#131 - Breathing, Connecting Mind and Body with MyndfulAct x Gobind Vashdev
28 Mar 2026 · 56 min
Gobind Vashdev explains how a 3-second breathing cycle can shift your nervous system and reduce stress. He covers nasal breathing, which produces nitric oxide to boost stamina and recovery, and the Buddheko method, claimed to raise oxygen uptake by 20 percent. Simple techniques like hand placement and tongue posture rewire your body's stress response.
Chapters
Halo,
selamat sore teman-teman Mindful Act. Apa kabarnya nih? Semoga pada dalam keadaan yang baik, sehat, dan juga bersemangat. Karena hari ini saya, Samara, bersama dengan Pak Gobind Vashdev akan membicarakan bagaimana caranya kita bisa mengkoneksikan pikiran dan tubuh kita. Oke, Pak Gobind sudah sampai. Di sini kita akan accept Tunggu sebentar. Kita sudah accept Pak Gobindnya. Semoga bisa lancar koneksinya. Halo, teman-teman. Halo, Pak Gobind. Apa kabar?
Hai, Sumara. Kabar bahagia. Gimana kabarnya?
Wah, bahagia, semangat, terinspirasi. Banyak ya?
Senang sekali. Ini baru pertama kali saya live di sore hari. Biasanya nggak selalu malam.
Terima kasih sudah disempetin waktunya juga Pak Gobind dan teman-teman. Hari ini kita bakal ngobrol bareng ya Pak Gobind.
Ya, senang banget. Terima kasih juga untuk Mindful Head yang sudah mengganggu saya untuk berbagi hari ini. Thank you.
Kita senang sekali sama-sama. Pak Gobind, kita kan hari ini mau ngomongin tentang connecting our mind and body, ya? Nah, aku penasaran kenapa ini menjadi hal yang penting untuk menyambutkan apa yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan. Langsung aja ya, Pak Gobind, ya?
Ya, saya sudah langsung-langsung. Oke, begini. manusia itu kan disebut homo sapiens ya, homo sapiens makhluk yang bijak, makhluk yang berpikir banyak yang percaya bahwa kita itu adalah puncak dari ciptaan dan sebagainya seperti itu tapi di sisi lain, bahwa kita juga punya tantangan yang sangat besar dalam kehidupan ini macam-macam, karena kita punya ego, kita punya orang-orang kalau menyebutnya seperti keinginan itu maju, keinginan itu lebih besar, lebih hebat, lebih apa, tapi di sisi lain dibilang seraka dan sebagainya itu kita punya semua, melebihi dari makhluk apapun yang pernah tercatat di sejarah dunia ini, seperti itu. Nah, otomatis tantangannya juga sangat besar, stresnya paling besar. Nah, untuk itu banyak orang berpikir bahwa stres itu di kepala saja gitu, jadi kalau stres itu di kepala dan ketika stres itu urusannya dengan pikiran saja sehingga banyak orang yang berpikir bahwa kalau saya lagi stres, saya harus mendereskan juga dengan pikiran nah, ternyata ilmu kesini, semakin kesini mengatakan bahwa mind and body itu adalah satu kesatuan yang gak bisa dipisahkan nah, ketika kita stres dan kemudian apa itu namanya Ketika kita stres, akan sulit sekali dalam diri kita untuk menyelesaikan stres itu dengan pikiran, karena pinggirannya dalam keadaan kalur, stres itu sendiri. Maka menurut saya, cara yang paling gampang adalah kita melakukannya dengan yang satu lagi, yaitu body. yaitu karena mind and body kan connection. Jadi kalau mindnya agak sulit, maka kita akan melakukannya dengan body. Maka itu pengetahuan tentang mind and body connection itu sangat-sangat penting. Dan menurut saya ini bukan suatu hal yang baru. Di 5.000 tahun lalu di China sana, itu sudah, apa ya, para ilmuwan di sana atau para ahli tabim dan sebagainya sudah tahu bahwa, oh kalau kamu itu sakit nyaman, itu pasti banyak banyak kecemasan. Kalau sakitnya liver, itu banyak kemarahan. Kemudian kalau ginjal, itu ketakutan. Jadi mereka sudah menggabungkan antara pikiran dan tubuh itu sendiri. Masalah di pikiran akan nyerang ke tubuh. Nah, di tubuh ini sebenarnya sudah parah. Jadi kalau tubuh kita sudah kena, itu sebenarnya sudah physical disease itu itu istilahnya udah tahap akhir. Sebelum itu pasti emosional yang kena gitu. Jadi maka itu perlu banget sebelum fisik kita kena, kita sudah bisa mengetahui bahwa emosi ini, ini bahaya kalau dibiarkan. Nanti akan sakit ini nih, ini akan sakit ini. Peta-peta tentang body and mind, ini sudah cukup banyak sebenarnya di Google bisa dicari seperti itu. Nah sekarang pertanyaannya apakah kita mau masuk lebih dalam dan menyadari hal ini
semua. Luar biasa Pak Govind, terima kasih penjelasannya. Jadi kalau dirangkum sedikit ya, dari pikiran kita sebelum ke badan itu sebenarnya ada emosi. Dan sebenarnya emosi ini itu bisa mempengaruhi juga dua arah ya, dia menyatu gitu. Nah, bagaimana kita memahami emosi ini? Apakah lebih dari pikiran? Apakah lebih dari sensasi di tubuh kita? Atau mungkin dari nafas kita Pak Gopina? Bagaimana kita memahami emosi
itu? Itu sebenarnya gini, Emosi itu kan, kita mesti tahu bahwa emosi itu adalah sesuatu karunia, bukan sesuatu yang buruk. Bahwa ia adalah komunikasi dari bawah sadar kita ke sadar kita, seperti itu. Nah, emosi itu daripada banyak orang berpikir bahwa ada yang baik, ada yang buruk. Tapi, menurut saya, kita bisa membagi, kalau tubuh nggak ngerti itu baik buruk, tapi ada yang tinggi, ada yang reda, seperti itu. Jadi kalau intensi emosinya, walaupun kita lagi seneng, itu sebenarnya juga stress. Jadi kalau kita happy, baru dapet wedding, happy. Nah itu di otak kita itu ya kecepatannya cepat, seperti orang lagi sedih, marah, kesel, benci, dedeng, dan sebagainya. Dan itu sebenarnya nggak sehat. Yang sehat adalah ketika kita relax, tenang, calm, mindful, nah itu yang benar sebenarnya. Dan pada saat itu, ini sebenarnya emosi itu membawa peran sangat besar dalam tubuh kita. Sehingga kalau kita lihat bahwa otak kita ini ada tiga ya, jadi kalau di kepala kita ini ada tiga otak, kalau di luar itu ada otak-otak, di sini otak-otak gitu ya. Jadi yang dibawah ini otak reptil disebut cuma dia gak berpikir, dia fight or flight, sementara di tengah itu otak emosi, di atas itu neocortex, atau otak berpikir, imajinasi, visualisasi, kreativitas. atau cinta kasih, welas asi, dan sebagainya itu ada di atas, seperti itu. Nah sayangnya, sayangnya, bahwa otak bagian atas ini sangat baru, kalau kita lihat rentan dalam evolusi manusia atau dari binatang menuju ke manusia sendiri secara evolusi, otak yang neokortex ini cuma beberapa ratus ribu tahun, sementara reptil sudah ratusan juta tahun, sehingga kekuatannya juga cukup keras disini. Nah, di tengah-tengah ini ada emosi. Emosi ini sebagai switch antara kita turun ke bawah atau naik ke atas, seperti itu. Jadi kalau kita emosinya sangat tinggi, maka dia akan turun ke bawah. Kita akan menggunakan otak reptil. Nah, kalau kita relax, kita akan naik ke atas. Nah, sebaiknya Namanya juga homo sapiens makhluk yang bijak, arusnya kita dalam mengambil keputusan itu mengambil di bagian otak yang atas, sehingga emosi kita rendah. Nah itu bisa dilihat sebenarnya ketika kita dalam stres, stres itu bukan di kepala tapi di sistem syaraf kita. sistem secara kita tegak, itu bisa dilihat dari mata kita, popil yang membesar, jantung yang cepat, air lur terhambat, atau peristatik lambung juga terhambat juga, cairan pedunga keluar. Tubuh dalam keadaan fight or flight, dalam arti adrenalinnya keluar. Pada saat itu sebenarnya kita dalam keadaan stress, itu fight or flight. Kalau zaman dulu kita fight sama orang urba, Flightnya ketika jadi dinosaurus, kalau hari ini, flightnya ketika ada barang bagus, mak-mak ke Grand Indonesia liat LC itu flight. Itu emaknya flight, tapi ternyata itu emaknya flight, tapi bapaknya
