Tips Untuk Cek Kesehatan

Rubin Fazdev shares practical tips for regular lab checkups, comparing them to a car's dashboard for catching health issues early. He recommends choosing trusted labs with multiple branches for consistency, using breathing techniques during blood draws to reduce pain, and using AI-integrated lab apps that offer lifestyle suggestions based on your results.
Chapters
Saya akan membagikan beberapa tips jika Anda ingin cek kesehatan di laboratorium. Orang tanya, oh mobil memang masih ngecek kesehatan, bukannya hidupnya sudah sehat banget? Well, saya itu rajin banget untuk cek kesehatan setiap beberapa bulan. Kenapa? Begini, kenapa saya sekarang ini syuting di mobil dan di halaman laboratorium? Karena laboratorium sama mobil itu punya persamaan yang sangat dekat. Coba bayangkan Anda naik mobil. Baik-baik mobilnya oke, semuanya oke. Tiba-tiba nih, di dashboard Anda itu ada lampu yang nyala. Lampu radiator, atau oli, atau handrame, atau bensin Anda, nyala tuh lampunya. Nah, disitu saya baru tahu, oh ternyata air radiatornya habis nih atau bensinnya sudah menipis nih Nah, dengan cara seperti itu saya langsung bisa menanggulangi Nah, saya kan nggak bisa tahu apa yang ada di dalam mobil ini Nggak setiap saat saya bisa membongkar mobil dan ngecek semuanya Tapi dashboard itu memberi tahu saya apa-apa yang terjadi di dalam mobil ini Sama persis di laboratorium, itu juga begitu Saya nggak bisa tahu apa yang ada di dalam diri saya Tapi dengan mengecek secara berkala, saya bisa tahu, oh ada masalah disini Oh, diet saya itu yang ini membuat gula darah saya sedikit meningkat Jadi saya bisa tahu nih, karena kan saya itu kan berusaha untuk tetap mempertahankan kesehatan saya. Saya juga mencoba beberapa teknik pernafasan, teknik olahraga, teknik juga makan jenis-jenis makanan yang berbeda. So, dari situ saya bisa tahu, oh ini lebih cocok, ini lebih ideal dengan saya. Maka itu kemudian saya berkala. Nah, cuma masalahnya adalah ketika saya mengecek di laboratorium di luar negeri, hasilnya itu berbeda. Setelah saya cari teliti-teliti, ternyata mereka punya konsensus berbeda dengan yang ada yang dilakukan oleh laboratorium di Indonesia yang di mana saya biasa ada. Kemudian saya bertanya, ini kenapa seperti itu? Nah, dari situlah kemudian saya memberikan saran kepada siapapun kalau Anda mau ngecek ke laboratorium. Dimanapun, yang pertama adalah laboratorium itu harus terpercaya. Dan yang kedua adalah ada banyak cabang di mana-mana. Nah dengan cara seperti itu, saya bisa ngecek di kota A, kota B, kota C dengan hasil yang sama. Dengan apa? Karena alatnya sama, standarnya sama, hasilnya itu bisa lebih terukur, lebih baik. Daripada Anda ke tempat yang berbeda-beda, akhirnya bingung. Di laboratorium ini begini, laboratorium itu kok berbeda nih? Nah jadi penting banget yang pertama adalah lakukan secara rutin di tempat yang sama atau laboratorium yang sama. Oke, walaupun kotanya berbeda. Kemudian adalah ketika Anda mau diambil darahnya itu disuntik tuh ya. Ketika disuntik, itu lepaskan nafas. Jadi jangan tarik nafas. Kebanyakan perawat akan bilang, tarik nafas dalam-dalam. No. Anda boleh tarik nafas dalam. Tapi ketika jarum itu masuk, maka Anda harus perlu melepaskan nafas Anda. Kenapa? Dengan cara seperti itu, sistem syaraf Anda akan jadi relax. Parasympatik aktif. Dan di situ Anda akan merasakan sakit yang lebih minim dibandingkan Anda tarik nafas. Dan otomatis ketika relax, maka darah juga akan keluar lebih bagus. Dan perawat juga nyaman. Dan dengan cara seperti itu, kita akan nggak gampang trauma kalau disuruh cek darah. Yang ketiga adalah cari laboratorium yang punya aplikasi. Nah, aplikasi ini menarik sekali karena kita bukan hanya dapat lebih gampang nantinya akan ngeceknya, tapi sekarang aplikasi itu terhubung dengan berbagai fitur-fitur yang akhirnya bisa memberikan saran, apalagi sekarang sudah ditambahkan AI dan sebagainya. Sehingga kita bisa mendapatkan saran apa-apa yang harus dilakukan ke depannya untuk memperbaiki pola hidup kita. Dan tentu ketika Anda punya hasil, Anda perlu untuk ngobrol sama ekspor di mana hasil-hasil tersebut apakah ada yang perlu diperhatikan, atau concern-nya di mana, apa yang harus dilubah, pola hidupnya, dan sebagainya. Tapi kalau Anda sehat-sehat aja, Anda tuh bisa langsung ngecek di AI-nya atau di saran-saran yang ada untuk memperbaikin kehidupan kita. Semoga tips-tips itu bermanfaat untuk teman-teman yang ada. Salam sejahtera dari saya, Rubin Fazdev.











