Eps. 7 - Resume Buku: Happiness Inside - Gobind Vashdev
28 Mar 2026 · 8 min
Deki reviews Gobind Vashdev's Happiness Inside, which argues that true happiness comes from internal states like gratitude and acceptance, not external achievements. The book uses natural analogies to show everything we own is borrowed from nature, and teaches that happiness is a choice rooted in letting go of expectations.
Chapters
Halo, perkenalkan nama saya Deki. Saya direktur di PT The Brain Sukses Jatra. Pada sesi sharing buku kali ini, saya ingin mereview buku yang judulnya Happiness Insight dari Gopin Vastev. Sebagai pengantar, di zaman saat ini, Banyak orang yang selalu mencari kebahagiaan dan kesuksesan. Seolah-olah itulah tujuan dari hidup ini. Dan kebahagiaan kesuksesan ini seringkali diidentikan dengan menjadi kaya, memiliki banyak hal, mencapai posisi jabatan yang tinggi, dan kepopuleran. Nah, di buku Happiness Insight ini saya menemukan banyak jawaban-jawaban baru yang sama sekali diluar konsep-konsep yang selama ini telah diajarkan dari kecil di kehidupan saya. Terus terang, menurut saya, buku ini sangat memberi wawasan dan pemahaman yang jauh lebih luas daripada yang telah saya pelajari selama ini. Oke, kita mulai ya. Apakah kebahagiaan itu? Tentu bila kita menanyakan kebanyak orang, jawabannya bisa berbeda-beda. Ada yang menjawab, Bila saya mempunyai uang 10 miliar, maka saya akan bahagia. Bila saya bisa mempunyai rumah mewah, maka saya akan bahagia. Ada juga yang menjawab, Bila saya bisa cukup makan kenyang tiap hari saja, saya sudah bahagia. Berdasarkan jawaban-jawaban di atas, saya bisa menyimpulkan bahwa kebanyakan kita akan merasa bahagia bila mendapatkan sesuatu hal di luar kita yang belum kita miliki dan kita inginkan saat itu. Pertanyaannya, apakah setelah mendapatkannya, apakah kita bisa menjadi bahagia selamanya? Jujur, bagi saya, Untuk beberapa waktu saat mendapatkannya, saya merasakan bahagia. Tetapi setelah beberapa lama, rasa bahagia tersebut berkurang, hingga lama-lama menjadi tak terkembali. Kemudian ingin mendapatkan hal-hal lainnya lagi, yang lebih banyak dan lebih besar. Itulah kenapa meskipun orang-orang yang sangat kaya pun tidak bisa bahagia, Bahkan tidak jarang kita mendengar berita-berita orang yang terkenal dan sudah sukses mengalami stres depresi yang berat. Nah, di buku ini, Gopin Vastev menjelaskan kebanyakan orang mencari kebahagiaan dari luar dirinya dan menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal di luar diri mereka. Padahal hal-hal yang ada di luar itu adalah sesuatu yang diluar kontrol kita. Jadi yang terjadi, saat hal-hal diluar terjadi tidak sesuai dengan harapan kita, maka kita pasti akan kecewa. Nah, dia menjelaskan bahwa kebahagiaan itu sebenarnya sangat sederhana. Saking sederhananya sampai tidak banyak yang percaya. Untuk bahagia, manusia sebenarnya tidak memerlukan apa-apa tidak perlu mencarinya di luar. Semua perangkat kebahagiaan itu sudah Tuhan berikan ada di dalam diri kita sendiri. Bahagia itu pilihan. Bahagia adalah kondisi batin, mensyukuri apa yang sudah kita terima dan memiliki saat ini, dan melepaskan ikatan dari harapan terhadap hasil yang kita inginkan. Melepaskan adalah sesuatu yang sederhana. Melepaskan tidak perlu usaha dan energi yang besar. Jika sesederhana itu, kenapa banyak orang yang tidak bahagia? Karena kita tidak terlatih untuk melepaskan dan menerima keadaan yang terjadi. Selama hidup, kita lebih sering belajar dan juga diajarkan untuk mendapatkan, bukan memberi. Mengejar, bukan melepas. Mengumpulkan, bukan berbagi. Padahal alam sedari dulu sudah mengajarkan untuk memberi dan melepas. Kekayaan alamnya bebas untuk kita nikmati. Seperti udara yang kita hirup, tanah tempat kita berpicak, air untuk kita minum, dan sebagainya. Taukah bahwa kita dari lahir tidak mempunyai apa-apa dan saat mati pun tidak membawa apa-apa. Semur hidup kita ini meminjam dan mendapatkan semuanya dari alam. Bahkan seharusnya kita tidak bisa mengklaim hak milik kita. Contoh, misalnya tanah atau rumah yang kita beli. Karena sebenarnya jauh sebelum kita lahir, tanah itu sudah alam miliki. Kita seringkali terganggu dengan semut yang hadir di rumah kita. Perlu kita pertanyakan. Sebenarnya yang mengganggu itu kita atau semut tersebut. yang duluan disana, kita atau semut itu. Jadi, kebahagiaan yang dijelaskan dalam buku ini adalah kondisi yang sudah ada di dalam diri kita. Pilihan untuk sadar bagaimana kita bersyukur lebih dan menerima kondisi saat ini. Sebenarnya di buku ini jauh menjelaskan lebih banyak lagi rangkaian kata-kata yang ditulis sangat mudah dicerna dengan berbagai contoh perumpamaan yang sangat menarik untuk dibaca. Menurut saya buku ini salah satu buku terbaik yang pernah saya baca seumur hidup saya dan bisa menjadi panduan hidup saya supaya lebih bermakna dan lebih bermanfaat. Sekian buku review dari saya. Terima kasih telah mendengarkan podcast ini. Semoga bisa memberi manfaat bagi kalian semua. Sampai jumpa di lain kesempatan.
More from Gobind
Eps 984 - GIL4 OBROLAN INI RUBAH HIDUP GUE‼️ IKHLAS ITU SEBUAH KEBOHONGAN ! (Ft. Gobind Vashdev)
Friends of Merry Riana 13 TAHUN NYEKER, GOBIND VASHDEV UNGKAP RAHASIA YANG JARANG DIKETAHUI
Seni Bernafas - Mengenal apa itu Buteyko Breathing? Bersama @Gobindvashdev (Bagian 2)
Seni Bernafas - Mempraktikan teknik bernafas untuk hidup yang lebih berkualitas. Bersama @Gobindvashdev (Bagian 3)
