa Uni Soviet. Dan orang yang pertama untuk mengajar mereka cara bernafas dan sebagainya itu Profesor Buteko. Yang dari kecil itu punya penyakit asma, alergi. Umur 29, tekanan darah tingginya 220 persatu 120. Dan di dokter yang lain mengatakan umurmu gak lebih dari 1 tahun. Dan apa yang terjadi dia kemudian menjadi membuat sebuah teknik dan kemudian dia menyembuhkan dirinya dan menyembuhkan begitu banyak orang di dunia dan teknik itu disebut nama Buteko. Teknik ini menurut saya adalah teknik yang bagi saya kalau saya kan belajar sekitar 50 atau 60 teknik self healing, trauma healing. Kalau orang bilang, Bin kamu hilangkan semua teknik kamu cuma boleh pilih satu. Saya kan dengan gampang bilang Buteko. Karena apa? Karena teknik ini bukan hanya teknik nafas tapi teknik untuk memprogram otak kita agar kita bernafas lambat sepanjang hari. Gimana
tuh pak? Kalau praktek-prakteknya itu gimana sih
sebenarnya? Prakteknya kita perlu programming sih. Kan selama ini kalau kita diajarin nafas itu gini, tarik nafas 4 hitungan, lepas 4 hitungan, seperti itu kan kurang lebih. Kalau buteko itu kita membuat tubuh kita itu mempunyai toleransi karbon dioksida yang lebih panjang. Dengan toleransi karbon dioksida yang lebih tinggi, maka otomatis kita akan bernafas lebih lambat. Gampangannya begini, manusia bernafas, kita ini bernafas, kegiatan bernafas untuk apa? Bertahan hidup? Bukan, maksudnya bukan bertahan hidupnya, maksudnya manusia ini, kita ini kegiatan nafas ini loh, untuk apa? Specifiknya. Mencari udara? Ya kebanyakan orang berpikir seperti itu kan. Bahwa manusia itu bernafas itu adalah untuk mendapatkan oksigen. Iya betul. Jadi tubuh kita tuh kekurangan oksigen maka dia ambil oksigen. Oke betul. No. Pada dasarnya bukan begitu. Apa? Tujuan kita bernafas adalah untuk melepaskan karbon dioksida. Jadi boleh dibilang gini, otak kita bagian reseptor di dalam otak kita yang ngurusin nafas namanya respiratory center itu tidak menghitung oksigen tapi dia menghitung karbon dioksida. Jadi ketika ada karbon dioksida yang tinggi maka kemudian dia meminta untuk tubuh untuk melepaskan itu. Jadi... Orang-orang yang punya toleransi karbon dioksida yang rendah maka nafasnya cepat, ngos-ngosan. Orang-orang yang punya toleransi karbon dioksida yang tinggi maka dia nafasnya lambat. Ketika nafas lambat maka emosinya menjadi lebih baik. Gak ada orang di dunia yang marah-marah dengan nafas lambat, itu gak mungkin. Orang yang stress nafasnya cepat baru marah. Kalau kita bisa mempertahankan nafas kita sepanjang hari itu lambat maka emosi akan lebih terjaga. Berarti secara
praktek, nyatanya gak bisa kita praktekin disini Pak, gimana untuk bisa lambat bernafas?
Oh bisa, tapi itu gak bisa Buteko, karena Buteko programming. Ada aplikasinya, kita memprogram. Latihan. Tapi setelah satu bulan kita latihan, maka otomatis respiratory rate kita yang tadinya mungkin 20 atau 25 bisa turun menjadi lebih pendek, lebih sedikit. Ini cara teman-teman
untuk ikut ke program ini ada dibuat
sama Pak Gobind? Iya, saya setiap seminggu atau dua minggu sekali buat pelatihan namanya Buteko untuk online. Kalau boleh aku taruh
linknya di deskripsi bawah nanti kita tektokan pak ya. Untuk temen-temen yang mau belati Buta Eko. Karena ternyata saya baru tau dari satu aktivitas paling simple di dunia yang menurutku bernafas, itu ternyata
dampaknya sebesar itu. Ini yang menarik sih, kita itu belajar fisika, kimia, matematika, integral, turunan dan sebagainya ribuan jam, betul? Iya. Ingat gak? Iya. Ada yang ingat gak? Iya, ingat-ingat. Maksudnya, lupa kan? Lupa-lupa. kita belajar sesuatu yang kemudian tidak digunakan. Betul-betul. Tapi dari lahir kita itu hal yang pertama yang kita lakukan adalah bernafas. Di akhir kehidupan kita akhir dengan nafas. Jadi boleh dibilang seluruh hidup kita itu nafas. Sepenting itu ya ternyata ya. Tapi ternyata Kita gak pernah belajar, kita berpikir bahwa nafas itu cuma tarik dan lepas aja. Tapi ketika kita tahu nafas itu adalah untuk bagaimana kita bisa membuat tubuh kita seger, membuat ngantuk, membuat kita menjadi tenang dan sebagainya. Itu bisa diatur lewat nafas karena jembatan antara tubuh dan pikiran kita itu nafas. Ketika kita mampu memuasai nafas kita tidak ada satu orang pun di dunia yang bisa mencuri kedamaian di dalam diri kita. Itu powerfullnya nafas. Dan tadi saya bilang bahwa ketika kita nafasnya benar, maka otomatis makan kita akan menjadi lebih sedikit. Itu tidak mungkin. Semua teman-teman buteko yang latihan, itu kesulitan untuk makan banyak. Karena dia mengatur si nafasnya tersebut. Justru
kalau makan tuh gak boleh sampe kenyang
banget juga Pak. Iya betul sekali. 80-70% berhenti. Kalau bisa sih kurang dari itu. Nah, itu yang kedua. Jadi kalau kita ngoro itu karena kegemukan. Atau, atau kebanyakan otot. Jadi binaragawan itu bisa aja kegemukan, eh sorry. Kebanyakan
otot. Karena kebanyakan otot. Oh itu juga kurang sehat juga kalau kebanyakan otot ya? Bukan
kurang sehat, tapi ngorok itu bisa dikaryakibatkan karena itu. Tapi kalau orang udah ngorok itu punya faktor risiko banyak sekali masalah kesehatannya. Bukan hanya estetika, tapi masalah kesehatan juga muncul disitu. Yang ketiga adalah kenapa kita ngorok, karena ada jaringan lunak di tenggorokan kita yang udah kendor. Nah biasanya karena kita kebiasaan nafas pake mulut, nah itu yang bisa membuat kendor juga. Terus bagaimana caranya letakkan lidah di tempat yang tepat dan kemudian bernafas dengan hidung. Kemudian yang keempat adalah struktur rahang yang sudah bergerak, sudah bergeser. Nah itu mundur ke belakang. Nah ini biasanya kita pergi ke dokter gigi dan kemudian dikasih satu alat yang dimana dia akan menahan si gigi ini agar si rahang ini agak maju sehingga rongga disini lebar dan kemudian tidak ngorok. Bisa jadi seperti itu. Jadi empat hal dari sekian banyak kenapa orang ngorok. Wow
