Gobind Vashdev shows how a drinking straw can stop panic attacks by fixing your breathing. Inhale through your nose, exhale slowly through the straw for up to 10 seconds. The longer exhale raises CO₂ levels, slows your heart rate, and triggers your body's relaxation response.
Chapters
Kalo anda anxiety atau panic attack, anda jangan pernah tinggalkan benda ini. Bawa benda ini kemana-mana untuk mengatasi anxiety atau kecemasan berlebihan yang muncul dalam diri anda. Kita tahu bahwa orang-orang yang anxiety itu punya apa yang disebut quitting pattern disorder. Bahkan 75-80% jumlahnya itu mempunyai pola nafas yang buruk. Dan ketika kita stress, biasanya anxiety nyusul di situ. Bisa terpicu karena banyak hal. Maka untuk mengurangi nafas kita menjadi lebih lambat, ini tolong dibawa kemana-mana, yaitu sedotan. Tapi kalau Anda tidak ada, Anda cari saja namanya sedotan. Kenapa? Apa yang kita akan lakukan adalah Anda tarik nafas dari hidung, kemudian Anda lepaskan melalui sedotan melalui mulut. Dengan cara melalui mulut ini, maka apa yang terjadi? Hembusan Anda akan menjadi lebih lama. Kalau kita mengembus biasa 2 detik selesai, ini bisa jadi 10 detik. Nah, apa yang terjadi? Ketika kita mengembuskan cukup lama, maka sistem parasimpatik di dalam tubuh kita akan aktif. Karena ketika kita melepas nafas, itu parasimpatik aktif. Untuk apa parasimpatik? Membuat tubuhnya jadi relax. Dan nafas Anda nggak bisa cepat-cepat kan? Tariknya dari hidung, lepasnya dari mulut. Dan Anda lakukan beberapa kali. Dengan cara seperti itu, karbon dioksido dalam tubuh Anda akan menjadi lebih naik. Dan itu akan membuat pembulu darah Anda menjadi lebih lebar, detak jantung Anda menjadi lebih pelan, dan kemudian diri Anda menjadi lebih tenang. So, selalu bawa ini, sedotan, di diri Anda, di tas Anda, letakkan di situ, dan ketika panik atau sebelum panik, lakukan cara yang saya berikan tadi. Semoga bermanfaat. Salam bahagia dari saya, Gobind Fadzad.