In this Indonesian‑language YouTube video, Gobind Vashdev argues that a striking evolutionary change has occurred in humans over just three centuries: the loss of wisdom teeth and a dramatic increase in dental crowding. He attributes this rapid shift to modern, soft, highly processed diets that require far less chewing than ancestral foods, leading to under‑development of the jaw. The weakened jaw, he claims, triggers a cascade of health problems—including mouth‑breathing, facial structural issues, respiratory difficulties in children, and obesity. Vashdev cites the book The Story of Hidden Epidemic by two Stanford doctors as a source for these observations and promises a follow‑up video that will outline practical methods to strengthen the jaw, especially in children.
Chapters
Nah, kalau Anda tidak percaya dengan teori
evolusi, Anda wajib untuk nonton video ini hingga tuntas. Biasanya, evolusi itu terjadi ribuan tahun, ratusan ribu, bahkan jutaan tahun.
Dan karena itulah manusia akhirnya susah untuk
mengetahui bahwa evolusi itu benar-benar terjadi. Tapi ada satu evolusi yang terjadi hanya dalam 300 tahun. Dan itu bukan di makhluk lain, tapi
di manusia itu sendiri.
Apa itu? Bahwa dalam 300 tahun, manusia kehilangan gigi bungsunya. Maksudnya bahwa 300 tahun lalu sampai jutaan tahun lalu semua fosil yang dilihat itu semuanya mempunyai gigi bungsu dan giginya rapi kalau kita lihat kakek kita nenek kita itu giginya rapi. Tapi apa yang terjadi sekarang anak-anak kita giginya bertumpuk bahkan dari 5.000 500 mamalia yang diteliti bahwa hanya satu-satunya makhluk yang giginya bertumpuk hanya manusia. Dan yang menarik adalah gigi bungsunya bukan hanya tidak nongol, tapi hilang. Dan ini tercepat sepanjang sejarah kehidupan. Kenapa itu bisa terjadi? Karena kita tidak mengunya. Jaman dahulu, kakek nenek kita itu makanannya keras. Bahkan kalau manusia sebelum menemukan api, itu kita menghabiskan 8-10 jam hanya untuk makan saja. Nah, sekarang makannya itu gampang diproses. Mie instan, bubur roti, sosis. Sehingga kita ngunyanya cuma 3-4 kecapan dan kemudian setelah itu
telang. Artinya apa? Makannya ngunyanya
sedikit, tapi
kemudian Kalorinya jadi banyak karena sebentar udah telan, sebentar telan. Dan itu menyebabkan salah satunya masalah obesitas dan masalah-masalah kesehatan lainnya.
Kita
perlu ingat bahwa otak yang paling kuat di tubuh kita, bukan di dada, bukan di kaki, tapi di rahang ini. Dan kita tidak melatihnya. Sehingga muncullah masalah-masalah seperti mouth breathing, struktur wajah yang tidak oke. Kemudian anak-anak sekarang punya masalah pernafasan karena rahangnya tidak ter-develop. dan banyak hal lagi. Anda bisa membaca detailnya di sebuah buku yang ditulis sangat bagus oleh dua dokter dari Stanford judulnya The Story of Hidden Epidemic. Lalu bagaimana caranya membuat rahang ini kuat terutama bagi anak-anak kita supaya rahangnya bisa terbentuk kembali dan bernafas lebih baik? nanti video selanjutnya ya saya akan bahas dan saya akan memberikan caranya
dan ini adalah menurut saya cara yang
sangat bagus sekali untuk kita dan sabar dulu oke di video selanjutnya salam bahagia dari saya Gobind Vasudev