pak, tadi belum sempet bahas lebih dalam tentang yang wine breathing sama yang whisky. Coba kita lanjutin dulu pak ya. Itu water breathing,
kemudian yang kedua adalah tadi wine breathing atau whisky breathing yaitu buteko yaitu tujuannya adalah ketika kita melakukan itu tubuhnya jadi relax, mengaktifkan parasympatik atau sistem syaraf yang buat relax. Satu lagi adalah coffee breathing. Jadi kayak seperti kita minum kopi dan jadi seger gitu dan itu. Nah ini yang top sekarang kalau disini mungkin Wim Hof contohnya. Jadi kayak hyperventilation. Pada saat itu tubuhnya stress, adrenalinnya naik. Dan ketika kita hyperventilation seperti itu, maka karbondioksida turun dalam tubuh kita. Kalau karbondioksida turun sampai 50 persen, adrenalin bisa naik sampai 360 persen. Pada saat itu tubuhnya lagi stress. Nah, keluarin si adrenalin. Sehingga kita siaga. Oke. Dan dia akan shut down si yang namanya otak yang depan, frontal cortex. Sehingga kita bisa seperti hadir saat ini. Tapi lagi-lagi, wine breathing dan coffee breathing tidak untuk semua orang. Dalam arti bahwa kita perlu untuk dibimbing. Karena saya sendiri waktu belajar awal-awal pake YouTube karena mau gratis begitu, dua kali pinsan. Dua kali percaya. Jadi harus
bener-bener ditemenin sama
orangnya. Paling tidak ada seseorang yang bisa diajak, dia mengerti dan kemudian tektokan gitu. Ini gimana? Karena kalau enggak
berbahaya jadinya. Pak, saya tau Pak Gobind ini punya baju cuma satu koper, Pak. Itu bener gak sih Pak? Sampai sekarang seperti itu? Tapi kalau Pak Gobind beli baju baru, yang lama dibuang. Saya kasih ke
orang. Bukan buang, dikasih ke orang. Bahkan saya sering, beberapa kali saya kasih ke ini apa namanya, penjualnya. Dibalikin ke penjualnya? Iya, saya beli gitu. Saya bilang, wah ini kayak celana ini, celana ini saya ingat. Saya punya celana ijo, kemudian saya beli celana ijo ini, yang ini nih. Saya pake, kemudian, terus, mas ini saya udah gak pake lagi. Mas mau? Ya mohon maaf loh mas, bukan mau ini. Kira-kira ada yang mau bisa diberi gak? Oh buat saya aja mas. Oh yaudah ambil aja gitu. Jadi itu saya pertahankan. Sebenarnya tujuannya adalah untuk belajar melepas itu sendiri sih. Kita kan lekat kan biasanya sama baju kita, benda-benda kita. Cara untuk belajar untuk melepas itu seperti itu. Karena... Jadi beli
satu lepas satu pak ya? Kurang lebih gitu. Jadi
kalau saya mau menerima, saya mau beli ini bagus nih. Tunggu dulu otak saya bilang. Lu mau gak ngelepas yang ada itu? Wah yang ada masih bagus, masih banyak nih. Enggak, enggak, enggak. Jadi satu pertama kita bisa menahan diri, yang kedua adalah kita mesti belajar melepas itu.
Wah ini podcast yang menurutku tidak bisa langsung diimplementasikan ke semua orang Pak ya, karena
tidak mudah. Ya karena di Indonesia ini senang banget dengan bahasa-bahasa spiritual indah, tapi gak dikasih tau caranya. Coba saya, sering kali kita melihat melepas, ikhlas, pasrah, berserah. Itu dari pejabat, orang tua, pendeta, apa itu semua. Pemimpin agama ya. Apa-apapun sering ngomong gitu orang. Semua bicara gitu. Guru-guru kita juga bilang gitu. Tapi pertanyaannya gimana caranya melepas? Bagaimana caranya sabar? Bagaimana caranya melakukan itu semua? Ya gak bisa kalau kita tidak pernah praktek. Kita gak bisa sabar dengan hanya baca kitab suci. Betul-betul. Kita harus berpraktek kesabaran baru bisa sabar. Dan dari kecil saya bertanya-tanya, ini semua orang bicara soal ikhlas, tapi gimana caranya ikhlas? Setiap kali saya punya perasaan gondok, suruh ikhlasin. Uang saya hilang, ikhlasin. Nanti diganti sama Tuhan. Tunggu dulu ya ya. Ya itu nanti dulu, tapi ini perasaan gak nyaman ini diapain? Itu gak diberitahu. Nah disitulah kemudian saya bertanya, apa yang salah? Ya lagi-lagi kita itu kan begini, kita itu kan... jago dalam ilmu mencapai, menggapai, meraih. Kita kan pengen sukses. Dan sukses itu kan mencapai, menggapai, meraih. Dan kita udah jago disitu. Ya kan? Kalo contoh nih, tahun depan target audience atau follower naik 10% atau apalah target omset kita naik. Kita tau step-stepnya. Pake ini, pake itu, pake ini. Apa yang kita harus lakukan, kita tau step-stepnya. Tapi ketika uang kita hilang, apa stepnya untuk melepas itu? Gak ada. Karena apa? Karena dari kecil kita diajarin, nak kamu harus juara satu, nak kamu harus ranking, kan kita tau. Tapi ketika nilai kita 4 jelek nih, kita pulang nangis. Kenapa? Nilai aku 4 mah aku udah belajar mati-matian tapi nilai aku 4. Orang tua kita bilang apa? Yaudah lain kali belajar lagi. Iya lain kali belajar oke. Tapi gondoknya ini... Perasaan itu diapain? Jadi diapain
pak? Kalau misalnya orang gondok atau kecewa itu gimana cara release
nya? Satu, bahwa perlu kita tau rasa itu ada di tubuh kita, emosi itu tersimpan di tubuh kita. So yang pertama adalah daripada kita bilang ikhlas, berserah, sabar dan sebagainya. Yang pertama kita bisa bilang, nak ayo kita jalan, bergerak. Kalau dia gak mau bergerak, nak atur nafas. Tarik, tahan, lepas pelan-pelan gitu. Atau paling tidak, nak rasanya dimana? Disini. Ini gak enak, di teping. Oke? Di teping. So, ada banyak cara. Tapi itu real. Yang saya berikan adalah sesuatu yang real, yang nyata setiap orang bisa. Bukan sesuatu yang abstrak, yang indah, yang spiritual. Tapi yaudah ikhlasin aja. Itu yang misi saya sekarang keliatannya
itu. Dan itu semua ada di dalam satu program yang sama itu pak? Saya program
macam-macam. Saya punya banyak program. Yang nafas tentu beda. Kemudian seminar besok ada seminar emosional release. Saya ajarkan yang ini.
