A speaker at Seoul Tower shares how they developed a fear of heights after a childhood fall, then walks through a three-step method to overcome it: regulate your breathing, notice what you're feeling, and swap nervous self-talk for a similar but positive word like excited. The linguistic shift rewires your belief system and changes how you act.
Chapters
Jika kamu takut akan ketinggian atau punya fobia yang lain dan punya kecemasan yang berlebih, Anda harus menonton video ini berkali-kali. Saya sedang berada di puncak Seoul Tower, salah satu gedung tertinggi di dunia. Dan saya mempunyai akrofobia atau takut akan ketinggian. Dan itu karena apa? Karena saya pernah jatuh di lantai 2 waktu saya kecil dan itu membuat saya trauma akan ketinggian. Lalu bagaimana saya bisa mengatasi kondisi ini? Yang pertama adalah saya mengatur nafas saya menjadi lebih rileks. Yang kedua saya menyadari perasaan yang muncul itu apa? Dan biasanya perasaan muncul itu, muncul juga yang ketiga yaitu kata-kata dalam diri saya. Yaitu, aduh saya nervous, saya nervous, seperti itu. Nah kata-kata ini terus-terus berulang-ulang di kepala. Nah tugas saya adalah mengganti kata nervous ini menjadi sebuah kata yang rasanya mirip tapi kata-katanya lebih oke. Yaitu excited. Karena kata excited dengan kata nervous itu adalah kurang lebih rasanya di dalam diri saya itu sama. Sama seperti kalau kita mendapatkan pekerjaan dan kita mengatakan, oh ini pekerjaan berat, tapi saya lebih suka mengatakan pekerjaan ini menantang. Nah, kelihatannya ini sama, tapi sebenarnya di otak kita ketika saya mengatakan, I'm excited, I'm excited, seperti itu, daripada nervous-nervous seperti itu, maka apa yang terjadi? Saya melihatnya dengan cara yang berbeda. Sistem kepercayaan saya di dalam kepala saya atau belief system saya, pelan-pelan akan berubah. Dan otomatis itu akan mempengaruhi tindakan saya dalam menghadapi keadaan yang ada. Dan itu akan mempengaruhi rasa yang muncul lagi. Itu yang saya lakukan. Jadi ada tiga hal. Yang pertama, saya mengatur nafas saya menjadi lebih tenang. Di waktu yang sama, yaitu saya menyadari rasa apa yang muncul. Dan kemudian saya mengubah kata-kata yang tadinya kontraproduktif menjadi produktif. dan itu akan membuat perubahan dalam kesadaran saya perubahan dalam tindakan saya Salam bahagia