flight. Apakah benar ini teman-teman boleh share di chat ya? Apakah terasa seperti itu? Dan
juga kita dikejar dari kolektor, dikejar macam-macam hari ini kan, flight kita berbeda. Jadi secara stress kita bisa melihat dari tanda-tanda tubuh, tapi dengan nafas juga kelihatan kalau orang tersebut udah mulai cepat nafasnya, kemudian dia menggunakan upper chest daripada dia pragma dan sebagainya, itu sangat terlihat sekali sebenarnya jadi kita gak bisa Tidak bisa memisahkan ini keduanya, seperti itu. Dan bakal sebenarnya para pedagang di China dulu itu juga sudah memanfaatkan ini, karena mereka sudah tahu. Jadi kalau seandainya ada pedagang di jalur sutra, bukan pedagang pembeli, dia lewat di jalur sutra, kemudian dia menawarkan permata, contohnya. Nah permatanya diletakkan di satu tempat, nggak dilihatin. Nah, seandainya dia bilang, ini apa permata? Boleh lihat. Atau ini batu? Boleh lihat, boleh. Tunggu sebentar ya, saya buka ya. Dia buka pelan-pelan, begitu ya. Nah, ketika mau dibuka seperti ini, si pedagang tidak melihat si benda itu, tapi dia melihat mata si orang yang mau beli itu. Kalau upirnya membesar, harganya dimahalin. Ya,
masuk akal. Iya, karena tidak mungkin
ada orang yang tertarik dengan kuping mengecil. Gak mungkin. Itu menyalahin aturan atau itu otomatis. Jadi kita gak bisa mengegalikan hal ini tersebut. Makanya, mengetahui hal ini penting banget. Penting banget dalam kehidupan dan ini adalah faktor dari kesembuhan banyak hal di kehidupan kita. Kalau kita gak bisa relax, jangan harap kita bisa sembuh cepat, menurut saya. Betul sekali,
terima kasih Pak Gobind. Jadi kalau misalkan teman-teman sekarang mungkin bisa kita latihan mindfull sedikit ya, apakah teman-teman lagi nafasnya nih dari Dada atau dari diaframa, boleh di-share di komen. Atau nafasnya dari hidung atau dari mulut? Nah, ini menarik. Pak Gobind, aku juga sempat cek genah gerakan nafas hidung. Boleh share sedikit, Pak Gobind, tentang kenapa... Sebenarnya udah di-share di Instagram Live yang sebelumnya ya, panjangnya. Tapi mungkin ada teman-teman yang baru join. Kenapa nafas dari hidung itu penting dan bisa mengendalikan atau mengkoneksikan lagi pikiran dan tubuh kita dan juga emosi. Iya, jadi
saya itu dulu waktu sekolah itu adalah murid yang paling goblok, murid yang paling lepah di sekolah, lari sama cewek pun kalah. Saya berpikir bahwa itu adalah nasib saya, itu memang saya dilahirkan dengan kualitas yang kurang baik dibandingkan teman-teman yang lain atau apa dan sebagainya. Itu yang saya percaya selama bertahun-tahun waktu saya sekolah. Dan kemudian setelah saya mulai belajar macem-macem, dan kemudian mulai mengganti daya, kemudian mulai olahraga, yoga, apa, macem-macem lah. Belajar-belajar macem-macem, tapi kemudian masih belum bisa mempunyai kemampuan atau sesuatu yang saya ingin harapkan yang terjadi pada diri saya. Paling tidak seperti, ya paling tidak seperti orang-orang lain yang punya energi yang bagus, pemikiran yang fokus, dan sebagainya. Sampai akhirnya, saya mengetahuin, oh missing linknya adalah di nafas itu sendiri nah ngomong-ngomong teknik nafas ini banyak banget, saya sendiri sudah bertahun-tahun mempelajari teknik nafas tapi ternyata, ternyata bukan tekniknya saja yang paling penting adalah keseharian anda bagaimana, seperti itu maka itu dari begitu banyak teknik nafas yang saya pelajari dan ada di dunia ini kenapa saya memilih buddheko? karena buddheko itu adalah teknik pemrograman agar kita bernafas lebih ideal jadi waktu saya tidak menggunakannya, saya tidak ingat juga tubuh saya sudah melakukan nah, bagi teman-teman yang belum ikut buddheko atau yang belum tau apa itu buddheko, nggak penting sebenarnya Bapak Ibu, coba lakukan ini karena ini adalah sesuatu yang menurut saya hanya dengan menutup mulut Oksigen di dalam tubuh kita itu naik sampai 20%. 20% itu sesuatu yang sangat besar, sangat-sangat besar. Jadi, coba kita lihat anak-anak yang pintar di sekolah itu mulutnya selalu tutup, matanya tajam. Anak-anak yang kurang cerdas di sekolah biasanya pakai mulut terbuka, seperti itu. Sehingga saya pikir bahwa kalau seandainya setiap guru orang tua melihat anaknya mulutnya terbuka, dia minta untuk tutup dan bernafas dengan hidup, maka kemampuannya itu akan meningkat. Yang pertama adalah ya itu, energinya pasti lebih bagus karena oksigen lebih besar. Untuk anak-anak ini lebih dapat bonus spesial, karena otak kita ini beratnya kurang lebih 1,5 kg, tapi untuk orang dewasa dia perlu sekitar 20% oksigen dari seluruh oksigen yang kita perlukan. Untuk anak-anak itu perlu 50%, jadi intake oksigennya besar banget. Nah, jadi daripada kita fokus pada nasi, nutrisi-nutrisi, macem-macem, saya nggak bilang itu nggak penting, tapi nutrisi kita beli, juta-jutaan untuk supaya anak pinter, sementara satu hal yang paling penting untuk otak kita, yaitu oksigen, itu nggak pernah diperhatikan. Otak kita ini cuma perlu dua hal sebenarnya, yaitu oksigen dan glukosa. Glukosa kan dari makanan banyak banget. Nah, oksigennya ini nggak banyak orang tahu, gitu. Dan itulah kenapa akhirnya salah satunya gimna itu dimunculkan atau saya menggelorkan dengan teman-teman Mindful Egg tentunya, untuk mengkampaikan kerjaan nafas hidup. Nah, itu baru satu. Nah, keuntungan lainnya banyak banget. Dia antibakteri, dia antivirus, 40% dari uap air yang keluar itu akan kembali masuk kita sehingga kita gak gampang diidrasi, kemudian juga dia mengaktifkan parasympatik sehingga tubuhnya lebih relax, peninggungan lebih cepat. Nah, cuman ada banyak sekali sebenarnya keunggulan, keuntungan kalau kita bernafas hanya dengan menutup mulut dan menarik nafas bagi hidup saja. Itu ada keuntungan luar biasa. saya mengatakan bahwa hidung itu the most underrated organ, karena ya cuma dibilang waktu sekolah itu, oh dia punya bulu-bulu untuk menyaring kotoran gitu. Sementara hidung kita yang kita lihat ini itu ada 20% dari bagian hidung, 80% bagian hidung kita itu ada di dalam sini, dan dia punya fungsinya yang benar-benar sama.