Emotional release yang ini sekarang.
Tapi ada juga TRE, tension and trauma releasing exercise. Yaitu ketika kita terlentang dan tubuhnya gerak sendiri.
Ini yang TRE itu yang ini pak. Saya coba tunjukin.
Saya tunjukin ya. Yang ini pak? Betul betul, itu lagi stretching. Oh lagi stretching? Iya tubuhnya, jadi tubuhnya stretching sendiri. Nah itu getar-getar sendiri. Ini getar-getar sendiri tanpa disentuh? Ada yang cukup ekstrim disitu kalau gak salah. Nah itu tangannya. Ini bukan kesurupan pak roh jahat ini? 100% Sadar diajak ngobrol bisa, tidak ada hipno, tidak ada sugesti, tidak ada jampi-jampi, mantra, percikan air, whatever.
Ini tunggu sekali lagi pak, ini yang paling ekstrim mungkin. Sampai muter-muter
gini ya? Betul, betul. Wow. Ada yang lebih parah lagi sih sebenernya. Tapi apa yang saya mau katakan itu 100% kecerdasan tubuh dan 100% sadar. Kenapa bisa seperti ini pak? Karena itu mekanisme tubuh. Baru
saja dirilis
stressnya. Contoh seperti ginilah, kalau kita kedinginan kita kebetar gak? Betul sih. Kenapa kita kebetar? Karena tubuh kita menciptakan manas. Oke, cara tubuh untuk menciptakan panas adalah dengan gemetar. Kalau kita takutan, kita juga gemetar untuk melepaskan ketakutan. Ketika kita ketegang badannya, tubuhnya akan getar. Jadi tubuh sebenarnya punya mekanisme untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Dan ini sesuatu yang bukan saya install, saya memberitahu, tapi ini sudah ada dalam tubuh kita. Tapi kita gak tau. Contoh nih, kita punya handphone canggih nih. Kemudian kita kan punya banyak fitur. Tapi yang kita tau kan cuma sedikit. Iya kan? Sampai ada orang ahli bilang, eh kamu tuh lho ngapain susah-susah gini. Ini lho kopi pas teh tuh begini. Ini lho pake ini lho caranya. Kita akhirnya tau bahwa, oh handphone kita ini banyak tau fitur yang kita bisa pake yang selama ini kita cuma tau sedikit. Sama tubuh ini juga begitu. Tubuh ini punya banyak fitur tapi kita gak tau caranya. So pelatihan itu adalah untuk menambah fitur-fitur itu menyadari bahwa tubuh kita ini luar biasa untuk bisa melepaskan stress dan trauma tersebut. Berarti yang Pak Gobind
lakukan adalah ngasih tau gimana cara release stressnya dan lain-lain. Akhirnya itu yang tercipta
secara otomatis. Dan orang pulang pasti bisa melakukannya. Oke, saya termasuk
salah satu yang tingkat stresnya cukup tinggi pak. Karena di pekerjaan dan lain-lain. Sampai saya sempat cek gigi di dokter gigi dan katanya gigi saya itu pecah. Gara-gara setiap malam itu ada... Bruxism. Yes, itu bergesek dan diteken juga dalam waktu yang cukup lama. Makanya kadang bangun pagi tuh saya kadang kok kayak gigiku sakit ya. Sampai kalau manusia kan kalau di kulit kan dipukul kan biru kan. Itu bentuk memar gitu kan. Kalau di gigi itu dia kan warna kuning-kuning gading gitu ya karena bertekan akhirnya dia jadi ada warna putihnya pak dan itu ketahuan dari situ akhirnya setiap malam saya pakai mouth guard sekarang supaya gak bergesek jadi mungkin pertanyaan saya buat temen-temen yang lagi stress juga sebenernya apa sih cara yang paling mudahnya yang mereka bisa lakukan di rumah untuk ngerilis
stress itu pak? Yang pertama adalah ya itu, ketika kita stres jangan makan tapi bergerak. Tapi bergerak. Oke. Ketika kita merasa gak nyaman jangan makan tapi bergerak. Itu yang pertama. Yang kedua adalah lambatkan nafasnya. Oke. Lambatkan nafasnya. Kemudian yang ketiga contohnya ketika kita stres kita, tubuh kita pasti memunculkan tanda-tanda stres. Seperti sini tegang, sini rasanya gak nyaman, atau sini tertekan gitu. Lah pos di tempat dimana ada rasa tersebut bisa di tapping. Itu cara-cara paling gampang yang bisa dilakukan siapapun.
Oke Pak, saya punya hadiah buat Bapak disini. Saya membawa sesuatu Pak, tapi
kayaknya ini
Saya buka ya. Eh sorry, ini mereknya keliatan loh. Tapi maksudnya, saya gak punya masalah dengan merek ini ya. Ini bukan endorse juga. Cuman maksudnya, apa pak? Kenapa maksudnya bapak setiap kali ngeliat
benda ini di setiap
kantor atau di setiap tempat, bapak selalu turunin ini dari atas, pak? Betul, betul. Ini pak, sahabat bapak.
Saya percaya bahwa kita adalah apa yang kita makan. Kita adalah apa yang kita makan. Dan selama ini kita berpikir bahwa apa yang kita makan adalah lewat mulut. Mulut paling kecil, mulut cuma 3 kali sehari. Yang banyak lebih kita makan adalah lewat mata dan telinga. Lewat berita-berita, lewat gosip-gosip yang kita denger. Maka itu penting banget kita follow orang-orang yang tepat. Karena kalau kita ngomongin gosip, ngomongin ini dan sebagainya, kita akhirnya ikut-ikutan seperti itu. Dan kita tau bahwa seorang artis kita gosipin. Percayalah bahwa apapun yang kita denger itu gak sesuai dengan realitas yang ada gitu. Yang apa yang terjadi dengan apa yang keluar itu biasanya bisa berseberangan gitu. Dan untungnya apa, kita menjelekkan orang lain dan orang itu gak menjelekkan kita, kita menjelekkan dia. Dan kita merasa lebih suci daripada dia. Oke. Jadi... Nah itu yang kedua. Yang ketiga, apa yang kita makan lewat mana? lewat kulit. Bahwa organ terbesar dalam tubuh kita adalah kulit kita. Nah kulit kita itu apapun yang kita tempelkan akan terserap. Sehingga semua kosmetik dan sebagainya itu saya gak gunakan salah satunya untuk supaya tidak terserap ke tubuh kita. Sunscreen
juga gak pake pak ya? Gak. Gak usah jelaskan pak, itu kontroversi
sih. Saya tulis, saya bikin konten sih tentang itu. Kemudian kita lupa juga bahwa satu hari itu kita bernafas 25-30 ribu. Kali, per hari. Dan itu sekitar 10-20 kg udara yang kita masukkan. Kalau kita makan cuma 1-2 kg lewat mulut, tapi ini 10-20 kg. Sehingga apapun yang kita hidup itu masuk ke dalam paru-paru kita dan terseram. Setiap kali saya naik go-kart gitu ya atau grab gitu kan disitu ada biasanya pengharum-pengharum yang cair gitu. Saya bilang, mas-mas kalau itu diminum mau gak? Ya enggak lah mati loh. Oke kalau enggak diminum kira-kira dia habis berapa lama? Ya ini sebulan sih habis. Habisnya kemana? Ya ke udara, udaranya kemana? Baru sadar bahwa udaranya kita hirup.
