Rodin Fadjah says when you share problems, you get two kinds of responses: pleasant validation that feels good but teaches nothing, or uncomfortable questions that hurt but contain the truth you need. He argues the second kind, though painful, is what actually builds capability and leads to a better life.
Chapters
Kalau Anda sering curhat pada seseorang, biasanya ada dua respon orang tersebut. Yang terakhir adalah menyakitkan. Tapi disitulah kebenarannya. Yang pertama adalah orang yang suka sekali dengan menyenangkan Anda. Memvalidasi semua perasaan Anda. Kalau Anda investasi, contohnya, dan kemudian ketipu, uang Anda hilang. Emang Anda bilang?
Ya, memang hari ini tuh sekarang itu jamannya pecah. Banyak penipu. Banyak yang adalah hajah lah, kementerian juga begitu berpikir, gimana aja lah kita cari uang lagi, namanya rezekinya kemana.
Ini menyenangkan hal tersebut, tapi nggak memberikan pelajaran pada kita. Nah orang yang kedua, orang yang kedua ini nggak enak. Dia tanya, biasanya. Sebelum kamu investasi, kamu sudah belajar belum? Ada gak guru-guru yang kamu pelajari? Berapa banyak buku yang anda pelajari? Berapa banyak buku yang sudah anda baca untuk mengenai investasi itu? Kamu tahu gak investasi ini resikonya tinggi atau sedang atau enggak? Dan, kalaupun investasi tinggi, kamu sadar enggak konsekuensinya itu apa? Dan tau gak, setiap kali kamu memilih, itu kan pilihan kamu. Kamu bertanggung jawab gak terhadap pilihan-pilihan tersebut. Nah, hal tersebut gak enak memang. Ketika kita disodorin seperti itu, kan kita merasa,
aku ini lagi sedih, kenapa digituin, kenapa aku gak didukung, aku tuh pengen mendapat dukungan. Tapi,
dukungan-dukungan semua seperti itu tidak mengubah kehidupan kita. Nah, sering kali orang yang kedua ini dijauhin. Tapi sebenarnya disitulah kebenaran itu berada. Jadi, sekarang pertanyaannya, kita mau bertumbuh atau tidak? Dan ketika mau bertumbuh, biasanya akan melewati rintangan-rintangan seperti itu. Itu tidak nyaman di dalam diri kita. Dan pilihannya tentu pada kita. Kita mau jalan yang ngulus atau jalan yang berintang, tapi kemudian kemampuan kita meningkat. Dan ketika kemampuan kita meningkat, maka kehidupan kita jauh lebih baik. Salam bagi dari saya, Rodin Fadjah.