Gobind Basdar describes getting stuck in a long airport queue, panicking about missing his flight. He realizes the only thing he can control is the person directly ahead of him. By trusting that chain of responsibility, his anxiety disappears. The lesson: stop overthinking an uncontrollable future. Instead, schedule future thinking into a journal and focus on what you can control right now.
Chapters
Saya ketakutan ada orang yang mungkin nyerobot di depan sana, sehingga ini antrian nggak maju-maju. Ada pelajaran hidup yang sangat penting yang saya dapatkan ketika saya mengantri. Jadi saya baru mengantri di belakang situ. 100 meter lebih atau 200 meter, saya nggak tahu, tapi panjang banget. Dan di situ saya ketakutan.
Ketakutan akan apa?
Ketakutan akan, waduh, nanti kalau sananya ini bisa berjam-jam dan saya ketinggalan pesawat bagaimana nah, sambil ketakutan kemudian saya melihat melongok-longok ke depan apa sih kok lama banget gitu saya ketakutan ada orang yang mungkin nyerobot di depan sana sehingga ini antrian gak maju-maju dan dalam kepanikan itu kan overthinking terjadi dan kemudian saya berpikir saya
akan menjaga orang di depan saya ini tetap sama dalam antrian itu dan saya percaya bahwa orang depan saya juga akan menjaga yang di depannya tetap sama sehingga
tidak ada satu orang pun yang bisa
nyerobot Dan kalau setiap orang itu melakukan hal yang sama, maka ya harusnya aman.
Dan ternyata apa yang saya takutkan itu, berjam-jam itu, ternyata enggak kok. Sebentar, jalan, jalan, jalan, jalan. Dan akhirnya dalam beberapa menit atau beberapa puluh menit, saya sudah sampai di kontor check-in. So, pelajarannya adalah bahwa dalam hidup ini kita sering sekali memikirkan masa depan dan sesuatu masa depan yang kita tidak bisa ubah. Kita tidak bisa kontrol. Bukan berarti bahwa kita tidak bisa, tidak boleh memikirkan masa depan. Boleh tentu, tapi jadwalkan memikirkan masa depan yang 5 tahun, 10 tahun ke depan itu mau jadi apa. Anda bisa tuliskan, Anda jurnalin atau sejenisnya seperti itu.
Tapi yang paling penting adalah apa yang
ada di depan Anda. Anda jaga, Anda bisa kontrol. Nah, selama Anda bisa melakukan itu, maka kehidupan kita akan jauh lebih rileks dan lebih tenang.
Nah, ketika saya menyadari bahwa, oh iya
ya, yang saya bisa kontrol adalah orang di depan saya, maka kemudian saya tenang.
Dan ketika tenang, ternyata apa yang saya takutkan tidak terjadi. Seperti dalam kehidupan ini, yang paling berat
itu sebenarnya bukan menjalani, tapi memikirkan sesuatu yang belum dijalani. Oke? Suatu pelajaran dari mengantri. Salam bahagia dari saya, Gobind Basdar, yang lagi pingin nge-actor.