Berarti tuh kalau yang kan ada yang pengalaman ruangan yang pake apa itu dua stick itu candle itu sama aja. Whatever,
menurut saya sih apapun yang kita gak bisa makan ya jangan dihirup juga kan. Kan kita hirup itu masuk ke dalam tubuh kita dan di paru-paru kita itu langsung terserap masuk ke darah kan. Aliran darah kan. Berarti mengharum ruangan apapun modelnya ya? Kecuali esensial oil. Kecuali emang bener-bener 100% barang itu adalah memang asli gitu ya. Dari lavender contohnya gitu. Ya sudah.
Tapi harus di make sure ya bahwa itu benar-benar bahannya gak boleh
chemical ya pak ya? Ya, it's chemical, but chemicalnya yang tidak berbahaya pada tubuh. Karena semua H2O juga chemical, semua ini kan chemical juga. Tapi pastikan itu, jadi gak masuk akal gitu. Dan gara-gara ini, gara-gara perfume dan sebagainya yang itu, ada penelitian yang mengatakan bahwa itu yang membuat hormon disruption. Jadi disruptor hormon dia, dia merusak hormon kita. Dan kalau kita mau melihat data Sam, bahwa sejak tahun 60 kalau gak salah sampai sekarang jumlah sperma di bumi ini atau di manusia sekarang itu turun sampai 50%. Dan diperkirakan kalau ini sampai tahun 2045 terus-terusan begini itu diperkirakan gak ada sperma lagi. Wah! Ini kan menyedihkan banget. Dalam arti apa? Mungkin anak-anak umur 13 tahun mungkin ya diambil gitu spermanya begitu keluar, kemudian ditaruh di bank dan kemudian... Sekarang ini orang udah males punya anak, betul. Kan kita udah masuk ke generasi bebas anak. Ntar lagi masuk lagi ke generasi solo. Jadi gak mau menikah juga. Itu tren kedepannya. Dan kemudian lah terus udah gak ada gitu dan gak pengen punya anak. Dan kalaupun mau punya anak susahnya setengah masa. Betul. Dan kita gak sadar setiap hari itu kita menghirup. polusi, polusi yang gak sadar setiap hari tuh ada di karbol, ada di cuci-cuci dan segalanya ini semuanya punya chemical yang kita hirup dan masuk ke dalam tubuh kita. Well karena saya peduli, saya kan belajar nafas jadi saya agak-agak sensitif terhadap hal-hal seperti itu termasuk hal ini. Jadi ini diturunin aja
pak ya daripada masuk
ke badan kita yang. Tiba-tiba bawa ini. Setiap berapa detik. Brandnya tolong di.
Oke pak, ini masih banyak pertanyaan saya pak ya. Gapapa pak ya, kita
lanjut
aja ya. Oke pak, bapak pernah mengatakan bahwa bapak tau caranya orang untuk sembuh dari kanker.
Gak, saya gak bilang itu sembuh dari
kanker. Tapi pencegahan kanker bener ya? Seperti kontennya?
Kanker itu multifaktor. Yang pernah saya bikin itu saya bilang bahwa ada penelitian bahwa kalau kita jalan-jalan di hutan dan sebagainya maka ada satu zat tertentu yang berinteraksi pada tubuh kita dan itu akan membuat penyembuhan kanker menjadi lebih baik atau membantu kita untuk tidak terkena kanker itu
sendiri. Oh berarti kalau orang yang kanker mau sembuh ke hutan jalan-jalan
gak? Ya pada dasarnya gak harus hutan, tapi kalau di Indonesia agak susah ya. Ada taman yang luas, dimana banyak pohon, grounding, seperti itu kelihatannya agak susah. Tapi kalau itu bisa, itu bagus banget sih. Untuk mencegah
kanker juga itu bagus banget ya? Iya,
iya. Oh wow. Ada satu set, saya kok lupa namanya, Paitu, apa gitu lah. Saya bikin di satu konten waktu itu saya bikinnya di Panama kalau gak salah. Oke pak,
saya ada satu statement juga dari bapak nih, yang mengatakan bahwa memaafkan adalah perbuatan yang paling egois di dunia pak. Yes, betul banget. Kenapa memaafkan itu adalah
perbuatan yang paling egois pak? Oke, perbuatan egois itu definisinya apa? Perbuatan yang menguntungkan diri sendiri, betul? Betul. Betul ya? Betul. Dan ketika kita memaafkan seseorang, yang paling untung siapa? Diri kita sendiri. Yes, makanya itu memaafkan adalah perbuatan egois. Masuk akal gak? Masuk akal sih. Dan tunggu dulu, Emang kita pernah membenci orang lain? Pasti pernah
sih kayaknya. Kita gak pernah mencintai orang
lain. Kita juga gak pernah mencintai orang lain. Gila. Ini sesuatu yang baru, ini sesuatu yang mungkin menabrak apa yang kita pikirkan. Kita gak pernah
membenci dan mencintai orang lain? Yes. How?
How? Oke. yang kita benci adalah sosok yang kita pikir adalah orang tersebut, tapi bukan dia. Contoh-contoh nih, pernah
ditipu? Pernah. Ini yang nipu nih. Oh bukan ya.