Terima kasih, Pak Gobind, buat insight-nya. Aku bersyukur banget bisa ngobrol sama Pak Gobind langsung. Karena jujur, aku baru baca buku ini, Brah, dari JR Semester. Oh,
udah gambarnya beda ya? Ini yang edisi dari mana? Ini ada yang warnanya
kuning, ada yang warnanya putih. Mungkin publisher-nya aja, gitu. Setelah aku baca buku ini, aku mulai nafas dari hidung. Terus kayak aku kalau tidur apakah nafasnya dari mana ya, mulutnya kebuka atau enggak. Jadi sekarang denger langsung dari pakarnya, Pak Gobind, jadinya lebih paham lagi, lebih dalam maknanya kita bernafas dari hidung untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Dan ini ada pertanyaan dari, boleh jawab pertanyaan langsung ya Pak Gobind? Ya, silahkan. Nyambung ini dari Kak Mirata Nui Harja. Pak, jadi kalau emosi lebih baik jangan bicara dulu ya, supaya nafas full dari hidung-hidung begitu? Betul
sekali. Ketika kita nafas pakai mulut, itu kita mengaktifkan simpati, sehingga kita menjadi fight or flight, sambal nyolong begitu. Nah, kalau kita nafas dengan hidup, satu dia mengaktifkan parasipatin, sehingga kita lebih relax. Yang kedua, pusat dari emosi kita itu amigdala. Amigdala itu pas di belakang roda hidup. Dan ketika kita marah, kesel, benci, atau emosi tinggi, suhu amigdala itu meningkat. Nah, kalau kita nafas pakai mulut, maka alihat udara itu lagi berputar di sini. Tapi kalau dengan hidup, dia akan masuk ke sebuah roga, dan di roga itu pas di belakangnya amigdala. Sehingga ketika roganya lembab, maka si amigdalanya akan terpenaruh suhu-nya lebih cepat turun. Seperti itu. Jadi, betul sekali, kunci mulutnya, karena mulutnya kalau perlu dilipat, supaya kita ngomong sebagai hidup, dan yang kedua, karena kalau ketiga lagi emosi, kita ngomong. Apa yang kita ngomong seringkali nggak dikontrol, dan seringkali kita nyesel. setelahnya. Jadi, nafas dengan hidup. Lebih bagus lagi, jangan sering narik nafas dalam-dalam, seperti... gitu kan. Seringkali kita melakukan itu, memang itu akan melegakan sementara, tapi dalam jangka panjang itu mirip seperti kalau kita lagi stres dan makan permen, gitu, dan ya nyaman sementara, tapi karena kebiasaan sahib atau nafas banyak-banyak itu ternyata agak bagus untuk kesehatan, itu menurunkan karbon dioksidia. Nah kalau ini sering-sering terjadi terus, maka terjadi hyperventilation. Dan beberapa penutup mengatakan bahwa banyak sekali orang-orang modern sekarang itu kena apa yang disebut hyperventilation, itu bernafas lebih daripada metabolisme yang diperlukan tubuhnya
saat itu. Oke, terima kasih Pak Gobind. Semoga membantu ya, Kak, dan buat teman-teman lain juga. Ini mengingatkan aku terhadap message yang Mindful Act mau sharing juga kan, pasti, tentang bagaimana kita, superpower kita itu sebenarnya mindfulness plus action. Jadi kita sadar dulu bagaimana perasaan kita, emosi, mungkin ya, rasa-rasa intensitasnya. Apakah ada stres? Lalu kita take action dengan sebenarnya menutup mulut, lalu bernafas dari hidup. Nah, Pak Gobind ini nanti juga bakal sharing di acara Your Future is Fated Now, tanggal 27 November, acaranya tentang emosi sahabat sejatik lo. Betul ya, Pak Gobind? Betul
banget, betul banget. Karena itu sesuatu yang menarik. Saya pernah ngerasain, Sakit adalah sahabatku. Dan selalu lebih dalam lagi bahwa emosi itu adalah sahabat sejati dan itu luar biasa banget. Sayang banget kalau kita nggak mengetahui apa itu emosi. Emosi aja apa itu banyak orang nggak tahu apalagi, apalagi maksudnya bagaimana buat kawan atau teman terhadap emosi itu
sendiri. Jadi apa yang nanti teman-teman mungkin dapat belajar atau praktikan di sesi Pagobi nanti? tentang emosi sahabat sejak itu. Kalau boleh di-share sedikit
Pak Gomin. Yang pertama adalah tentang apa itu emosi. Dan sebagian besar orang, menurut saya setelah sharing ke ribuan orang, mereka nggak tahu. Mereka tahu ini cuma perasaan dan sebagainya seperti itu. Kemudian kita akan belajar tentang analogi emosi itu apa, Kemudian, ketika kita tahu, mengetahui bahwa emosi itu adalah sesuatu yang baik dan luar biasa, nah kita bisa memanfaatkan. Memanfaatkan emosi apapun itu, itu sebagai sesuatu yang baik. Dan kalau terjadi kekacauan dalam emosi kita, apa langkah-langkah yang harus dilakukan? Karena menurut saya, Menarik sekali kehidupan kita ini, kita orang tua ngajarin anak, maksudnya masukin anak ke sekolah. Dan di sekolah itu 12 tahun kita belajar sesuatu. Apalagi udah sampe SMP, SMA gitu, itu ada fisika, kimia, matematika yang dimana ada potongan, sinus, integral, turunan, dan sebagainya. Ribuan jam. Di dua jam kita belajar sesuatu yang kita gak tau ini untuk apa, dan benar setelah kita dapet STTB kita lupakan semuanya itu. Hanya diingat sampe ektanas aja setelah itu lupa. Bayangin kita mengeluarkan biaya luar biasa sekarang sekolah itu gak murah, kemudian waktu untuk anak-anak. Itu waktu luar biasa, kan waktu itu kan komoditas yang paling besar, paling mahal di dunia. Yang ketiga, stress si anak-anak, trauma anak-anak ngeliat engkau udah mual gitu dan sebagainya. Dan akhirnya kita gak gunakan, kita gak gunakan semua itu. Terus buat apa gitu? Sementara, saya mau beli handphone Samsung atau Apple, itu bergantung emosi. Saya mau memilih warna itu juga karena emosi. Saya memilih jodoh itu karena emosi. Semua hal di dunia ini, ketika kita mengambil keputusan itu ada emosi di belakangnya. Seperti itu, apalagi keputusan-keputusan besar seperti ini. Mereka-mereka yang mampu mengendalikan emosi, apalagi ya otomatis dia bisa mengendalikan dirinya, dan otomatis dalam kehidupannya akan jauh lebih sukses. Maka itu kemudian muncullah emotional