Seni Bernafas - Mempraktikan teknik bernafas untuk hidup yang lebih berkualitas. Bersama @Gobindvashdev (Bagian 3)
28 Mar 2026 · 11 min
In this Indonesian-language podcast episode, Gobind Vashdev discusses a holistic approach to health centered on conscious breathing, diet, and lifestyle choices. He introduces the NLSD breathing framework—Nose, Light, Slow, Deep—paralleling it with principles of mindful eating (eating less, stopping before fullness, eating lightly, slowly, and deeply). Gobind explains how stress manifests in rapid, shallow breaths and advises a slower exhalation to prevent carbon‑dioxide loss and panic. He addresses swimming and diving, warning against mouth‑breathing and hyperventilation, which can cause an alkaline shift, increased hunger, and difficulty losing weight. The conversation shifts to personal habits: Gobind has avoided soaps, shampoos, toothpaste, and shoes for years, using only water and ice‑cold baths, which he claims boost immunity, reduce inflammation, improve sleep, and strengthen muscles. He promotes grounding (earthing) by walking barefoot on natural surfaces, citing research that links lack of electrical grounding to health issues and even higher stroke rates in higher‑floor residents. Finally, he critiques synthetic fragrances, air fresheners, and chemical deodorants, recommending natural essential oils and natural deodorants as safer alternatives. Throughout, Gobind blends personal anecdotes, references to studies, and practical tips, encouraging listeners to adopt these simple, natural practices for a higher‑quality life.
Chapters
Nah ini prinsipnya sama seperti makan sih mas. We are what we eat. Kita adalah apa yang kita makan. Salah satu rahasia awet muda atau salah satu rahasia untuk kita bisa panjang umur adalah less eating. Nggak ada orang yang panjang umur dan gemuk. Itu nggak ada. Dan kita makan tiga kali sehari itu berlebihan. Nah di situ. Kalau kita makan, Kita tahu bahwa makan sedikit, berhentilah makan sebelum kenyang, kemudian makan itu harus ringan, kemudian yang ketiga dalam makan itu harus, itu kan nose, light, slow, makan lebih lambat itu lebih bagus, berarti mengunya yang banyak, seperti itu, dan deep-deep itu berarti masuk ke dalam tubuh kita. Nah, prinsip itu sama seperti nafas, yaitu nose, light, deep, Slow and deep. LSD. NLSD. Nose, Light, Slow, and Deep. Empat prinsip ini kalau kita bisa lakukan. Kalau Nabi Muhammad berhentilah makan sebelum kenyang, ini mungkin berhentilah nafas sebelum kenyang, seperti itu. Ya, ya, praktekkan. Jangan banyak-banyak nafasnya begitu. Saya nggak bilang berarti kita harus nyirit sampai nggak bernafas seperti itu. Tentu bisa kalau Anda bisa melatihnya, gitu. Tapi awal-awal mungkin bisa mencoba aplikasi breath ball, atau hanya menutup mulut dan selalu bernafas dengan hidup, itu pun sudah banyak hal yang akan didapat, apalagi mau melakukan dengan micropore.
Berarti tadi pakai hidung, light-nya itu pelan atau apa, Mas?
Ringan. Jadi jangan banyak-banyaknya. Jangan gitu, Bin. Itu tanda orang stres. Kalau ketemu orang yang sering sahit, mendesah, itu orang stres.
Tapi kadang-kadang ada beberapa orang yang kalau misalnya lagi panik disuruh, ya itu, nafasnya lebih banyak. Mereka bukan dalam tapi lebih tarik nafas banyak-banyak gitu kan.
Oke. Well, itu boleh saja, tarik nafas dalam-dalam atau tidak. Tapi, waktu melepaskannya harus jauh lebih lambat, begitu. Daripada nariknya. Jadi, banyak orang kan... Jadi, dia narik banyak, lepas juga banyak, dan cepat. Akhirnya karbon dioksidanya semakin turun, semakin panik sebenarnya.
Oke, menarik. Kalau untuk teman-teman yang mau tanya seputar nafas, tadi sih udah ada banyak yang tanya, ke Mas Gobind boleh, silakan. Tadi ada yang tanya tentang renang, Mas Gobind. Kalau misalnya renang pakai nafas mulut gimana? Nggak pakai hidung, lho.