Oke, namanya si A nih, dia menipu. Kemudian apa yang terjadi? Kemudian kita membenci dia, oke. Dan apa yang terjadi di kepala kita itu ada sosoknya dia dan kita stamp dia penipu. Oke. Padahal dia mungkin melakukan kejujuran jutaan kali. Mungkin dia adalah seorang bapak yang baik pada anaknya. Mungkin seorang suami yang setia dengan istrinya. Dengan jutaan kebaikan itu. Tapi dia pernah melakukan sesuatu yang dimana kita anggap dia penipu. Kita menganggap ya. Oke. Dan apa yang terjadi kita benci itu. Yang kita benci bukan dia. Yang kita benci adalah sosok yang kita pikirkan adalah dia. Dan setiap hari kita benci terus, yang rugi siapa? Kita sendiri. Kenapa orang kalau
membenci seseorang atau gak memaafkan seseorang ruginya
di dia pak? Ya karena tubuhnya stress kan, tegang. Dia akan menjadi tegang dan banyak orang melakukan itu. Dia menyalahkan ini dan menyalahkan itu. Ada seorang ibu nih, dia bilang, Pak gara-gara dia tuh suamiku itu, saya ini kanker gara-gara dia pak. menyakiti saya. Terus kemudian saya cubit dia, bener-bener saya cubit. Saya bilang, ibu tolong jawab apakah benar dia menyakiti ibu seperti saya menyakiti ibu seperti ini atau ibu yang setiap hari di dalam kepala ibu memunculkan sosok dia dan ibu benci setiap hari dan menciptakan kekacauan di dalam tubuh ibu dan menciptakan gangger itu mana yang benar. Selama kita masih berpikir bahwa ada pihak lain yang bisa menyakiti hati kita, kita gak akan sembuh. Saya mau tanya, satu-satunya orang di dunia yang bisa menyembuhkan luka hati kita siapa? Diri kita sendiri. Kalau satu-satunya orang yang bisa menyembuhkan luka hati kita adalah diri kita sendiri. Satu-satunya orang yang bisa melukai diri kita siapa? Diri kita sendiri. Yes. Wow. Betul? Jadi selama kita, inget ya luka itu disini, orang bisa menyakiti kita secara fisik, orang bisa menyakiti kita secara ekonomi, betul. Tapi secara hati impossible dong. Maksud saya begini, bahwa ada kata-kata orang yang menyakiti kita, itu gimana sistemnya? Maksudnya begini, saya pikir sakit hati itu hoax loh. Sakit hati hoax, oke. Sakit hati itu hoax. Kenapa? Karena kita didoktrin oleh Bollywood, Hollywood, Dracor, lagu-lagu yang dimana kita percaya bahwa sakit hati itu adalah sesuatu yang real akhirnya. Coba perhatikan, mari kita agak sulit sih kalau kita langsung ngambil konklusi. Tapi mari kita bagi pelan-pelan. Contoh ada seseorang mengatakan begini, Gobind otak isinya sampah. Orang bilang gitu sama saya. Kamu otaknya isinya sampah. Oke. Ketika orang itu mengatakan pada saya, di otak saya yang sudah terprogram, saya akan mengatakan, saya dihina, saya dilecehkan, saya direndahkan, saya dinista. Akhirnya saya sakit hati. Oke. Nah, kalau ada satu orang yang mengatakan, which is banyak yang sudah melakukan itu pada saya, gue blok tolol sok tau seminar isinya sampah dan sebagainya. Saya percaya apa yang dikatakan orang tersebut hanya mencerminkan siapa dirinya, bukan saya. Apapun yang saya, saya gak baik, saya juga gak buruk. Kalau apa yang saya katakan cocok dengan Anda, Anda katakan saya bagus, betul? Kalau apa yang saya katakan tidak cocok dengan Anda, Anda katakan saya buruk, betul? Saya pernah gak buat postingan, beberapa orang memuji, beberapa orang mencelah, betul? Postingan is postingan. Iya gak baik gak buruk, betul? Kalau cocok dengan postingan itu, dikatakan bagus. Kalau gak cocok, dikatakan buruk. Postingnya ini benda mati yang diam aja loh ya, sama. Apapun yang saya katakan kalau cocok dikatakan bagus, kalau nggak cocok. Jadi kalau ada orang bilang saya tolol, sebenarnya dia nggak cocok aja sama saya. Jadi hanya mendefinisikan siapa dirinya, bukan di sisi saya. Sehingga apakah saya sakit hati? Ya nggak. Jadi kalau
orang yang setiap hari katakan orang lain tolol, goblok, dan lain-lain itu berarti mencerminkan dia ya? Kasian ya sama orang kayak
gitu ya. Ada luka di hatinya
mungkin ya sampe negatif banget pada semua orang ya.
Kalo kita ketemu orang dan aroma mulutnya kurang sedap gitu. Pasti ada luka disini, atau sini radang, sini ada masalah betul. Sama orang-orang yang punya kata-kata kasar, keras, kejam, dan sebagainya. Pasti banyak luka. Dan orang-orang sensitif, contohnya dia pegang handphone nih, dia scrolling. Goblok. Tolol, sok tau, kasihan dong ya. Ada orang majeng sedikit kayaknya kesentuh lukanya, dia marah kesentuh. Jadi dia banyak luka di dalam tubuhnya yang kesentuh, kesentuh, kesentuh, kesentuh. Jadi dia sebentar-sebentar marah. Jadi kita ketemu orang yang sensitif, senggol baco, sebentar-sebentar marah nyolot dan sebagainya. banyak luka di dalam tubuhnya,
banyak trauma. Yang dimana dia harus memperbaiki itu pak ya untuk mempunyai hidup yang lebih baik
ya. Saya berempati, ketika ada orang yang bilang tolol, goblok pada saya, saya gak sakit hati, saya berempati malah. Saya bilang kalau bisa ya punya kesempatan dia dapat ilmu yang bagus sehingga dia bisa menyembuhkan luka-luka hatinya. So itulah saya bilang sakit hati it's karena kita terprogram untuk sakit hati. Walaupun
sebenernya kalau kita tidak mendengarkan itu atau kita merasa kita gak kena dan lain-lainnya, kita gak mudah sakit hati juga pak ya. Dari apapun yang orang bilang gitu
ya. Saya sering kali jalan kaki kemudian orang Atau mungkin ada orang ngira saya orang bule gitu, sehingga dia ngomong bahasa Jawa sementara saya tau gitu ya. Ya saya ketawa-ketawa aja. Ada pernah satu hari saya di Chile atau di Brazil gitu, saya lagi jalan kemudian sama anak saya, kemudian ada seorang penunggu, kemudian liat saya gitu. Kemudian dia bilang, are you homeless? Eh, homeless gitu dia bilang. Terus si anak saya bilang, papa, dibilang homeless, kelandangan gitu. Dia bilang, Tapi kan kita tau siapa diri kita. Pak, tadi membenci
udah nih. Apa maksudnya dengan mencintai, itu gak ada mencintai? Sama