intelligence yang jauh lebih baik daripada IQ itu sendiri. Nah, tapi anehnya, kita gak banyak yang tahu tentang apa itu emosi sendiri, bagaimana. Dan ya, selama ini udah carut-marut sih kita ngomong soal, maksudnya, definisi emosi di banyak orang seperti itu. Nah, itu yang akan kita bahas di dalam, dan kita akan mengundang tentang tubuh dan pinggiran, dan kemudian kawasannya emosi. terjadi, apa yang harus kita lakukan, secara gampang, secara susah, ada-ada cara-caranya seperti itu. Dan saya juga akan memberitahu tentang step-stepnya orang itu, dari mindful, kemudian dia stress, kemudian jadi cuek, bagaimana itu bisa terjadi, dan yang lebih parah sebenarnya cuek daripada masih stress. Jadi kalau udah kesel, entar-entar dulu, ya terserah memang berpikirin. Nah itu sebenarnya adalah sesuatu yang sangat berbeda, Tapi banyak orang berpikir, ah lebih enak disitu. Nah, tapi banyak bahaya mengancam disitu sebenarnya yang kita tak sajarin. Nah, itu yang kita akan bahas lebih dalam di event kali ini. Dan saya udah seneng banget karena ini kan event offline ya, karena udah lama sekali gak offline. Gimanapun, rasanya offline itu beda banget. Saya nyampe inget juga semangat, peserta juga dengerinya, pasti lebih fokus kan. Dapetnya juga pasti lebih banyak.
Terima kasih Pak Gobind semangatnya dan insightful banget ya untuk memahami sebenarnya emosi itu yang terjadi di setiap keputusan kita, setiap momen hidup kita dari sekarang, dari kecil sampai masa depan itu adalah suatu skill sebenarnya yang memang butuh banget buat hidup mindful, hidup sukses, mental fisik sehat, gitu ya. Jadi kalau misalkan teman-teman tertarik dan udah kayak, aduh pengen belajar banget, kayak aku juga pengen belajar banget dari Pak Gobind lebih dalam lagi, silahkan nanti boleh ke Mindful Act, terus ke BIO-nya yang akan ada link untuk beli atau ada juga di Gotik. Jadi ada 2 hari, tanggal 27 November dan 28 November. Tanggal 27, Pak Gobind yang akan sharing tentang Emosiku, Sahabat Sejatiku. Oke, luar biasa. Terima kasih Pak Gobind. Kita boleh sekarang mulai jawab pertanyaan teman-teman ya? Boleh, boleh. Boleh banget. Pak, apakah sebaiknya pembiasaan ternafas dengan hidung ini dimulai dari bayi? Jika iya,
bagaimana caranya? Yang pertama, paling gampang adalah ketika bayi, ketika mulut anak terbuka, dengan dia daguin gitu. Dinaikan dagunya, dia tertutup. Waktu dia tidur terutama, karena bayi kan lebih banyak rentan tidurnya. Kemudian kalau dia sudah bisa bicara dan sebagainya, kita selalu memberikan arahan untuk tutup mulut dan kemudian nafas dengan hidup. Dan kemudian bila seandainya dia mau olahraga dan sebagainya, selalu bilang nafas pakai hidup, nafas pakai hidup. Nah kalau itu agak sulit, maka kita bisa pakai plaster yang kalau di atas 3 tahun namanya myotek yang bentuknya O begitu, ada di sana. Dan itu waktu dia bermain atau apa itu, dia masih bisa ngomong tapi mulutnya tertutup. Nah kalau sudah di atas 5 tahun, Anda bisa pakai micropore sebelum tidur untuk menandalkan dan meminta juga anak kalau sudah bisa berkomunikasi untuk meletakkan lidah itu di langit-langit atas itu supaya banyak hal sih sebenarnya keuntungannya yang pertama adalah walaupun mulut terbuka udara gak akan bisa masuk dengan lidah nempel di atas yang kedua adalah dia akan menekan si tulang disini maksila namanya nah tulang ini sebenarnya masih glow walaupun kita udah tua tapi kalau kita gak cekan itu dia akan turun-turun sehingga apa yang terjadi seperti saya dulu ini wajah saya dulu ada bulat sekarang jadi panjang-panjang ini turun kalau ini terus-terus-terus turun maka hidung saya akan jadi bengkok jadi hidung bengkok itu karena itu kemudian dagun saya akan masuk ke dalam dan kemudian muncul langorot, tersedak, sleep apnea, dan penyakit-penyakit yang lainnya sebenarnya udah endemi sih, bahwa anak-anak sekarang bernafas dengan mulut dan itu mempengaruhi struktur kiki, struktur rahang, dan banyak lagi yang yang masalah terjadi ketika anak mulai bernafas dengan mulut. Jadi seusahakan, semudah mungkin. Aduh, saya tuh nyesel banget ya. Maksudnya, ya di sisi saya tuh nyesel, tapi kalau saya nggak punya masalah dulu waktu kecil, mungkin saya nggak akan belajar seperti sekarang ini. Jadi ya di sisi lain juga beruntung juga. Tapi saya tetap ingin setiap anak, apalagi di Indonesia, kalau ingin meningkatkan kemampuan fisik maupun mentalnya, usahakan selalu
bernafas pakai hidup. Terima kasih banyak Pak Gobind dan KGB Citria, semoga membantu. Dan mungkin aku pertanyaan follow up juga ya Pak Gobind. Mungkin kita sekarang udah tahu nih informasinya, tapi umur kita kan udah berapa gitu ya, bukan anak bayi lagi. Jadi mungkin sekarang kalau ada tips yang setelah ini dilakukan, jelahkan napas hidung, apakah ada tips tertentu untuk kayak, apakah dewasa juga akan merasakan manfaatnya walaupun kita bukan dari
