In this solo episode of the 30 Hari Bersuara 2023 challenge, the host reflects on Gobind Fazdef (also spelled Gobin Vazdev), a breath‑work instructor and trauma‑healing specialist whose teachings were first encountered through the Inspigo podcast. The host outlines Gobind’s eclectic background, highlights his core philosophy – that every person, place, and moment is a teacher and that pain can be a profound teacher – and shares memorable quotes, including a Rumi passage on grief. A specific YouTube video titled “Rendam, Rendungan Dalam Duka Bersama Gobind Fazdef” is described, where Gobind likens grief to ice melting in water, urging listeners to “embrace sorrow rather than resist it.” The host explains how these ideas helped them process the recent loss of both parents, framing grief as a transformative, inward‑looking practice. The episode closes with an empowering call to welcome discomfort as a path to holistic happiness.
Chapters
Episode ini adalah bagian dari tantangan 30 Hari Bersuara 2023 yang diselenggarakan komunitas The Podcaster Indonesia. Hari ke-6 dengan kata kunci. Masa... Bukan, Toko Inspiratif. Oke, toko inspiratif gue akan mengangkat toko yang gue ikuti sejak pandemi tahun 2020 yang lalu. Namanya Gobin Vazdev. Gue pertama kali denger nama orang ini karena keunikannya, hidup tanpa alas kaki dari podcast Inspigo waktu itu. Dan secara nggak langsung, Mas Gobin ini juga jadi episode podcast pertama yang gue bahas dari bukunya Happiness Insight. Siapa Gobind Fazdef ini? Kalau ditanya itu dia selalu jawab, Gobind Fazdef adalah seorang hard worker, pekerja hati. Orang yang bekerja dengan hati. Jadi dia ini apa ya, sekarang pekerjaannya mungkin cukup beragam ya, tapi most likely dia dikenal sebagai pengajar teknik penapasan butaiko, trauma healing spesialis, dan juga bagian-bagian yang berhubungan dengan trauma, dengan penapasan, ini spesialisasinya Mas Gobin. Hmm... Dan gue pernah ikut seminar offline-nya sekali, waktu itu seminar trauma healing di Jakarta. Dia ini juga punya sense of joke yang cukup unik ya. Sebagai contoh, dia itu katanya keluarganya orang tuanya dari Portugal, tempat gue saat ini. Ya, ngerti ya Portugal itu ternyata singkatan, Purwokerto dan Tegal. Jadi apa yang menginspirasi dari Mas Gobind ini karena lewat podcast Inspigo yang temanya itu tentang spiritual awareness kesadaran kehidupan spiritual itu wah bener-bener banyak-banyak banyak banget quote-quote yang bisa gue ambil juga dari bukunya happiness insert yang sangat relatable dengan kehidupan zaman ini beberapa yang gue inget ya Itu dia bilang adalah setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah, dan setiap waktu adalah kesempatan untuk belajar. Ini sesuai banget sama filosofi hidup gue yang gue pengen belajar seumur hidup dalam segala kondisi, di setiap tempat, dan di setiap waktu. terus yang ada quote lain juga dia bilang kalau ada orang yang menyakitimu pernahkah kamu berterima kasih kepada mereka karena mereka lah guru besarmu Jadi kalau kita pernah kecopetan, dibohongin orang, itu ternyata mereka-mereka yang membohongi kita itu menjahati kita itu bisa jadi guru terbaik karena dari merekalah kita tahu mana yang baik dan jahat dan kita jadi lebih bijaksana gitu. Dan yang paling gue ingat juga itu ada videonya waktu pandemi itu ngebahas soal perasaan duka. rendam duka dan dia mengutip quote dari Rumi, seorang penulis bukan penulis, seorang poet pembuat puisi yaitu tentang perasaan duka adalah momen dimana cahaya akan masuk jadi ketika kita berduka itu itu kita menjadi melihat lebih ke dalam dibanding keluar dan seperti yang dia sudah sering juga katakan jangan cari jalan keluar tapi cari jalan ke dalam gitu dan ya duka yang gua alami selama kurang lebih 1 tahun terakhir ini khususnya kehilangan mama dan papa ya itu bener-bener lewat video dia ini lewat pelajaran yang gua ambil sebelum papa dan mama meninggal ini sungguh-sungguh jadi pelajaran sungguh-sungguh jadi bekal ketika mereka akhirnya meninggal dunia gue seperti udah siap gitu, karena gue belajar untuk memeluk rasa duka, bukan dilawan. Karena dia memetaforenya tuh, rasa duka tuh seperti es batu. Kalo dimasukin ke air, dia akan mencair. Yang artinya kita peluk, dipeluk itu akan mencair. Tapi kalo dibiarin begitu aja ya bakal keras, sampai cukup lama gitu. Sampai pada akhirnya juga mencair juga sih, cuman jadi lebih lama. Terus dia bilang juga, jadi kan waktu pandemi memang lagi rame-ramenya ya, banyak orang yang meninggal, jadi video ini memang sangat mengena sekali gitu buat kita yang saat itu sedang berduka. Videonya ada di YouTube, judulnya Rendam, Rendungan Dalam Duka Bersama Gobind Fazdef, ada di channelnya dia sendiri. Hmm... Ya, gue tutup dengan quote dia juga di video ini. Ayo, gagah beranilah untuk menatap sisi lain kehidupan ini. Sambutlah ketidaknyamanan bagai menyambut kenyamanan. Peluk kesedihan serupa dengan memeluk kesenangan. Gandenglah duka seperti menggandeng suka. Terimalah kehidupan secara utuh dan inilah kebahagiaan. Oke, End League dari Porto, Portugal. Tantangan hari ke-6 selesai. Sampai jumpa. Ciao!
More from Gobind
PodcastEps 984 - GIL4 OBROLAN INI RUBAH HIDUP GUE‼️ IKHLAS ITU SEBUAH KEBOHONGAN ! (Ft. Gobind Vashdev)