seperti membenci bahwa kalau kita hanya membenci sosok itu, sebenarnya kita mencintai sosok yang kita pikirkan itu. Maksudnya begini, kita cowok ya. Setiap cowok itu pasti punya di otak itu sosok ideal, wanita ideal. Ini kita anggap belum nikah nih ya. Kita kan pasti pengen, wah aku pengen nih nanti istriku itu wajahnya seperti artis ini, bodinya seperti ini, kemudian pinternya seperti presenter ini, kita pasti punya itu ya. Nah kemudian ketika kita jalan-jalan kemudian dikenalin oleh seseorang yang... Tapi seperti yang kita pikirkan tiba-tiba jatuh cinta betul. Kita langsung jatuh cinta kita mulai melakukan pendekatan-pendekatan betul. Nah ketika kita sudah melakukan pendekatan begitu dekat kemudian kita mulai ngobrol ngajak kencan. Nah ketika ngajak kencan kemudian ngobrolnya gak nyambung. Kita masih pikir, ah nanti di seminarin ikut seminar lah mungkin bisa berubah gitu. Tapi kemudian abis gitu abis makan kok makannya banyak, abis itu kok sendawa, kemudian kentut. Nah tiba-tiba ilfeel, ilang feelingnya. Jadi sebenarnya kita ini mencintain siapa? Mencintain dia. atau sosok yang kita pikir adalah dia. Kriteria-kriteria itu. Ya kan? Bahwa kalau kamu cocok dengan aku, aku masih cinta. Kalau kamu gak cocok, ya mohon maaf. Masih ingat, masih tau mungkin pernah denger bahwa seorang ibu pada anaknya katanya cinta yang sejati dan sebagainya. Tapi pernah denger mungkin, nak-nak kalau kamu pindah agama nak, kalau kamu kawin dengan dia nak, seumur hidup mama gak akan akuin kamu anak. Ini cinta atau dagam? So kalo kita mau melihat kehidupan kita bener-bener real maka kita akan melihat bahwa semua adalah dagang itu sendiri. Bahwa kita punya kriteria dan kalo kamu masih masuk di kriteria ini masih oke. Tapi kalo keluar dari itu maka mohon maaf. Maka cinta itu hilang bahkan muncul bencinan sebagainya. Berarti dagang bukan cinta pak? Ya ini berita sedihnya seperti itu. Nah cinta yang menurut saya cinta itu adalah ketidakmelekatan itu sendiri. Jadi cinta itu hilangnya kebencian. Jadi gak bisa kita suka dengan cinta dengan kaum ini dan membenci kaum ini. Gak ada. Hilang, hilang. Kebenciannya udah hilang. Udah gak ada lagi seperti itu. Yang pernah saya dengar dari Prof. Komarudin Hidayat itu mengatakan begini, Al-Quran itu disarikan jadi Al-Fatiha. Disarikan jadi satu kalimat, Bismillahirrahmanirrahim. Satu kata. Itu arahman. Artinya orang Islam adalah orang yang sudah hilang kebenciannya. Jadi bisa disebut Islam kalau kita benar-benar sudah hilang kebenciannya. Dan Rumi pernah mengatakan bahwa tugas kita sebenarnya bukan mencari cinta. Karena esensi dari diri kita itu adalah cinta itu sendiri. Tugas kita adalah menghilangkan sekat-sekat diri kita yang menghalangi diri kita dengan cinta itu sendiri. Yaitu kemarahan, kebencian itu yang perlu dihilangkan dan kita ketemu dengan si cinta itu sendiri. Yesus pernah mengatakan bahwa kalau kamu baik sama yang baik sama kamu, apa bedanya kamu dengan pemucuknya itu. Bukannya orang yang tidak mengenal Tuhan juga melakukan hal yang sama. Karena kamu adalah muridku maka kasihlah musuhmu. Dan musuh terbesar pada diri kita adalah kebencian itu sendiri. Jihad terbesar pada kebencian dan kemarahan dalam diri kita sendiri. So, penting banget, inget ya, di dalam diri kita sendiri. So, kita perlu untuk beresin kemarahan, kebencian yang ada di dalam diri kita sendiri. Sehingga kita melihat kehidupan kita ini adalah bagian satu saudara, dimana kebencian itu tidak ada. Seperti itu. Nah disitu mungkin, Pak kalau disakitin bagaimana? Nah disitu kita akan masuk ke kesadarannya yang berbeda. Contoh begini, bedakan antara sakit dan menderita. Pain and suffering. Pain itu sakit, menderita itu mental. Contohnya kalau kita main sepak bola nih, tiba-tiba ditabrak dari belakang. Apa yang sakit? Sakit kan? Dan ketika kita melihat itu adalah yang nabrak adalah teman kita, kita hanya cuma sakit. Oke, bro, bro, gak apa-apa, santai aja. Tapi ketika kita ditabrak yang sama, tapi kemudian kita melihat bahwa yang nabrak adalah orang lain, atau musuh kita, atau lawan kita. wah kita merasa menderita, wah mau menyakitiku, dan sebagainya seperti itu. So, kemampuan tuh menyadari bahwa kita adalah satu akar yang sama, maka itu akan membuat kita tidak menderita sih. Tapi ini gak gampang tentu, bahwa otak kita kan egois itu sendiri. Nah, jadi yang bener itu bagaimana? Bukan mengecilkan ego, tapi melebarkan ego. Sehingga kita melihat kehidupan dunia ini adalah diciptakan oleh penciptaan yang sama. Masih ingat kalau melebarkan ego itu mirip seperti ginilah. Saya asli dari mana? Makassar. Di situ ada sepak bola PSM. Satuan sepak bola Makassar. Dan kemudian suatu hari PSM ini lawan dengan Persebaya. Anda kan merasa PSM akan membela mati-matian kan? Ego sektoral PSM itu kan? Dan membenci Surabaya pastinya. Atau ya enggak, membenci lah. Paling enggak dia musuh. Ya kan? Berantem gitu. Nah, ketika si Indonesia mau melawan Malaysia, maka beberapa pemain PSM itu diambil, beberapa pemain persebaya diambil, betul? Dan gabung dengan sebuah klub namanya Indonesia, klub nasional. Dan apa yang terjadi? Kita udah gak ada benci, kita saling mendukung Indonesia. Kita udah membaur, kita lawannya udah si Malaysia. Kita udah bukan sektor lagi, tapi kita akan membesar jadi Indonesia. Bisa gak kita punya kesadaran seperti itu? Sehingga kita gak membenci kelompok lain, negara lain, atau siapapun itu. Sehingga yang ada cuma cinta itu sendiri. Ini gak gampang. Tapi selalu inget bahwa ketika saya membenci kelompok itu, kaum tersebut, negara tertentu, Bahwa yang rugi itu saya sendiri, negara itu kan di kepala kita kan, kita kan membenci Amerika. Amerika itu enggak ada benci enggak rugi apa-apa, itu kan cuma kesepakatan di kepala kita. Tapi kita setiap hari membenci tubuh kita yang rusak. Ketegangan terus dalam tubuh kita. Kenapa kita enggak menyadari? Pak, berarti dibiarin aja. No, no, no. Kita lakukan sesuatu. Kita lakukan tindakan-tindakan. Contoh ada orang mengambil uang kita. Kita laporkan polisi. Kita pergi ke pengadilan dan sebagainya. It's okay. Tapi bisa enggak kebencian itu hilang? Coba saya mau tanya. Ketika rumah kita dibakar, yang bakar lari, apa yang dilakukan? A, matikan apinya. baru ngejar orangnya, atau B, ngejar orangnya baru matikan apinya. Yang bener ya? Matikan apinya dulu. Matikan apinya baru ngejar orangnya, betul? Sekarang pertanyaannya kedua, saya ubah sedikit. Kalau hati kita yang dibakar, apa yang kita lakukan? Kejar orangnya dulu. Bakar orangnya kalau bisa. So that's a, maksud saya begini lakukan sesuatu hukum lah, tindakan-tindakan ke pengadilan, MK dan sebagainya, whatever lakukan. Tapi bereskan kebencian di dalam diri kita sendiri. Itu yang saya mau mengatakan bahwa beresin benci itu akan muncul cinta, sebuah kesadaran dimana kita semua saudara. Itu semua dituangkan disini gak Pak?