bayi lagi? Iya, iya. Sangat-sangat. Seperti saya kan, saya barusan nge-switch dari mulut ke hidung baru beberapa tahun, dan itu pun punya manfaat yang luar biasa. Energi saya kan meningkat, meningkatnya signifikan. Tadinya saya berpikir saya tuh gak suka olahraga, setiap olahraga pusing, capek, dan sebagainya. Tapi karena saya nge-switch, nafas saya pake hidung, maka energi saya berlebih. Maka kemudian ini berlebih dibuat apa? Maka itu saya abdul setiap hari olahraga. Seperti itu. kemampuan fokus jauh lebih baik dan sebagainya. Gampang, kalau orang dewasa kan tinggal disadari saja seperti itu, menempelkan lidah di atas. Kalau abang-abang agak susah, lupa-lupa terus, anda bisa pakai permen karet, punya permen karet, kemudian tekan si permen karet itu, tempelkan di langit-langit, tekan sampai pipih, kemudian digulit lagi, tekan lagi, seperti itu ada tipsnya untuk supaya kita tetap bisa menendalkan lidah ke atas. Nah, ketika lidah yang nempel ke atas, mau gak mau hidung kita akan menggunakan nafas hidung itu sendiri. Manfaatnya banyak banget, super banyak. Ingat ya, maksud saya begini, tadi kan di print-nya si Michael Ek kan ditulis, hah, bernafas kok mesti dipelajari dan sebagainya, bukan buat apa, itu kan cuma exchange of air gitu kan. Nah, si bernafas itu pressure management, tapi lebih dari pressure management itu sendiri tapi bernafas itu adalah, coba bayangkan kalau kita, boleh gak kalau kita bilang, napain sih makan diatur, ya makan cuma masuk-masukin aja kan nanti kan keluar-keluar sendiri, sama seperti itu we are what we eat, kita ini adalah apa yang kita makan tapi apa yang kita makan selama ini diartikan dalam mulut saja, no Apa yang kita makan lewat mata, lewat telinga, kalau kita nontonnya busur serga, patroli, setiap hari melihat hantu-hantuan atau melihat drakor dan sebagainya, otomatis itu akan mempengaruhi kehidupan kita. Kita dengar berita-berita dari teman-teman kita, itu pun akan membuat kecemasan dan sebagainya. So, kita tahu bahwa we are what we eat ini apa yang masuk ke dalam diri kita. Nah, kalau makan itu cuma 3 kali masuk sehari. Kalau berita itu paling beberapa jam, tapi kalau hidung ini, itu 24 jam masuk. Dan ingat ya bahwa tubuh kita itu 65% atomnya, itu adalah atom O. Karbon itu 18%, hidrogen 9%, hidrogen berapa persen? Tapi 96,2% itu atomnya adalah OCHM. Kalsium itu 1,5% di tubuh kita dan sebagainya. Artinya bahwa kalau kita memperhatikan makanan kita agar kita sehat, maka sudah selayaknya yang 24 jam makanan kita yang penting itu yaitu nafas kita. Itu yang jauh lebih penting dong. Kita enggak makan 3 hari masih hidup, coba kita enggak bernafas 3 menit. Tapi kenapa kok itu dianggap waktunya gak penting? Menurut saya, jauh lebih penting kita beresin nafas dulu. Karena berubah nafas itu berubah kehidupan. Wow,
oke teman-teman yuk kita gerakan. Nafas lawat hidung, terima kasih Pak Gobind, karena saya merasa dari semua Instagram Live yang bareng sama MindfulX, ini saya yang paling mindful, karena ngomongin nafas terus ya, mungkin teman-teman juga jadi ngerasain nafasnya gitu. Kita ngomongin nafas, nafas, gitu. Mungkin karena ini adalah suatu hal yang kita lakukan terus-menerus 24 jam, jadi sangat mudah untuk berada di dalam fase auto-pilot. Kalau di MindfulX kan biasanya kita mind-wandering. tidak sadar saat ini, jadi kita tidak sadar nafas, maka dari itu nafas juga bisa menjadi salah satu anchor untuk kita berada di saat ini, dan apalagi kalau nafasnya dari hidung sudah membantu kita semakin sehat, lalu kita juga memahami emosi tubuh kita, bagaimana kondisinya, dan mungkin bisa meregulasi juga. Terima kasih, Pak Gobind. Ini ada beberapa pertanyaan lagi nih. Teman-teman kalau ada pertanyaan, boleh tulis di question box. Ini tadi Pak Gobind sempat sharing tentang olahraga. Pas banget ada pertanyaan dari Kak Berlianti. Bagaimana baiknya kita bernafas jika sedang
olahraga? Ya, prinsipnya sama, yaitu kita menggunakan hidung untuk bernafas dengan olahraga, sewaktu olahraga kita bernafas dengan hidung. Keluar dan masuk hidung. Kita kan bukan, mungkin ini pengecualian atlet atau sedang berkompetisi. Recreational atlet, ya kita ini kan cuma olahraga hanya sebagai untuk sehat begitu, bukan untuk kompetisi. Sebagian besar kan begitu. Nah, kita tenting banget waktu olahraga hanya menggunakan nafas hidung saja. Kenapa seperti itu? Kenapa kalau enggak nafas pakai mulut, Pak? Seperti kebanyakan orang. Satu, seperti tadi saya bilang, 40% dari uap air yang keluar, itu akan kembali ke kita. Sehingga kita enggak dapat haus. Yang kedua, ketika kita bernafas dengan hidung, hidung itu segera dipakai, perongganya semakin membesar. Yang ketiga, hidung kita itu mengeluarkan satu zat, namanya nitrate oxide. Dan nitrate oxide ini, Itu dulu dianggap zat yang buruk, seperti karbon dioksida, dipinta disolini sebagai zat buruk. Tapi tahun 1998, itu penelitiannya dapat Nobel, dan dikatakan molekul ajai. Dapat Nobel 1998, dan molekul ajai. Dan apa yang terjadi, nitrit oksat ini satu, dia meningkatkan stamina. luar biasa, jadi banyak tuh sekarang tokoh-tokoh fitness itu jual zat-zat yang untuk membuat si nitrate oxide ini berkembang lebih banyak dan bahkan viagra sendiri isinya untuk meningkatkan itu sendiri supaya pembuluh darahnya melebar karena fasodiliter, dia sifatnya melebar pembuluh darah kemudian dia juga membuat kita menjadi bikin tarp dia juga membuat kita anti-inflammasi Nah, kalau abis olahraga, kita itu kan capek-capek, pegel-pegel, karena ada inflamasi dalam tubuh kita. Nah, untuk menghilangkan atau mempercepat recovery, nitrit oksat ini sangat baik sekali. Maka itu saya sarankan kawal olahraga menggunakan napas hijau. Tips-nya begini. kalau kita lari atau melakukan kegiatan, ketika saya nafas hidup, saya udah gak kuat kan, biasanya otomatis uduh akan membuka mulut. Nah di saat itu, saatnya kita mengurangi kecepatan. Bukan tetap dengan mengkompensasi nafas mulut, jangan. Tapi kurangi kecepatan agar tetap menafas hidup itu sendiri. Bahkan saya sendiri, kalau olahraga, setiap hari saya menggunakan sport mask. Nah, sport mask ini itu bukan hanya oksigennya semakin sedikit di sini, karena ini sangat-sangat berat kalau kita menggunakan ini. Ini mirip kalau kita berada di 3.400 meter di atas permukaan laut. Jadi, narik ini, ini pakai ini. Tapi tetap harus menggunakan nafas tidur agar memaksimalkan kemampuan.
