Orang Indonesia itu Rajin

Gobind Vashdev argues Indonesians aren't lazy, just busy with scrolling and gossip instead of purposeful work. Everyone gets 24 hours; the difference is what you choose to do when you wake up. Free resources exist for fitness, learning, and language, so excuses about time or money don't hold.
Chapters
Kata siapa orang Indonesia itu males-males? Enggak. Kok kemana-mana saya pergi saya selalu melihat orang Indonesia itu rajin. Rajin scrolling, rajin gossip, rajin copy-copy cantik, dan sejenisnya.
Ya Pak, tapi itu mereka tuh yang nggak bisa sukses tuh gara-gara nggak konsisten.
Apaan? Semua orang konsisten. Konsisten nunda-nunda, konsisten bangun terlambat, atau bangun siang. Jadi, pada dasarnya semua orang itu rajin dan konsisten. Pertanyaannya, apakah rajin dan konsisten Anda itu menuju apa yang Anda impikan dalam hidup ini? Kalau Anda merasa baik-baik saja dalam hidup Anda, Anda merasa cukup, ya sudah. Anda bersyukur di situ, ya sudah. Tapi kalau dalam hidup Anda, Anda mengeluh, berarti ada sesuatu yang nggak beres. Nah disitulah kita perlu untuk mengubat.
Tapi Pak, kan saya nggak seperti Bapak. Bapak kan punya pengetahuan, Bapak punya banyak waktu, Bapak punya uang.
Kita bisa alasan, seribu alasan. Tapi ingat ya, bahwa setiap orang itu punya 24 jam yang sama. Setiap kali kita bangun pagi, buka mata, kita punya dua pilihan. Paling tidak. Apakah Anda stop di situ, di ranjang Anda scrolling gitu. Atau Anda bangun dan kemudian melakukan olahraga.
Tapi kan saya enggak. Member fitness, Pak.
Eh, kita bisa squat. Kita bisa push up. Kita bisa sit up. Ada banyak sekali latihan olahraga yang Anda enggak usah bayar. Anda lihat tuh di YouTube atau dimanapun. Sekarang gratis. Cuma butuh internet saja.
Pak, tapi kan saya enggak punya pengetahuan.
pengetahuan banyak gratis. Nggak usah sekolah, nggak usah apa-apa. Anda pokoknya rajin aja untuk melihat sesuatu. Mengubah yang biasanya membicarakan non-gosip atau sesuatu yang ha-ha-hi-hi yang cuma menghibur kita. Kita mengubah menuju sesuatu yang berharga. Tonton podcast-podcast yang benar.
Tapi Pak, saya tuh nggak bisa bahasa
Inggris Sekarang ada bahasa Inggris pakai AI Anda bisa terjemahkan, Anda bisa melakukan banyak hal Kini ya, kalau kita mau itu ada seribu jalan Tapi kalau kita nggak mau ada seribu alasan Dalam hidup ini semuanya adalah pilihan Anda mau mengubah atau tidak dalam hidup Anda. Kalau Anda tidak mengeluh dalam hidup Anda, Anda baik-baik saja, Anda oke, Anda selalu bersyukur dan sebagainya, Anda puas dengan hidup Anda, itu oke. Tapi kalau kita masih mengeluh, merasa bahwa Kok begini ya?
Kenapa kok tubuh saya kok nggak segar seperti dulu? Kenapa kok pemasilan saya begitu-begitu saja? Kenapa kok saya itu lemet mikirnya nggak seperti dulu lagi?
Kalau Anda mengeluh di situ berarti Anda harus mengubah. Karena kehidupan ini, kalau kita biasa-biasa saja, kita akan tergerus oleh arus itu sendiri. Otot kalau nggak dipakai, akan menyusut. Otak juga nggak dipakai, akan lemot. Semakin hari semakin lemot. So, kita perlu untuk memaksa diri kita untuk melakukan hal-hal yang kita perlu lakukan, walaupun kita nggak suka melakukannya. Tapi kita tahu itu perlu. Ingat ya, ketika kita kecil, kita itu tahunya enak dan nggak enak. Tapi ketika kita besar, Kita harus berubah. Bukan enak dan enggak enak. Tapi perlu atau tidak perlu. Oke? So sekarang, pilih sesuatu yang perlu untuk menuju apa yang Anda inginkan dalam kehidupan kita. Salam bahagia dari saya, Gobind Vasudev, di fitness yang masih gelap, belum ada orang.