Di dalam buku Happiness Inside? Ada, ada
di Happiness Inside ada seperti itu. Walaupun itu buku sebenarnya udah cukup lama sih, sekitar belasan tahun. Udah dicetak 29 kali. Dan ini buku yang pertama saya, sebenarnya saya dipaksa untuk menulis buku sih, akhirnya saya tulis.
Tapi dari sini orang bisa diubahkan hidupnya banyak sekali pak ya tentang
happiness inside. Menurut saya sih banyak sekali yang mengatakan seperti itu dan buku ini copy left. Copy left? Left. Jadi biasanya kan copyright tapi ini copy left. Jadi setiap orang boleh meng-copy sebagian seluruh isi buku saya, mengganti nama saya. Kalau ada seorang yang dapat keuntungan materi atau non materi dari seluruh hasil karya ini saya juga ikut bahagia. Wow! Wow! Karena inspirasi saya dapat gratis dan Tuhan juga gak pernah ngasih hacipta kali semua barangnya
bukan? Ini kalau ternyata muslim bilang why, ini saya wow Pak ya, ini saya
super wow ini. Maksud saya begini, masuk akal gak sih? Masuk akal gak? Di buku Happiness Insight, mengajar orang berserah, ikhlas, pasrak, kemudian halaman depannya, barang siapa yang menjata, yang ini akan dihukum. Ini kan gak konkuren kan? Antara apa yang ada dan yang diajarkan dengan apa halaman pertama, copyright gitu. Dulu gak ada copyright, baru-baru aja sih. Saya bukan anti copyright, ada orang yang punya copyright, it's okay. Tapi saya tidak memberikan itu. Dan setiap buku yang tercetak saya menanam sebuah pohon untuk mengembalikan kebaikan alam karena kita tahu buku berasal dari kertas dan kertas berasal dari pohon. Jadi setiap buku yang tercetak saya menanam sebuah pohon. Pak, saya kayaknya belum pernah
menemuin sosok seperti Pak Gobind seumur hidup saya 25 tahun ini Pak. Mungkin saya masih muda ya, cuman gak ada yang seperti Pak Gobind sih. Bener-bener kayak selfless banget yang kayak bener-bener mikirin orang lain gimana dan sebagainya. Enggak, ini proyek egoistik
saya sih. Ini bukan selfless, gak ada di dunia ini manusia mikirin orang lain tuh gak ada. Semua apapun yang saya lakukan adalah untuk kepentingan saya. Anda mungkin bertanya, itu kenapa bisa seperti itu? Jadi gini, manusia itu adalah makhluk egois. Jadi apapun yang dilakukan, apapun yang dilakukan adalah untuk kepentingannya dia. Oke, mungkin Anda mengatakan, ngasih contoh. Enggak lah pak, itu orang tua nih, mati-matian dia gak mau kerja, dapat makanan sedikit, dikasihkan ke anaknya, bukan dia. Tunggu dulu, tunggu dulu. Anaknya siapa? Anak dia kan. Bukan anak orang lain kan. Anakku yang aku bela agamaku, negaraku. Harus ada aku baru dibela. Kalo ga ada aku, ga ada kunya, emang dibela? Ya engga. Egois, egois. Emang kita semua egois. Oke, so tujuan saya melakukan ini untuk apa? Ya untuk belajar untuk bagaimana berbagi. Untuk belajar untuk melepas ikhlas. Karena gak bisa kita cuma ngomong tok, kemudian bisa jadi ikhlas. So, ini adalah praktek harian saya. Kalau ada orang beli dan kemudian gak bayar, kalau ada orang beli kemudian ngopi, mengopi sebagian, mengakui bahwa itu adalah karyanya, itu adalah bagian dari bagaimana kita melepas. Luar biasa banget sih. Dan ini sebenarnya
bukan cuma satu pak ya, ini ada lagi buku kedua yaitu 99 Wisdom. 99 Wisdom itu berisi 99 Wisdom. Iya
jadi cerita-cerita saya tentang kehidupan dan kemudian
saya jadikan satu. Apa satu Wisdom aja pak yang menurut Pak Gobind itu powerful banget dan temen-temen harus
tau tentang itu? Wisdom yang menurut saya yang paling penting adalah bahwa manusia tidak pernah bermasalah dengan apapun dan siapapun di luar dirinya. Kita bermasalah dengan ketakutan kita, keserakaan kita, kebencian kita, ketamakan kita, dan semua yang ada dalam diri kita. Maka ketika kita punya masalah, tolong jangan cari jalan keluar. Karena masalahnya di dalam, cari jalan ke dalam.
Dan ini buku-buku seperti ini tuh tadi yang Pak Gobind bilang orang bayarnya setelah datang ya Pak ya?
Oh iya iya maksudnya saya punya satu toko online namanya Wisdom Shop. Wisdom Shop. So itu adalah ada produk-produk natural yang dulu saya pake sebelum saya cuma pake air saja itu dulu saya pake produk-produk itu. Nah disitu karena banyak sekali yang pesen, Pak saya kepengen jadi Pak Gobind tapi gak bisa kan langsung pake air dulu pake apa Pak? Ini. Dulu kan gak ada Shopee, Tokopedia. Nah kemudian jadilah Wisdom Shop. Nah Wisdom Shop fokusnya bukan pada shopnya, tapi pada wisdomnya. Wisdomnya pertama adalah kita percaya bahwa semua orang adalah baik. Sehingga kita percaya bahwa ketika ada orang pesan, kita kirim dan kemudian kalau seandainya setelah barang terkirim baru dikasih nomor si dan nomor kendingnya seperti itu. Jadi kalau anda baca buku ini, itu juga 100% money back guarantee. Jadi kalau disitu juga ditulis. Jadi kalau abis baca orang tersebut dan merasa bahwa, ah apa ini. Gitu ya, gak usah bingung-bingung disitu ada nomor telpon anda wek aja nomor itu bilang bukunya tidak ada harganya maka uang dikembalikan, buku gak usah dikembalikan. Atau kalau anda beli produk di wisdom shop barangnya rusak atau apa barang dikasih baru barang lama gak usah dikembalikan.
Wah ini kayaknya Pak Gowin bukan manusia deh Pak. Pak, ini unreal banget sih untuk semua ini. Iya, iya,
tapi 18 tahun udah seperti ini, baik-baik aja. Ada gak yang memanfaatkan
momentum itu pak? Saya gak tau, karena
saya gak ngecek orang ini sudah bayar atau belum
sih sebenernya. Buh, tim yang tau berarti?