Terima kasih, Pak Robin. Jadi yang sport mask itu membantu kita untuk nafasnya jadi semakin dalam atau semakin gimana, Pak? Maaf, aku tadi kurang
nafas. Sport mask ini adalah menghalangi oksigen. Halangi oksigen? Ya, menghalangi oksigen tujuannya adalah untuk meningkatkan toleransi karbon dioksida. Sama seperti para atlet, para atlet itu kalau ingin bertanding, dia di- puncak gunung di atas 3.000-4.000 meter gitu. Tujuannya apa? Di situ, oksigen tipis. Tubuhnya harus beradaptasi dengan oksigen tipis. Nah, ketika dia sudah sampai ke bawah, bertanding, dia akan punya kemampuan yang luar biasa karena tubuhnya sudah terbiasa dengan oksigen yang terlalu tipis itu sendiri. Nah, kita sebagian besar kan tinggal di daerah pantai gitu kan ya. Nah, masa setiap kali latihan harus naik bungkus dulu? Nah, diciplinkanlah support masing-masing juga adalah untuk kemampuan kita agar lebih mantap.
Nah, begitu. Luar biasa. Jadi yang tentang nitric oxide ini juga aku pertama kali belajarnya dari yang buku beras dan juga baca Adgena Indonesia ya, kalau nggak salah ya, Pak, Instagramnya? Iya, Adgena Indonesia. genah.indonesia. Nanti kalau teman-teman tertarik ya untuk gerakan nafas hidung, boleh banget untuk mengikuti dan juga sharing ke teman-teman dan orang-orang yang dikasih. Ada pertanyaan lagi, Pak Gobind. Kayaknya terkait dengan juga bernafas hewan hidung. Apa manfaatnya tentang humming? Sebenarnya mungkin berhubung hum ya, humming. Gimana ini Pak Gowin? Tadi
kan kita sempat ngomong soal nitrit oksida, itu luar biasa saat ini. Kita bisa meningkatkan nitrit oksida ini sampai 2000 persen. Itu sangat tinggi. Dengan cara amin. nahaminya boleh pake suara, biasa macam polos atau kita sambil bersenam di lagu tertentu yang kita suka dan sebagainya seperti itu, kita akan meningkatkan sini ke topside sampai 2000% otomatis ini akan membuat tubuh kita jauh lebih baik satu lagi penting topside yang tadi itu adalah untuk membuat kita tidurnya jauh lebih baik Lucu ya? Dia juga meningkatkan energi, tapi dia juga membuat tidur menjadi lebih nyaman. Itu artinya itu
top 7. Menarik. Jadi untuk humming ini, apakah dekat-dekat sebelum tidur, pas lagi overthinking, susah tidur gitu, atau mungkin sebelumnya ada latihan atau waktu khusus yang
disarankan? Anytime, itu bisa dilakukan. Apalagi ketika kita lagi sakit, mungkin banyak yang kena covid gitu, coba aja sering-sering hape itu akan sangat membantu untuk kita jual lebih banyak. Sebenernya hape ini di semua agama ada kami, kami toko, suara-suara itu akan membuat sinikrit oksiden itu naik selain hal-hal yang lain. Ya, yang mungkin saya belum ketahui, tapi ya dulu saya pernah ikut juga, juga dikatakan, oh itu juga bikin ini getaran dan membuat otak kita menjadi berresonansi lebih baik dan sebagainya. Tapi yang mendapat pengetahuan ini adalah si
Hamim dan si Rovsan. Oke, luar biasa. Jadi ini semakin menarik kalau ada ancient wisdom dengan science dan sudah terbukti dari bertahun-tahun. Dan ini ada pertanyaan menarik yang nyambung juga dari Kak Warwit. Humming-nya berapa
lama, Pak Gobind? Humming itu boleh berapa lama? Walaupun kalau kita bisa 30-40 menit itu bagus banget. Tapi ya orang-orang ada disuruh latihan-latihan seperti ini yang sampai berapa ya, 15 menit aja udah berat rasanya. Ya kita bisa, tapi untungnya hamil ini bisa kita lakukan kapan itu. Jadi sambil melakukan aktivitas, atau kita sambil nunggu sesuatu, intinya gak ada batasan waktu di jam-jam berapa, seperti latihan-latihan yang lain. Jadi ketika sampai dengerin lagu ya, Mau 5 menit, mau 10 menit itu jauh lebih baik daripada enggak. Masalahnya mungkin ingin atau enggak. Tapi kalau ingin pun mau menaklukan atau tidak. Jadi kita
sama-sama ya teman-teman untuk membuat habit baru ini. Habit nafas dari hidung, lidahnya di bagian atas, humming. Itu mungkin teman-teman kalau mau humming saat ini kita mungkin sudah merasakan vibrasinya. Ini ada pertanyaan lagi, Pak Gobind masih oke untuk menjawab beberapa pertanyaan lagi? Boleh, saya sampai kok. Oke, nah ini ada pertanyaan menarik dari Kak Fustia Tisunarsa. Gimana cara agar mudah bernafas menggunakan nafas perut,
Pak Gobind? Oh, very easy pertanyaan. Kalau kita kebiasaan nafas dada, dari kita kan nggak bergerak, Jadi apa yang kita lakukan adalah letakkan kedua tangan ini di bawah rusuk, dan kemudian badannya condong ke depan sedikit. Jadi agak-agak condong. Maka dengan cara seperti ini, kemudian kita tarik nafas, mau gak mau perut kita yang akan membesar. Nah, itu otomatis. Agak kita maju sedikit, tarik nafas aja agak banyak. Nah itu otomatis perutnya membesar. Otomatis dia switch dari ganda ke perut. Seperti itu. Jadi, melakukan itu beberapa kali kembali duduk tegak, itu cara switch-nya. Tapi kalau switch aja, ya itu harus dilatih. Kalau mau melatih lebih dalam lagi, ya kita bisa gunakan beberapa teknik. Atau kita bisa pakai peteko bel, bisa pakai masker ini, itu bisa juga. Karena diafragmanya sangat penting banget. Diafragmanya itu punya banyak sekali keunggulan. Anehnya adalah setiap orang kalau kita ngomong, oh saya lagi fitness gitu. Yang diomongin kan otot dada, otot bicep, tricep, dan sebagainya. Seperti itu. Sementara yang pragma itu juga otor, tapi karena ada di dalam, dan nggak bisa dipamerin, jadinya nggak banyak yang mau mati, seperti itu. Sama seperti pelvic floor, seperti itu. Padahal, setidaknya pragmanya kuat, keseimbangan kita kan jauh lebih baik. Nafas kita baik. Ingat ya, begitu banyak orang itu lari, berhenti, bukan karena capek, tapi karena nafasnya itu kosong. Jadi kita berhenti karena nafas, bukan berhenti karena otot yang lain gak kuat. Karena otot yang lain dilatih, kita setiap hari jalan, tapi otot nafas ini yang enggak pernah dilatih. Padahal ini 24 jam. Dan menarik adalah penelitian cukup luar biasa, melibatkan 5.000 orang kalau enggak salah. Mengatakan bahwa Faktor panjang umur yang paling utama itu bukan giat, bukan otak raga, tapi kapasitas perut panggung. Dan ini dilakukan di 500 orang di tahun 2000-an juga sama, hasilnya sama. Ini bukutuan. Ini bukutuan. Iya, aku baca di
bagian awal-awal, dia nulis ada tentang riset tersebut. Jadi tadi ada pertanyaan, padahal kan kapasitas paru-paru kita adalah salah satu indikator yang paling, korelasinya paling tinggi untuk kepanjangan hidup kita ya. Tapi ada pertanyaan sebelumnya, aku coba scroll ke atas ya, ini tadi menarik, tapi karena karena ramai jadi hilang, tapi kalau nggak salah pertanyaannya dari kak Dharma Putradiki. Pak Gobind berarti olahraga renang kurang baik untuk kesehatan ya?
