In this guided self‑care session, Gobind Vashdev presents the "figure 8" technique for processing and releasing internalized emotions such as anger, disappointment, resentment, and fear. He begins by framing the core mindset: all personal problems originate inside the self, not outside, so the focus should shift inward rather than blaming external people or situations. He then explains the step‑by‑step visualization: using colored markers, magnets, paper, a tablet, or even the body, the practitioner first marks a point representing themselves and a second point representing the person, situation, or feeling that causes distress. Each point is imagined as surrounded by protective energy. The practitioner then draws a continuous figure‑8 (infinity) loop that links the two points, rotating for 5–10 minutes, allowing the energies to merge. After the loop, they relax, check their inner state, and if residual anger remains, they are advised to repeat later without forcing suppression. Vashdev emphasizes that resisting emotions strengthens them, while embracing them lets them dissolve, likening it to ice melting in the sea. He offers multiple media variations, including hand‑free body positions, and notes that consistent short practice can gradually neutralize the emotional charge. Viewers are invited to comment, ask questions, and share the method with others.
Chapters
Hai, bertemu dengan saya lagi Gobind Fadzief dalam Semedi, Seni Merawat Diri. Dan hari ini saya akan berbagi tentang sebuah teknik yang sangat powerful namanya figure 8. Teknik ini digunakan ketika kita itu mempunyai masalah dengan seseorang atau dengan diri kita sendiri seperti kekecewaan, kemarahan pada diri sendiri atau pada situasi atau kondisi apapun. Nah, Teknik ini bisa kita gunakan bukan sekaligus tapi parsial. Kita punya waktu 10 menit, 5 menit, kita gunakan pelahan-lahan dan sampai di detik terakhir bahwa kita melepaskan si masalah atau emosi yang ada di dalam diri kita. Oke, sebelum kita memulai latihan ini atau melakukan terapi ini pada diri sendiri, kita mesti menyadari bahwa semua masalah kehidupan manusia itu tidak ada di luar, dia ada di dalam diri kita. Saya selalu mengatakan bahwa manusia tidak pernah bermasalah dengan apapun dan siapapun di luar dirinya. Kita bermasalah dengan kemarahan kita, kebencian kita, keserakan kita, dendam kita, ego yang ada di dalam diri kita. Maka ketika kita punya masalah, jangan fokus pada hal yang di luar, tapi fokus pada yang di dalam. Maka itu jangan cari jalan keluar, tapi cari jalan ke dalam. Nah, dengan mindset ini, maka kita akan lebih gampang menyelesaikan kemarahan, kebencian, atau gendam, atau ketakutan, kekecewaan kita, daripada kita hanya fokus pada orang yang membuat kita marah, benci, dan sebagainya. Oke, so itu mindset pertama. Lalu, kemudian saya akan menjelaskan bagaimana caranya menggunakan teknik ini. Saya akan menerangkan pertama kali di papan tulis, nanti setelah itu Anda bisa melakukannya di berbagai media, bahkan Anda tidak menggunakan apapun tangan kosong, Anda bisa melakukan teknik ini. Oke, mari kita lakukan. Disini ada tiga spidol dengan berbeda warna. Nah, apa yang Anda lakukan adalah pertama-tama Anda meletakkan titik. Dan ketika membuat titik seperti ini, itu Anda bayangkan ini adalah diri saya. Jadi membayangkan bahwa ini adalah diri saya, diri saya, diri saya, diri saya. Terus. Ya. Atau Anda bisa mengambil sebuah benda ini magnet, letakkan di sini, dan kemudian putar-putar dan menyatukan diri kita ini seperti ini. Oke. Lalu, Anda mengganti dengan spidol yang warna apapun, bisa. Kemudian Anda membuat putaran. Bahwa diri Anda itu dilindungi oleh sebuah energi Anda putar seperti ini sampai Anda merasa nyaman bahwa diri Anda dikelilingi oleh sebuah energi yang selama ini ada di dalam kehidupan Anda setelah Anda merasa nyaman di sini maka kemudian dengan warna yang sama Anda membuat sebuah titik lagi di sebelahnya sejajar yaitu membayangkan orang yang seringkali