Iya, renang, diving, itu kan Kita tidak lakukan setiap saat gitu ya, kita melakukan paling setengah jam dan sebagainya, that's fine. Tapi saran saya kalau renang dan nggak usah yang kayak orang mau kelelep yang mesti ngambil nafas banyak-banyak. sebenarnya enggak perlu juga seperti itu, ambillah secukupnya, lepas secukupnya seperti itu, itu jauh lebih oke daripada yang seolah-olah kita itu harus mengambil sebanyak-banyaknya, dan akhirnya apa? hyperventilation, maka itu apa yang terjadi? setelah renang kita laparnya luar biasa, karena hyperventilation itu membuat tubuh kita cenderung alkaline, dan tubuh yang alkaline itu otomatis mencari homeostasisnya, itu mencari sesuatu yang asal, Biasanya makanan, jadi abis renang itu lapar banget, dan kita mulailah mencari makanan-makanan yang nggak sehat biasanya, manis-manis. Dan ya wajar aja, penelitiannya mengatakan bahwa orang-orang yang renang itu lebih susah menurunkan berat badan daripada yang lari atau sepedaan.
Narik tadi banyak yang, ada yang udah coba katanya nafas pakai hidung ditutup dan efeknya lumayan pengaruh katanya. Nanti saya mau coba juga sih. Nanti saya mau coba tertarik. Sebelum bahas yang nafas lagi, saya juga sempat baca Mas Gobind ini udah nggak pakai produk-produk kimia ya, Mas? Itu pengaruh ke belajar Buteko atau sebelumnya juga sudah melakukan itu?
Jauh sebelumnya, udah belasan tahun saya nggak pakai sambun, nggak pakai sampo, nggak pakai pasta, itu udah belasan tahun. Kalau nggak pakai alas kaki, udah sembilan tahun.
Nah, kalau efeknya kalau diri sendiri dari nggak pakai bahan kimia atau tadi malah nggak pakai alat kaki kan lumayan itu tuh, lumayan ekstrim ya?
Iya, saya pergi ke tempat salju sekalipun gak pake alas kaki. Saya pergi ke manapun, naik pesawat, naik manapun lah, sebutkan. Saya kemanapun gak pake alas kaki, dan soal sabun, sampo, pasta juga gak pake. Apa gantinya? Herbal? Enggak, saya gak pake apa-apa, pake air aja. Pake air tok, gitu saya. Jadi pake air tok. Nah, tapi airnya, kalau saya mandi, airnya air es, bener-bener air es. Bukan dingin, tapi es.
Nah terus, apa efeknya ke tubuh yang alas kaki itu, Mas? Kalau misalnya nanti ada yang mungkin bertanya-tanya efeknya apa, gitu, nggak pakai alas kaki.
Nah, ada penelitian, bisa cek di earthing.com, tanah, bumi, earthing.com atau earthing.org, di situ ada penelitian yang mendapatkan award cukup tinggi, tahun 2011 kalau nggak salah, dikatakan bahwa kita ini manusia terlalu banyak dapat, ya positif dari matahari, tapi kita kekurangan elektronegatif. ketidakseimbangan magnetik di dalam tubuh kita itu menyebabkan berbagai masalah penyakit seperti itu. Dan itu, ya apalagi sekarang ya, dimana wifi dimana-mana, handphone nggak stop dari kantong kita, itu signal-signal itu kalau kita nggak grounding, maka itu akan kena ke kita. Maka itu saya sarankan bukan di lantai sebenarnya, tapi di pasir, tanah, kumput, atau batu. Keempat media ini ngeluarkan elektrik. Nah, dikatakan stroke itu terjadi di lantai 2 lebih banyak daripada lantai 1. Sehingga mereka-mereka yang lebih tinggi tinggalnya, bukan di pegunungannya, di lantai-lantai yang lebih tinggi, itu cukup berbahaya kalau dia tidak melakukan grounding itu sendiri. Saya nggak mengatakan harus 24 jam, tapi paling nggak setengah jam setiap hari lepaskan alas kaki kita untuk tersubung dengan ibu kita, ibu bumi kita. Ada joke mengatakan bahwa Penemuan paling keji di dunia itu bukan penemuan nuklir dan bom atom, tapi penemuan sepatu dan sandal. Karena dia memisahkan kita dengan ibu kita. Kita nggak menyentuh lagi ibu kita. Di mana banyak pebijaksanaan dari ibu kita sebenarnya untuk kita. Tapi kita malah takut dengan alam. Kita takut hujan, kita takut becek, kita takut macam-macam lah. Seperti itu sekarang ini.