Nah ini gimana Pak Gobind? No, olahraga renang tentu baik, tapi banyak orang, banyak orang itu melakukan renang seolah-olah dia tuh seolah-olah mau keleng gitu. kita kan cuma masuk beberapa detik, lepas beberapa detik kan, seperti itu. Tapi seolah-olah, itu seolah-olah kita mau masuk ke dalam air yang bisa bermanfaat, jadi sering kali kalau renang itu kita ngambil, harusnya nggak segitu, ngapain harus ngambil kebanyak mungkin dan lepas kebanyak mungkin. Akhirnya apa, kita cenderung hyperventilation. Ada penelitian soal renang ini menarik sekali bahwa bahwa untuk menurunkan berat badan, itu antara renang kalau lari dan sepeda, ternyata renang yang paling buruk atau susah untuk menurunkan berat badan. Kenapa seperti itu? Karena dengan cara kita bernafas yang terlalu banyak, pH tubuh kita akan jadi alkaline, dan otomatis. Kalau mana? Sampai terjadi laparnya luar biasa. Nah, otomatis, ya kita cari tuh macem-macem. Nah, kalau kita ke tempat-tempat renang itu kan mereka jualannya fast food lah, kentang goreng, manis-manis, pokoknya jarang ada makanan sehat di tempat renang itu. Akhirnya kita makan. Dengan apa-apa udah nyarut, gue kan udah renang, bawa balik, ini pasti capek, nantinya sampe lapar. Tapi ternyata gara-gara hyperventilation. Dan sama, ini menarik sekali, kita ngomong soal Pernah terpikir nggak sih, kalau seseorang itu 10 kilo berat badannya, hilang gitu. Hilangnya kemana? Lepasnya
kemana? Bisa jawab nggak ya? Kemana ya? Lemaknya hilang kemana? Enggak ada masanya,
nggak mungkin energi itu hilang begitu saja. gak bisa hilang begitu saja energi, pasti ada masa, pasti ada sesuatu yang berubah bentuk, kan? karena energi kan hanya berubah bentuk, dia gak bisa hilang begitu saja, dia harus terjadi perubahan bentuk, begitu
kurang tau nih apa, jadi karbon dioksida, aku sotoi banget, aku kurang tau yes, yes, yes, iya itu betul,
betul, bahwa kalau lemah itu C55H110O6 kalau nggak salah, ini apa namanya rumusnya, CH. Jadi ketika lemak itu dibakar, 85% itu menjadi karbon. Dan sekitar 15% jadi air, maka itu disebut carbohydrate. Ini kata-kata karbohidrat, karbon, and hydrate. So, ketika kita awal raga, si CO2 yang keluar itu adalah punya masa, karena masa O2 keluar CO2, karbon. Kalau kita punya kertas, kertas itu dibakar, kertas itu hilang, nanti jadi karbon yang kecil-kecil seperti itu. Kurang lebih seperti itu. Bahwa semua apa yang kita makan itu jadi molekul gula, dan molekul gula ini juga akan menjadi energi. Nah, itu energinya jadi mana? Ya jadi karbon itu, seperti itu. Jadi, kita mengandalkan nafas itu mengendalikan berat badan, juga mengendalikan emosi, juga mengendalikan nafsu makan, juga mengendalikan hormon-hormon. Jadi, saya gak pernah melihat ada satu hal di dunia yang kalau kita mengendalikan, semuanya ikut seperti itu sekuat nafas. Jadi, sayang banget kalau pola nafas ini tidak pernah di otak ating, apalagi tentang mindfull. Kita itu akan sulit menjadi mindfull. Ketika energi kita low. Sementara energi, urusannya bukan sama makanan. Benar, makanan penting. Tapi kan makanan ini pas dibakar, bakar ini perlu oksigen yang cukup. Kalau kita molekul gula itu dibakar, kurang oksigen, cuma jadi 2 ATP. Tapi kalau bisa dapet optimal, jadi 38 ATP, jadi boost energinya sampai 16 kali. Dan dengan cara seperti itu, orang lebih bisa mindfull. Jadi kita memindfull tanpa, dengan orang yang sangat masih nafasnya ngapan-ngapan dan sebagainya, asma dan sebagainya, suruh mindfull, oh my god, itu gak akan terjadi seperti itu. Jadi
bereskan itu dulu. Menarik banget. Terima kasih, Pak Gobind, insight-nya. Karena ini mengingatkan kita juga bahwa your future is really created now, ya. It's created with each breath, gitu ya. Tadi Pak Gobind bilang ada satu hal yang bener-bener semuanya terkait dan semuanya terpengaruhi dan akan kembali lagi ke nafas. Jadi, kita sama-sama pelajari cara bernafas yang paling baik buat kita, buat keluarga kita, orang yang tersayang ini. Kak Sisilo juga bilang super menarik. Ya, menarik banget. Dan makanya kalau teman-teman tertarik untuk belajar lebih dalam lagi, karena ini cuma service-nya ya Pak Gobind yang tadi di-sharing, mungkin belum banyak prakteknya. Dan kalau misalkan teman-teman merasa, aduh menarik banget nih, silahkan ajang teman-temannya untuk ikut acara 27-28 November, Your Future is Gated Now, belajar sama Pak Gobind, dan banyak lagi pembicara di expert-expert lainnya juga. Pak Gobind, mungkin satu pertanyaan terakhir ini, penutup pertanyaannya, terkait saat Pembawaan nanti Pak Gobind tentang sahabat emosi adalah sahabat sejati kung. Tadi Pak Gobind sempat sharein nama ini dari Kak Andreas Prianto. Apa ada perbedaan antara emosi dan perasaan? Jika memang ada, hal mana yang perlu dikendalikan? Sebenarnya
sama, emosi dan perasaan itu sama aja. Hal mana yang perlu dikendalikan, hal mana yang perlu dikendalikan. sebenarnya yang sebelum kita ngomong kendalikan adalah disadari. Awareness before change. Nah, awareness ini yang jauh lebih penting. Sebenarnya ketika di India ada sebuah kalimat menarik sekali, dia mengatakan yang berbahaya itu bukan marah, tapi ketika kita gak sadar kalau kita sedang marah. Bukan sedih yang membuat Anda bisa depresi, tapi ketika Anda juga sadar kalau Anda sedang sedih. So, kita sadar, mindful terhadap kesedihan, kemarahan, kebencian. Nah, selama ini, mohon maaf sekali, kita itu selalu diajarin sesuatu. Kita satu, kita tidak diajarkan emosi. Yang kedua, kita tidak diajarkan bagaimana ketika emosi itu muncul, apa yang harus dilakukan. Sangat-sangat menyedihkan. Saya sendiri, ya beruntung karena diberi, ditutup oleh guru-guru hebat sehingga saya lebih aware terhadap emosi itu. Tapi kalau enggak, karena kita lihat kebanyakan orang, apalagi kita itu menanggap emosi bukan karena Saat tiba-tiba otodidak, tapi diajarin oleh orang tua