Rahasia Kaki Mulus Walau Nyeker Terus

Gobind Vashdev walks barefoot constantly but keeps smooth feet. He credits three things: washing with water instead of harsh soap, breathing through his nose to conserve 43% of water vapor, and slowing his breathing rhythm. Nasal breathing triggers vasopressin, a hormone that helps skin retain moisture.
Chapters
Setiap ketemu rombongan mama, ada aja salah satu itu bertanya, Gobind boleh nggak liat telapak kakinya? Dan setelah saya kasih tau, ini telapak kaki saya gitu. Dan biasanya dia akan berkata, kok bisa sih? Kan nyekir 10 tahun, kok nggak pecah-pecah? Sementara saya setiap hari kos kakian kemana-mana, sepatuan, tapi kok kaki saya pecah-pecah? Saya bilang, ya iyalah ini kan gak ada hubungannya antara Anda menggunakan sepatu atau tidak. Tapi karena faktornya adalah kelembapan kulit Anda. Dan menurut saya, ada dua hal yang menjaga kelembapan kulit saya. Yang pertama, saya tidak menggunakan sabun atau kimia yang lain. Hanya menggunakan air ketika saya membasu tubuh saya. Dan memang benar sih, sabun itu membersihkan kotoran seperti pasir, debu, dan sejenisnya. Namun juga... Dia juga mematikan bakteri, bakteri buruk, tapi bakteri baik yang jauh lebih banyak juga mati. Namun di kulit kita di paling atas itu ada sejenis lapisan pelindung yang seperti minyak dan itu hilang juga karena sabun bersifat alkalin dan dia akan menggerus lapisan itu menjadi kulit kita menjadi kering. Nah, yang kedua ini yang menurut saya lebih penting, yaitu pola nafas. Apa hubungannya kulit dengan pola nafas? Begini, kita itu bernafas setiap hari, sekitar 20.000 sampai 25.000 kali per hari. Kalau kita terlalu boros sampai 30.000 contohnya, maka apa yang terjadi? Uap air itu keluar, apalagi nafasnya pakai mulut. Maka lebih banyak lagi uap air yang akan keluar. Ketika kita bernafas dengan hidung, maka kita akan menghemat 43% uap air. Selain itu, bernafas menggunakan hidung, itu akan membuat otak kita mengeluarkan satu zat namanya Vasopressin. Nah, Vasopressin ini fungsinya adalah menahan cairan di dalam tubuh kita. Dan itu membuat tubuh kita, terutama kulit kita, menjadi lebih lembab. Jadi, ada berapa? Tiga hal. Yang pertama, yaitu kurangin penggunaan sabun atau ganti sabun yang lebih natural, yang tidak menggerus lapisan minyak yang ada di atas kulit kita ini. Yang kedua adalah selalu dan selalu bernafas menggunakan hidung. Dan yang ketiga, lambatkan nafas Anda. Bagaimana caranya melambatkan nafas? Ikutin pelatihan saya. Anda boleh sih ikut pelatihan saya, tapi Anda juga bisa melihat VT-VT saya sebelumnya, bagaimana caranya melambatkan nafas. Sampai ketemu lagi. Salam bahagia dari saya, Gobind Fazlian.