kita anggap itu adalah orang yang membuat kita sakit hati atau Anda juga bisa membayangkan bahwa situasi yang tidak menyenangkan Atau Anda menghubungkan diri Anda dengan rasa kekecewaan Anda, kebencian Anda terhadap situasi atau kondisi tertentu. Anda membawa pikiran Anda ke situasi tersebut atau orang tersebut, sosok tersebut ya. Bukan orang tersebut saja, sosok yang kita ciptakan di dalam diri kita. Sampai Anda merasa serak. Atau lagi-lagi, Anda bisa menggunakan magnet contohnya. Letakkan di sini. Dan kemudian, Anda lakukan hal yang sama. Bahwa orang tersebut atau situasi tersebut, ada sesuatu yang melindungi dia. Energi itu. Anda putar, Anda rasakan. Sampai Anda merasa serak, merasa puas. Setelah itu, apa yang Anda lakukan? Anda buat sebuah lingkaran. yang tidak berputus seperti huruf 8 atau infinity. Ini anda lakukan, bisa 5 menit, bisa 10 menit, atau berapapun. Artinya bahwa diri anda dengan dia adalah menyatu dalam pusaran energi atau semesta ini. Lakukan terus dan terus. Oke, bila Anda sudah melakukan kira-kira 10 menit atau beberapa menit yang Anda punya waktu, kemudian apa yang Anda lakukan adalah relax, cek rasa di dalam diri Anda. Masih kesel? No problem. Masih marah? No problem. Jangan paksakan diri Anda untuk tidak boleh marah. Lakukan di hari lain, di waktu yang lain, atau beberapa hari kemudian, bisa menggunakan papan tulis, tapi bisa juga menggunakan beberapa media. Nah, perlu disadarin bahwa Kemarahan kita ada di dalam diri kita. Kita juga mesti sadari bahwa kita tidak pernah membenci orang lain. Yang kita benci adalah sosok yang kita ciptakan di dalam diri kita. Yang terus-terusan kita attack, kita benci. So, kita ingat tidak terhubung dengan fisik orang lain, tapi sosok di dalam batin kita yang selama ini bertempur. Nah, ini adalah sosok itu. Inilah diri anda. Anda sadarin, anda buat lingkaran ini. Dan seperti kita tahu bahwa ada hukum mengatakan whatever you fight, you strengthen. Whatever you resist, persist. Apapun yang anda lawan, itu menjadi kuat. Apapun yang anda tolak, kembali diri kita. Anda bisa lihat bahwa ketika anda benci dengan seorang, anda bilang, saya gak mau ingat dia, saya gak mau ingat dia. Apa yang terjadi? Anda malah mengingat dia. Ini paradoksnya, ketika kita tolak menjadi lebih kuat kembali ke dalam diri kita, sebaliknya ketika kita peluk dia akan mencair. Bagaikan es yang keras kasar putih jatuh ke laut, laut tidak menolaknya tapi laut memeluknya sehingga es yang kasar dan putih itu mencair dan bening seperti lautan itu. Itu adalah prinsipnya. Jadi Anda bisa lakukan ini di papan tulis. Anda juga bisa melakukannya di kertas seperti ini. Dan kemudian bisa juga di gadget Anda. Mungkin di tablet atau di handphone seperti ini. Atau Anda bisa lakukan tanpa apapun, yaitu dengan menyatukan kedua lutut Anda, dan kemudian membuat sebuah titik di kanan, kemudian Anda putar sebagai sesuatu yang melindungi diri Anda, kemudian di kaki satunya atau di lutut satunya, titik juga berputar, ada yang melindungi, dan kemudian Anda memutar, membuat sebuah loop, delapan yang tidur, seperti ini. Nah oke, so itulah caranya bagaimana kita melakukan figure A. Ingat bahwa ini mungkin tidak bisa beres dalam satu atau dua hari, tapi ini Anda bisa lakukan 10 menit, 5 menit, sampai Anda merasakan bahwa Anda melihat sosok itu, atau Anda merasakan situasi itu, dan Anda netral. Dan ketika itu netral, berarti Anda sudah bersahabat dengan ini. Anda bisa menyobek kertasnya, atau men-delete yang ada di gadget, atau Anda memisahkan kedua lutut Anda seperti ini. Ya, itulah teknik figure 8. Dan bila Anda sudah melatih dan kemudian ingin bertanya lebih detail atau ada yang kurang jelas, Anda bisa komen di bawah ini. Dan bila ada teman, saudara, keluarga, atau siapapun yang membutuhkan teknik ini, Anda bisa menyebarkan ke mereka. Dan saya percaya bahwa bila ini dilakukan secara konsisten, maka akan membantu untuk meringankan masalah-masalahnya. Sampai ketemu, saya Gobind Fazdef. Salam bahagia.