Ini tadi banyak yang tanya mas, kenapa mandi air es? Apa nggak sakit tulang katanya mas Gowin? Enggak,
ada udah banyak keunggulan. Kenapa mandi es? Yang pertama adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Yang kedua, mengurangi inflamasi. Yang ketiga, membuat relax, tidurnya jauh lebih nyenyak. Kemudian, yang kelima, ototnya semakin kuat. Ada banyak penelitiannya, dan mengatakan bahwa mandi pakai air es itu sangat baik. Jadi, ya boleh dicoba sih sebenarnya.
Benar-benar air es, Mas? Jadi, air es gitu?
Saya punya freezer, freezer yang biasanya, chest freezer yang kalau kita beli es krim dibuka, digeser, dibuka ke atas gitu, disitu saya kasih air, dan kemudian dia beku, ketika beku, ada lapisan es di atasnya, saya hancurin, ya mandi airnya. Jadi kalau suhunya sih ya, Paling nggak mendekati 0, atau kapan-kapan yang minus. Lalu dia di S kan minus. Atau kalau nggak, kalau nggak saya mandi, saya berendam di situ. Berendam
di S ya? Ini ada yang nanya nih, saya bacain pertanyaan dulu ya mas, takutnya ada yang kelewat. Menghirup minyak angin atau balsam, apakah ada efeknya nggak di pernafasan? Ini pertanyaan menarik juga
nih. Iya, saya mesti memastikan kalau mau hidup seperti itu, itu boleh-boleh saja, tapi pastikan bahwa bahannya benar-benar alami. Mas Daud pasti pernah naik mobil, dan di situ ada cairan-cairan, apa itu namanya, yang untuk pengharum ruangan, pengharum mobil. Setiap kali saya naik dan ada itu, saya tanya, Ini kalau diminum, kira-kira mau nggak? Ya mati saya kalau diminum. Dibilang gitu kan. Oke mas, ini kalau habis berapa lama sekali? Nggak sampai sebulan mas, habis. Oh nggak sampai sebulan. Habisnya kemana? Ya ke udara. Terus udaranya kemana? Nah disitu biasanya si pengemudi greb atau gokar itu mulai sadar, iya ya. kan itu masuk ke paru-paru. Berarti kan secara nggak langsung kita minum juga seperti itu. Bahwa si cairan, atau kalau ada di kantor, atau di hotel, di lift, itu kan ada satu yang setiap 20 detik bunyi. Yang kelihatannya itu mengharum, tapi itu kan partikel itu kita hidup masuk ke dalam paru-paru kita. Sama aja kita meminumnya, lebih parah bahkan, kalau minum masih ke lambung kemana-kemana dulu. Kalau ini langsung ke paru-paru, paru-paru langsung terhirup, kesedot oleh darah kita. Dan kita tak sadar, kenapa kita mengorbankan kesehatan kita hanya untuk sesuatu yang untuk yaa kelihatannya, rasanya lebih enak gitu. Padahal kita bisa ganti dengan kopi, kita bisa ganti dengan pandan, atau hal-hal yang lain yang lebih natural. Ada banyak essential oil, which is sangat bagus, tapi ya emang harganya lebih daripada yang kimia-kimia itu. Saya sarankan sih pakai essential oil ya, kalau untuk
melakukan itu. Termasuk parfum nggak, Mas? Saya
nggak gunakan parfum, udah lama banget. Iya. Buat apa gitu? Sayang banget. Maksudnya, manusia itu punya aroma tubuh sebenarnya yang menarik sekali, Bob. Indra penciuman adalah itu. Penciuman adalah indra pertama, indra yang paling pertama muncul di kehidupan. Jadi sebelum ada kelihatan, pendengaran, penciuman itu yang pertama. Dan kita tahu bahwa bagaimanapun kita tertarik dengan lawan jenis kita itu melalui penciuman kita. Pertama kali, secara tidak langsung. Ada hormon, feromon, dan sebagainya. Dan kalau kita menggunakan itu dan sebagainya, kita boleh dibilang mengelabuin atau tidak natural. Saya nggak bilang bahwa Anda nggak usah pakai deodoran atau apa. Ada banyak deodoran yang alami. Jangan gunakannya antiprespiran dan sebagainya yang kimia-kimia itu kalau kita bisa gunakannya alami.
More from Gobind
Eps 984 - GIL4 OBROLAN INI RUBAH HIDUP GUE‼️ IKHLAS ITU SEBUAH KEBOHONGAN ! (Ft. Gobind Vashdev)
Friends of Merry Riana 13 TAHUN NYEKER, GOBIND VASHDEV UNGKAP RAHASIA YANG JARANG DIKETAHUI
Seni Bernafas - Mengenal apa itu Buteyko Breathing? Bersama @Gobindvashdev (Bagian 2)