Iya, iya, maksudnya selama ini baik-baik aja, maksudnya muter aja, jadi otomatis ya. Ya memang kecil sih skalanya karena ya mungkin yang kau juga ga banyak tapi dalam arti lebih banyak orang yang bayar daripada engga rasanya. Kan kita ketakutan ya bahwa sering kali kita denger di media sosial bahwa Dunia semakin hancur, dunia semakin rusak ini. Eh kita ini hidup di dunia yang paling beradab dan paling aman sepanjang sejarah kehidupan manusia. Tidak ada dunia yang paling aman seperti sekarang ini. Tapi kenapa kok kita merasa bahwa dunia ini rusak? Karena beritanya gak seimbang. Begitu banyak orang baik gak diberitakan, begitu satu ada perampokan, beritanya bisa berbulan-bulan. Di atas kepala kita ada 1,4 juta pesawat lalu lalang setiap tahunnya. Gak ada yang beritain, begitu satu jatuh beritanya 3 bulan. Sehingga kita merasa bahwa dunia ini rusak ini dan sebagainya seperti itu. Padahal makin
malas makin baik. Pak apa sih sebenarnya goals di dalam hidupnya Pak Gobindini, let's say kita ngomong sampai akhir hidupnya itu pengen
apa sih Pak sebenarnya? Enggak, saya menyebut diri saya itu hard worker. Hard worker berarti saya, waktu saya menulis buku itu orang tanya, Pak Gobind mau dibilang sebagai inspirator? Pak Gobind menjadi motivator atau apa? Enggak, saya bingung. Kemudian saya bertanya pada diri saya, apa sih yang ingin saya lakukan dalam hidup ini? Saya mengikuti hati saya gitu. Sehingga saya gak punya patokan pasti apakah saya ini penulis, apakah saya ini content creator, apakah saya itu apa. Yang gak apa-apa, gak ada sesuatu spesifik siapa. Saya adalah saya, begitu. Dan ketika itu terjadi ya saya melakukan itu. Saya melakukan bisnis, saya melakukan ini, investasi mungkin disana. Ketika hati saya tertarik disitu saya melakukan itu. Tapi penting banget untuk menjaga kesadaran
agar itu. Oke, pak ini pertanyaan terakhir banget dari saya pak, karena ini sudah satu jam setengah kali ini, lama banget tapi gak terasa ya. Ini luar biasa sekali ya podcast hari ini. Pak, kan ini pertanyaan menjadi pertanyaan jutaan orang, yaitu gimana caranya untuk saya bisa sukses menjadi kaya di dalam dunia ini. Ada gak jawaban dari pak Govind untuk seseorang yang mau untuk menjadi sukses dan kaya di dalam hidup ini harus
ngapain pak? Sukses dan kaya. Maksud saya begini, saya mungkin orang yang kurang tepat. Well, saya ya dibandingkan banyak orang mungkin orang bilang udah cukup sukses. Oke. Walaupun saya baru melakukan kegiatan bisnis saya gak baru-baru 5-10 tahun terakhir. Tapi sebelumnya tidak begitu. Dan saya percaya satu hal, bahwa di dunia ini gak ada ruang hampah. Gak ada ruang hampah yang kita lempar hilang begitu saja. So, saya percaya bahwa apa yang kita lempar kembali ke kita. Oke. So, fokus utama adalah beri, beri, dan beri. Beri sebanyak mungkin. Oke, karena apa? Banyak orang berpikir, wah kalau saya beri saya dapet apa? Gitu kan? Loh kita ini sudah dapet loh. Saya tuh dapet kemampuan-kemampuan sekarang ini. Harusnya tugas saya adalah fokusnya untuk memberi. Dan itu yang... Nah kalau kita... takut untuk beri, sebenernya kita takut juga dengan hukum yang ada. Kalau semua orang bilang percaya Tuhan. Nah kalau anda percaya Tuhan ini seperti apa? Apakah saya pakai baju tertentu? Dan enggak. Hukum-hukumnya bagaimana? Kalau anda percaya Tuhan berarti anda percaya hukumnya. Apa yang kita lempar kembali ke kita, betul? Nah kalau anda percaya Tuhan tapi kemudian anda merasa bahwa, oh nanti saya kasih banyak, nanti dapatnya sedikit. Saya rasa kita memperlakukan hukum tersebut. Dan kalau kita mau melihat kehidupan kita, anda lihat tuh namanya Google, Youtube, atau apapun yang sekarang hebat semua. Fokus pertama kan dia beri. Gratis, gratis, gratis semua. Dan ketika saya sampai di sini, saya juga gak kepikiran untuk suatu hari saya punya di undang podcast. Saya tuh hampir-hampir tidak melakukan sesuatu move gitu. Saya gak punya proposal kalau gak ditanya. Oke, dan baru akhirnya temen datang, Kobin mau tak buatin iklan, Kobin tak buatin ini dan sebagainya diundang sana diundang sini akhirnya berkembang seperti itu. Bukan berarti cara saya harus diikutin pada semua tapi pada dasarnya adalah fokus untuk memberi. Dan kita hidup ini selalu inget ABC, awareness before change. Jadi awarenessnya harus dibangun dulu baru kemudian terjadi perubahan dalam hidup kita. Dan perubahan itu semuanya harus dimulai dari diri sendiri. Seperti Mother Teresa mengatakan bahwa tidak semua orang mampu melakukan hal-hal besar. Tapi setiap orang mampu melakukan hal kecil dengan cinta yang besar. Bukan seberapa besar yang kita lakukan tapi seberapa besar cinta yang kita letakkan pada apa yang kita lakukan. Jadi hal-hal kecil dengan konsistensi yang besar. Ketika kita, kenapa saya mengajar nafas? Karena ketika kita mengubah mulut, ini makan, kita mengubah 3 kebiasaan sehari. Tapi ketika kita mengubah nafas, kita mengubah 25 ribu kebiasaan sehari. Kecil, tapi efeknya luar biasa. Ketika dua orang melakukan hal yang sama, hasilnya sama. Tapi ketika ada satu orang yang berbeda, maka gak keliatan saat ini. Tapi setelah beberapa bulan, beberapa tahun, itu akan langit dan bumi. Dan kalau kita mau melihat kehidupan kita, kan bukan melakukan tindakan yang besar tapi kecil tapi konsistensi yang besar itu yang membuat perubahan dan kesuksesan
dalam hidup kita. Wow pak, apa satu pertanyaan kira-kira yang saya lupa tanyakan ke bapak dan kalau saya gak tanyakan pertanyaan ini yang nonton bakal sedih pak.
Gak kepikiran sih. Tadi udah banyak sekali yang sudah ditanyakan dan saya pikir itu melebihin daripada apa-apa yang selama ini orang tahu tentang diri saya lewat podcast dan sebagainya. Saya pikir saya sangat jago banget untuk menggali ini semua. Ada banyak sekali yang selama ini gak ke ini. Dan saya merasa senang sekali bisa berbagi dengan begitu banyak orang di sini.