kita. Ketika kita terjebuk, sakit gitu. Terus ibu kita mukulin si meja itu, atau kursi itu. Nakal nih, nakal nih. Otomatis otak kita, si anak itu berpikir, oh kalau saya sakit, Maka harus ada yang disalahkan. Ketika dia waktu besar dan kemudian dia tinggal pacarnya dan hatinya sakit, dia langsung mencari kambing hitam gara-gara kamu menyakitiku. Bapak ini mana ada satu orang di dunia ini yang bisa menyakitkan hati kita? Gak mungkin. Orang bisa menyakitkan kita secara fisik. Orang bisa menyakitkan kita secara ekonomi. Tapi secara hati itu tidak mungkin. Jadi perlu mengatakan, tidak ada satu orang pun bisa menyakitkan dirimu tanpa persetujuanmu. Nah ini, awareness ini gak pernah dibangun, kita kalau enggak dialihkan, ketika kita stres kita nonton, ketika kita kalau kita update status, kita seringkali, dan bisnis yang paling besar di dunia sekarang adalah bisnis pengalihan perhatian ya kan, ya itu entertainment atau apapun dan sebagainya pokoknya kita mencari sesuatu pengalihan agar kita nggak berani menghadapi si emosi-emosi itu So, gimana caranya? Nah, disitu saya akan berbagi tentang bagaimana caranya dan kita perlu untuk menghadapi emosi-emosi yang ada. Dan tentu sebelum kita menghadapi itu, kita mesti sadar bahwa emosi adalah sebuah karunia yang sangat luar biasa di kehidupan kita. Sehingga kalau kita tahu bahwa itu adalah tools, maka tools ini kita bisa manfaatkan. Kalau selama ini kita nggak pernah tahu, ya kita pikir ya kalau lagi benci harus ditepan-tepan. Bisa bayangkan kalau ada seorang anak, dia kesel sama orang tuanya, namanya juga anak, masih kecil, 7-8-10 tahun dia kesel sama ibunya, dia kesel, dia marah dan sebagainya, dan kemudian kata-katanya udah gak karuan kan dan kemudian dia kemudian sampai ke sekolah, dan di sekolah dibilang bahwa itu mengatakan sesuatu pada ibu itu adalah durhaka dan sebagainya kemudian dia pergi ke pedetanya untuk mengaku bahwa dia pernah melakukan ini dan itu Dan apa yang terjadi bukannya teknik untuk melepas itu, dibilang bahwa dia berdosa, dia masuk neraka, dia kemudian dibilang bahwa akan mendapatkan hukuman berat bla bla bla Ketika dia pulang, bukan hanya dia merasa kesal bencinya selesai dari ibu, tapi rasa bersalah, rasa takut, dan sebagainya ngumpul, sehingga emosinya Itu bukan lepas, dikasih cara-cara untuk melepas, tapi semakin lama semakin numpuk, seperti itu. Jadi saya pikir, setiap orang harus belajar tentang ini. Paling nggak tau lah, mau guru, mau pendeta, mau siapapun itu, paling tidak kalau kita tahu tentang apa itu emosi, dan emosi itu adalah karunia, kita akan melihat, the way we see problem is a problem. Karena kita selama ini melihat emosi adalah suatu hal yang buruk, maka kita akan memperlakukan dengan cara yang berbeda. Awareness
before change. Awareness of our emotions, of how we are. Thank you banget, Pak Gobind, teman-teman, untuk pembicaraan yang luar biasa, inspiratif, dan life-changing ya. Karena banyak sekali yang aku pelajari dan semoga juga buat teman-teman banyak manfaat yang didapatkan. Pak Gobind, mungkin ada kata-kata terakhir buat teman-teman kita sore hari ini, teman-teman MindfulX dan teman-teman Pak Gobind juga? Ya, menurut
saya begini Bapak Ibu, bila kita ingin sukses, dalam arti dalam kehidupan ini kan kita satu-satunya sukses menurut saya adalah sukses berbahagia dan berbahagia itu seringkali, seringkali apa namanya, sesuatu yang sangat abstrak di dalam kehidupan kita ini. Jadi seringkali kita sering mendengar kata-kata seperti yaudah ikhlas, berserah, pasrah, dan sebagainya. Dan kata-kata itu gak akan menyatol dalam diri kita. Maksud saya, bagaimana caranya ikhlas? Nah, menurut saya hal-hal itu sudah harus kita cuma dengar saja, tapi kita harus mampu melangkah lebih dalam lagi, mengambil teknik-teknik yang dimana teknik-teknik ini kita praktekkan mengubah. Nah teknik itu dalam arti, coba tarik nafas, anda 3 detik, lepas. Itu teknik, itu sesuatu yang semua orang itu bisa melakukannya. Dan ketika dia melakukannya, ada terjadi perubahan secara fisiologi, secara hormonal, perasaan, dan sebagainya. Dan itulah yang sebenarnya yang sekarang ini, dulu saya menulis Happiness Insight, tapi sekarang saya gak akan bicara soal kebahagiaan, saya akan berbicara tentang teknik. Nah teknik-teknik inilah yang sangat diperlukan yang saya selalu share, gimana itu akan membuat perubahan. Jadi Bapak Ibu, bila punya kesempatan untuk hadir tanggal 27, senang sekali karena ini offline, jadi aduh seneng banget. Pasti vibenya berbeda, dan ya kita akan ketemu dan saya janji Bapak Ibu pasti akan belajar banyak hal tentang emosi dan kehidupan.
Luar biasa. Terima kasih Pak Gobind mengingatnya. Ini adalah suatu kesempatan yang aku syukuri banget bisa ngobrol dengan Pak Gobind, bersama teman-teman juga. Jadi terima kasih sekali untuk waktu dan energinya sore ini, Pak Gobind. Selamat isyarat dan menjalani harinya juga. Sampai ketemu ya, Pak. Iya, sampai
ketemu. Salam untuk teman-teman Mindful Life dan
sampai ketemu di Jakarta. Dadah, selamat sore. Terima kasih, Pak Gobind. Pandangan dan opini yang disampaikan oleh kreator podcast, host, dan tamu tidak mencerminkan kebijakan resmi dan bagian dari Podcast Network Asia. Setiap konten yang disampaikan mereka di dalam podcast adalah opini mereka sendiri dan tidak bermaksud untuk merugikan agama, grup etnik, perkumpulan, organisasi, perusahaan, perorangan, atau siapapun dan apapun.
More from Gobind
Eps 984 - GIL4 OBROLAN INI RUBAH HIDUP GUE‼️ IKHLAS ITU SEBUAH KEBOHONGAN ! (Ft. Gobind Vashdev)
Friends of Merry Riana 13 TAHUN NYEKER, GOBIND VASHDEV UNGKAP RAHASIA YANG JARANG DIKETAHUI
Seni Bernafas - Mengenal apa itu Buteyko Breathing? Bersama @Gobindvashdev (Bagian 2)
Seni Bernafas - Mempraktikan teknik bernafas untuk hidup yang lebih berkualitas. Bersama @Gobindvashdev (Bagian 3)
